Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah Perempuan Alami Perubahan Warna Kulit usai Konsumsi Antibiotik untuk Jerawat

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 18 May 2026 10:40 WIB

Hand skin pigmentation. White-brown leather. Melasma. Benign pigmentation. Hormonal Disorders. Medical concept.
Ilustrasi / Foto: Getty Images/Elena Ivanova
Jakarta -

Seorang perempuan berusia 68 tahun asal Amerika Serikat mengalami kondisi medis yang cukup langka usai mengonsumsi antibiotik. Obat tersebut ia gunakan untuk menangani peradangan pada kulit wajahnya.

Pada awalnya, ia diberikan antibiotik oral bernama Minosiklin atau minocycline dengan dosis 100 mg per hari. Dikutip dari laman detikcom, obat ini digunakan untuk mengatasi rosacea, yaitu peradangan kronis yang membuat wajah memerah dan muncul bintil mirip jerawat.

Obat minosiklin dipilih karena memiliki sifat antiinflamasi yang cukup kuat untuk meredakan kondisi tersebut. Namun, sekitar dua minggu setelah penggunaan rutin, mulai muncul gejala yang tidak biasa pada tubuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bercak gelap mulai tampak di beberapa bagian kulitnya, Bunda. Dalam waktu enam minggu, bercak itu menyebar ke lengan dan kaki dengan tampilan menyerupai memar berwarna gelap. Warna yang muncul pun bervariasi dari biru keunguan hingga hitam pekat.

Perempuan ini jalani pemeriksaan medis

Perempuan tersebut kemudian menjalani pemeriksaan langsung ke dokter untuk mengetahui penyebab kondisi yang dialaminya. Dari hasil pemeriksaan fisik, dokter menemukan adanya 'hiperpigmentasi' biru dan abu-abu di bagian tulang kering, lengan bawah, hingga ke sisi samping lidahnya.

Berdasarkan hasil medis yang ditulis oleh Aari Maharaj dari University of Florida, pasien tersebut didiagnosis mengalami Hiperpigmentasi Terinduksi Tipe II. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna abu-abu pada kulit normal, terutama di area luar lengan dan kaki.

Perubahan warna kulit akibat obat sebenarnya sudah dikenal dalam dunia medis. Namun, kasus ini tergolong unik karena muncul dalam waktu yang sangat cepat dibanding biasanya.

"Kondisi ini biasanya baru berkembang setelah berbulan-bulan menjalani pengobatan (jangka panjang). Namun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa muncul dalam durasi pengobatan yang sangat singkat," tulis laporan dalam jurnal medis The New England Journal of Medicine.

Kondisi ini terjadi karena metabolit dari antibiotik yang digunakan mengikat zat besi di dalam tubuh. Zat tersebut kemudian menumpuk di sel imun kulit dan memicu produksi melanin berlebih, sehingga membentuk gumpalan pigmen gelap di jaringan kulit.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda