moms-life
Psikolog Bagikan 6 Kalimat 'Mirroring' agar Lawan Bicara Cepat Merasa Nyambung
HaiBunda
Rabu, 29 Apr 2026 11:10 WIB
Daftar Isi
-
6 Kalimat ‘mirroring’ agar lawan bicara cepat merasa nyambung
- 1. “Ya, saya mengerti maksud kamu. Ini seperti (masukkan contoh yang berkaitan dengan apa yang dikatakan orang tersebut sambil tetap memfokuskan perhatian pada orang tersebut)”
- 2. “Saya akan berpikir/merasakan hal yang sama jika itu terjadi pada saya”
- 3. “Wajar jika kamu merasa sakit hati ketika (masukkan detail utama dari situasi yang menyakitkan)”
- 4. “Saya mengerti maksud kamu”
- 5. “Sepertinya kamu sedang merasakan (emosi)”
- 6. “Saya berharap atasan kamu memperlakukan kamu dengan hormat”
Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan terhubung dengan orang lain tentu sangat penting. Salah satu cara sederhana yang dapat Bunda lakukan adalah melalui kalimat mirroring, yang membantu menciptakan hubungan lebih kuat.
Dilansir dari laman Parade, kalimat mirroring adalah cara merespons dengan mencerminkan emosi, bahasa, atau energi dari orang yang sedang berbicara. Teknik ini melibatkan kepekaan dalam menangkap perasaan lawan bicara, lalu mengungkapkannya kembali dengan cara yang tulus.
Saat digunakan dengan tepat, metode ini mampu menciptakan rasa nyaman, mempererat koneksi, sekaligus menunjukkan kepedulian yang autentik dalam setiap percakapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6 Kalimat ‘mirroring’ agar lawan bicara cepat merasa nyambung
Psikolog klinis Dr. Avigail Lev, PsyD, mengatakan cara terbaik untuk meniru orang lain adalah dengan menebak apa yang mereka rasakan, menyebutkannya, dan kemudian memvalidasinya.
Berikut beberapa kalimat mirroring yang dapat membantu Bunda membangun koneksi menurut psikolog:
1. “Ya, saya mengerti maksud kamu. Ini seperti (masukkan contoh yang berkaitan dengan apa yang dikatakan orang tersebut sambil tetap memfokuskan perhatian pada orang tersebut)”
Psikolog Dr. Brandy Smith, PhD., menyampaikan bahwa mengungkapkan kembali apa yang didengar dengan kata-kata sendiri menunjukkan Bunda telah mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan lawan bicara.
2. “Saya akan berpikir/merasakan hal yang sama jika itu terjadi pada saya”
Menurut Smith, mengatakan hal ini kemungkinan akan membantu orang tersebut merasa divalidasi.
“Ini memiliki fitur tambahan yaitu menunjukkan kesamaan antara kamu dan pembicara karena kamu mengatakan kamu akan mengalaminya, mirip dengan bagaimana mereka mengalaminya, yang dapat menumbuhkan koneksi yang lebih besar,” ujar Smith.
Ini adalah contoh bagaimana melibatkan diri dalam percakapan tidak selalu mengurangi nilai orang lain, atau bahkan dapat bersifat menyembuhkan.
3. “Wajar jika kamu merasa sakit hati ketika (masukkan detail utama dari situasi yang menyakitkan)”
Kalimat ini membahas tiga hal penting, seperti masuk akal, pelabelan emosi, dan pengakuan penyebab yang mendasarinya.
Bunda juga dapat memperdalam validasi dengan mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi. Misalnya, Bunda dapat menyampaikan kalimat berikut ini:
“Masuk akal bahwa kamu merasa malu ketika atasan kamu mengatakan proyek kamu tidak bagus karena memiliki kebutuhan akan apresiasi dan pengakuan, dan kamu tidak dihargai.”
4. “Saya mengerti maksud kamu”
Kalimat ini dapat digunakan dalam situasi ketika tidak sepenuhnya setuju dengan orang lain, tetapi ingin mereka merasa aman dan didengarkan.
“Kalimat ini tetap dapat menjadi jembatan yang mengkomunikasikan bahwa kamu mampu memahami bagaimana orang tersebut melihat atau mengalami sesuatu,” ujar Smith.
5. “Sepertinya kamu sedang merasakan (emosi)”
Teknik mirroring dapat melibatkan refleksi dari apa yang dikatakan orang lain dan/atau apa yang mungkin mereka rasakan.
“Kamu mungkin tidak selalu akurat dalam apa yang kamu refleksikan kembali, tetapi itu tetap menunjukkan upaya sedang dilakukan,” ujar Smith.
Itulah mengapa menambahkan, “Sepertinya” sangat penting. Kata ini menunjukkan bahwa Bunda tidak dapat mengatakan dengan pasti, tetapi bisa membuat perkiraan yang berdasarkan pengetahuan.
6. “Saya berharap atasan kamu memperlakukan kamu dengan hormat”
Ini adalah contoh lain dari ungkapan yang mengkomunikasikan kepedulian dan advokasi. Kalimat tersebut juga merupakan pencerminan karena merumuskan kembali pengalaman dan perasaan seseorang, dan menambahkan empati.
“Dengan menggabungkan lapisan-lapisan ini, menyebutkan perasaan, kebutuhan, memvalidasinya, berbagi dampaknya pada kamu, dan mengungkapkan keinginan yang penuh kasih sayang, kamu menciptakan pengalaman pencerminan multidimensi yang membuat orang merasa benar-benar dilihat, dipahami, dan diperhatikan,” jelasnya.
Nah, itulah beberapa kalimat mirroring yang dapat Bunda sampaikan agar lawan bicara lebih cepat nyambung. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
Mom's Life
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
Mom's Life
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
Mom's Life
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
Mom's Life
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Jangan Ucap 11 Kalimat Ini saat Ngobrol, Bikin Kamu Kurang Dihargai & Dihormati
10 Cara Mengenali Orang yang Terlihat Baik tapi Tidak Tulus dalam Hitungan Menit Menurut Riset
10 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Mudah Membuat Orang Lain Nyaman