HaiBunda

MOM'S LIFE

11 Cara Mengenali Teman Palsu di Lingkungan Terdekatmu

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 07 Apr 2026 19:20 WIB
Ilustrasi Teman Palsu/ Foto: Getty Images/iStockphoto/AntonioGuillem
Jakarta -

Mengenali sosok teman palsu atau fake friend sangat penting dalam sudut pandang realitas sosial. Pasalnya, teman palsu sering kali tidak dapat diandalkan ketika Bunda butuh seseorang untuk bersandar.

Dilansir Very Well Mind, teman palsu adalah orang-orang yang berpura-pura peduli pada kita, tetapi sebenarnya tidak menginginkan yang terbaik untuk kita. Berbeda dengan teman sejati, teman palsu sering kali tidak memberikan dukungan, empati, atau loyalitas ketika dibutuhkan.

"Teman palsu cenderung bertindak seperti teman hanya ketika hal itu menguntungkan mereka. Tapi ketika kita membutuhkan sesuatu, tiba-tiba mereka tidak begitu tertarik," kata psikolog klinis Aimee Daramus, PsyD.


"Teman palsu lebih banyak mengambil daripada memberi, sementara mereka berjanji untuk menjadi teman sejati. Mereka mungkin mengatakan betapa mereka peduli, tetapi sebenarnya mereka hanya ada di sana untuk menikmati bagian-bagian menyenangkan dari persahabatan."

Teman palsu di lingkungan terdekat dapat dikenali dengan tanda-tanda yang khas. Simak penjelasan lengkap dari Bubun berikut ini ya!

Cara mengenali teman palsu

Melansir dari beberapa sumber, berikut 11 cara mengenali teman palsu di lingkungan sekitar:

1. Bersikap tidak hormat

Teman palsu sering kali menunjukkan sikap tidak hormat kepada orang yang diklaim sebagai temannya. Mereka mungkin mengabaikan, meremehkan, mengejek, atau mempermalukan Bunda di depan orang lain.

Mereka tidak memiliki konsep untuk melihat sisi terang dari segala sesuatu dan akan menolak segala hal positif, terutama jika itu berasal dari orang yang dianggap temannya. Seorang teman palsu berbeda dengan teman sejati yang melakukan apa pun dengan dasar kejujuran dan rasa hormat.

2. Dipenuhi rasa iri hati

Seseorang bukan teman sejati kalau ia suka mengeluh tentang temannya yang sukses. Seorang teman palsu biasanya kesulitan untuk merayakan keberhasilan orang lain karena terlalu sibuk dan fokus pada kehidupan mereka sendiri.

Mereka sering bertanya-tanya mengapa mereka tidak bisa memiliki apa yang orang lain miliki. Pada beberapa orang yang diberikan label 'fake friend', mengenal konsep penerimaan adalah hal yang janggal. Mereka lebih suka menghakimi kesuksesan orang lain, Bunda.

3. Suka bersaing alih-alih memberikan dukungan

Teman palsu biasanya selalu berusaha untuk lebih unggul dari orang lain dalam segala hal, misalnya gaya rambut, cara pakaian, bahkan nilai kehidupannya. Mereka yang termasuk teman palsu tidak akan pernah mendorong temannya untuk berbuat lebih baik karena mereka harus selalu unggul di depan.

"Meskipun teman baik bukanlah 'pemandu sorak' secara harfiah, mereka mendukung pencapaian temannya. Memiliki teman yang suportif sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dengan mengurangi stres, meredakan perasaan kesepian, menurunkan risiko depresi, meningkatkan harga diri, dan memberikan rasa memiliki, terutama selama masa-masa sulit," ungkap pakar di bidang karier Dr. Sharon Livingston, dikutip dari Your Tango.

4. Suka memberikan pujian secara pasif-agresif

Teman palsu adalah seseorang yang suka memberikan respons pasif-agresif. Mereka memberikan respons yang disamarkan sebagai hinaan, sehingga membuat orang yang mendengarnya jadi menyesal telah menghabiskan waktu bersama sejak awal.

Jika Bunda tidak bisa menikmati waktu bersama teman-teman yang dianggap palsu, maka sudah saatnya untuk memutuskan hubungan dengan mereka.

5. Tidak setia atau suka berkhianat

Orang yang mengaku teman akan selalu setia, baik dalam menjaga pertemanan atau menjaga rahasia. Tapi tidak untuk teman palsu.

Mereka mungkin tidak setia kepada orang yang dianggap temannya. Mereka cenderung suka membocorkan rahasia temannya kepada orang lain, membicarakan hal buruk tentang Bunda di belakang, atau bahkan menyebarkan rumor tentang kita.

6. Kehadirannya tidak konsisten

Teman palsu sering muncul saat mereka membutuhkan sesuatu. Sebaliknya, mereka suka menghilang saat kita membutuhkan dukungan.

Teman palsu mungkin menghilang atau membuat alasan di saat kehadirannya dibutuhkan. Mereka berbohong dengan mengatakan betapa peduli dengan temannya, padahal sama sekali tidak ingin terlibat dalam sebuah masalah.

7. Seorang manipulatif

Sikap manipulatif adalah tindakan mempengaruhi, mengendalikan, atau memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi. Sikap ini biasanya juga dimiliki oleh seorang teman palsu.

Mereka mungkin menggunakan rasa bersalah, manipulasi, atau pemerasan emosional untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Bunda. Dalam beberapa kondisi, orang dengan sikap manipulatif juga suka memutarbalikkan fakta sehingga merugikan orang lain.

8. Suka mengabaikan batasan

Teman palsu adalah orang yang suka mengabaikan batasan. Orang dengan perilaku ini biasanya memiliki kesulitan dalam menghargai privasi, waktu, dan hak emosional orang lain, Bunda.

Mereka mungkin secara konsisten melanggar atau mengabaikan batasan orang yang dianggap temannya. Pada tahap tertentu, orang dengan perilaku ini suka menunjukkan kekuasaan dengan memaksa, mencampuri urusan pribadi orang lain, serta mengabaikan kata 'tidak' sebagai bentuk penolakan.

9. Selalu menetapkan persahabatan yang bersyarat

Teman palsu selalu menetapkan persahabatan yang bersyarat. Mereka bersahabat tergantung pada apa yang mereka dapatkan, misalnya status sosial, harta benda, keuntungan finansial, atau jenis manfaat lainnya.

Ketika orang ini mencapai tujuannya, mereka akan kehilangan minat untuk melanjutkan persahabatan. Mereka bahkan bisa meninggalkan orang yang dianggap teman ketika dirasa sudah tidak memberikan manfaat apa pun.

10. Suka mengingkari janji dan tidak dapat diandalkan

Teman palsu mungkin tidak dapat diandalkan dan jarang menepati janji mereka kepada orang yang dianggap temannya. Pada banyak situasi, kita mungkin merasa sulit untuk mengandalkan mereka.

Salah satu sikap mereka yang tidak dapat diandalkan adalah kebiasaan membuat rencana dan membatalkannya. Mereka juga mungkin berjanji untuk membantu dalam sesuatu, namun kemudian menghilang begitu saja.

11. Suka memprovokasi orang untuk melawan

Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita memiliki teman palsu adalah dengan melihatnya bersikap. Jika mereka mulai memprovokasi orang-orang di sekitar untuk melawan Bunda, maka mereka adalah teman palsu.

Mereka sering kali mengadu domba untuk mendapatkan kesenangan atau manfaat pribadi. Orang yang termasuk teman palsu juga biasanya adalah pembohong yang tidak akan pernah membela atau membantu saat temannya terprovokasi.

Demikian 11 cara mengenali teman palsu yang ada di sekitar kita. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tanpa Pamer, Ini 7 Ciri Perempuan Berkelas yang Terlihat Elegan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Wajah Bule Baby Maxim Anak Kedua Gracia Indri & Suami Belanda

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Ciri Kepribadian INFP yang Unik dan Berbeda dari Tipe Lain

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Fakta Menarik Pernikahan Inayah Wahid Putri Gus Dur, Sosok Suami Bukan Orang Sembarangan

Mom's Life Amira Salsabila

11 Cara Mengenali Teman Palsu di Lingkungan Terdekatmu

Mom's Life Annisa Karnesyia

Studi Ungkap Sel Telur Manusia Bisa Diremajakan, Harapan Baru untuk Tingkatkan Peluang Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian INFP yang Unik dan Berbeda dari Tipe Lain

5 Potret Wajah Bule Baby Maxim Anak Kedua Gracia Indri & Suami Belanda

Tak Disangka, Sisa Tomat dalam Burger Bisa Tumbuh Jadi Tanaman Subur

Ketahui Tekstur MPASI Bayi 9 Bulan & Rekomendasi Menu Makannya

Studi Ungkap Sel Telur Manusia Bisa Diremajakan, Harapan Baru untuk Tingkatkan Peluang Hamil

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK