moms-life
Apabila Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Suami Tetap Wajib Menafkahi?
HaiBunda
Kamis, 09 Apr 2026 07:40 WIB
Daftar Isi
Bunda berpenghasilan lebih besar daripada suami? Jika demikian, apakah suami tetap wajib menafkahi?
Dalam kehidupan rumah tangga modern, tidak sedikit pasangan suami-istri yang sama-sama bekerja. Bahkan dalam beberapa kasus, penghasilan istri bisa lebih tinggi dibandingkan suami.
Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan mendasar, apakah kewajiban suami dalam memberikan nafkah masih tetap berlaku?
Fenomena ini semakin umum seiring meningkatnya partisipasi perempuan di dunia kerja. Peran ekonomi dalam keluarga pun menjadi lebih dinamis.
Di tengah perubahan tersebut, nilai-nilai dasar dalam rumah tangga, khususnya dalam ajaran agama tetap menjadi rujukan penting bagi banyak pasangan. Lantas, bagaimana sebenarnya posisi kewajiban suami dalam menafkahi istri ketika kondisi finansial istri lebih mapan? Apakah kewajiban tersebut gugur atau tetap harus dijalankan?
Mengutip buku 29 Dosa Suami Istri yang Menghalangi Datangnya Rezeki karya Ibnu Mas'ad Masjhur, mari bahas mengenai pemberian nafkah suami ketika istri punya penghasilan lebih besar.
Apa suami tetap wajib menafkahi jika istri berpenghasilan lebih besar?
Dalam ajaran Islam, kewajiban memberikan nafkah kepada istri tidak bergantung pada besar kecilnya penghasilan istri. Sejak awal pernikahan, suami memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dasar istri, mulai dari makanan, pakaian, hingga tempat tinggal.
Hal ini menunjukkan bahwa nafkah bukan sekadar soal kemampuan ekonomi, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam pernikahan. Bahkan ketika istri memiliki penghasilan sendiri, hak tersebut tetap melekat dan tidak otomatis berpindah kepada istri.
Penghasilan istri adalah hak pribadi
Ketika seorang istri bekerja dan memperoleh penghasilan, harta tersebut sepenuhnya menjadi miliknya. Suami tidak berhak menggunakan atau mengatur penghasilan istri tanpa izin darinya.
Jadi, meskipun istri berkontribusi secara finansial dalam rumah tangga, hal tersebut bersifat sukarela dan bukan kewajiban. Jika istri memilih membantu kebutuhan keluarga, itu merupakan bentuk kerja sama dan kebaikan, bukan pengganti tanggung jawab suami.
Prinsip musyawarah dalam rumah tangga
Meski kewajiban nafkah tetap berada pada suami, komunikasi dan musyawarah antara pasangan sangat penting. Dalam kondisi tertentu, seperti kesulitan ekonomi, pasangan dapat saling berdiskusi untuk mencari solusi terbaik.
Kerja sama ini menjadi kunci keharmonisan rumah tangga. Dengan saling memahami dan menghargai peran masing-masing, beban ekonomi dapat dihadapi bersama tanpa menimbulkan konflik.
Seperti tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 233 yang berbunyi;
۞ وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَاۗ وَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٣٣
wal-wâlidâtu yurdli‘na aulâdahunna ḫaulaini kâmilaini liman arâda ay yutimmar-radlâ‘ah, wa ‘alal-maulûdi lahû rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma‘rûf, lâ tukallafu nafsun illâ wus‘ahâ, lâ tudlârra wâlidatum biwaladihâ wa lâ maulûdul lahû biwaladihî wa ‘alal-wâritsi mitslu dzâlik, fa in arâdâ fishâlan ‘an tarâdlim min-humâ wa tasyâwurin fa lâ junâḫa ‘alaihimâ, wa in arattum an tastardli‘û aulâdakum fa lâ junâḫa ‘alaikum idzâ sallamtum mâ âtaitum bil-ma‘rûf, wattaqullâha wa‘lamû annallâha bimâ ta‘malûna bashîr
Artinya:
"Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) berdasarkan persetujuan dan musyawarah antara keduanya, tidak ada dosa atas keduanya. Apabila kamu ingin menyusukan anakmu (kepada orang lain), tidak ada dosa bagimu jika kamu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Standar nafkah sesuai kemampuan
Islam tidak menetapkan jumlah pasti dalam pemberian nafkah. Besar kecilnya disesuaikan dengan kemampuan suami. Yang terpenting adanya usaha dan itikad baik untuk memenuhi kebutuhan istri dengan cara yang layak.
Hal ini juga menegaskan bahwa suami tidak dituntut untuk memberi di luar batas kemampuannya. Namun mengabaikan kewajiban ini secara sengaja dapat berdampak buruk, baik secara moral maupun dalam hubungan rumah tangga.
Dampak jika nafkah diabaikan
Mengabaikan kewajiban menafkahi istri dapat menimbulkan berbagai konsekuensi. Selain berpotensi merusak keharmonisan keluarga, hal ini juga dapat menjadi alasan bagi istri untuk mengambil langkah serius, termasuk mengajukan gugatan cerai.
Dalam jangka panjang, sikap lalai terhadap tanggung jawab ini juga dapat memengaruhi keberkahan dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, penting bagi suami untuk tetap menjalankan kewajibannya dengan penuh kesadaran.
Meski kondisi ekonomi keluarga telah berubah dan penghasilan istri bisa lebih besar, kewajiban suami untuk menafkahi tetap tidak gugur. Nafkah bukan hanya persoalan materi, melainkan juga bagian dari tanggung jawab dan kepemimpinan dalam rumah tangga.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
10 Hak dan Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam, Beritahu Ayah Bun!
Mom's Life
7 Tanda Istri Kecewa dengan Sikap Suami dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
10 Cara Bijak Menghadapi Suami yang Selalu Menyalahkan Istri
Mom's Life
Mengenal Arti Prioritas dalam Hubungan, Tanda Pasangan Melakukannya & Contohnya
Mom's Life
5 Jenis Selingkuh dalam Pernikahan, Tak Melulu Soal Hubungan Fisik Bun
7 Foto
Mom's Life
7 Potret Mesra Melanie Putria dan Suami Dokter Ortopedi, Bikin Heboh Saat Dilamar di Helikopter
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cara Menggabungkan NPWP Suami dan Istri, Yuk Sebelum 30 April!
Cara Menonaktifkan NPWP Istri di Coretax dengan Mudah dan Cepat, Panduan Terbaru yang Perlu Bunda Ketahui
Benarkah Syawal adalah Bulan Baik untuk Menikah?