MOM'S LIFE
Manfaat Jalan Kaki 8.500 Langkah Setiap Hari Menurut Studi, Bisa Pangkas Berat Badan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 21 May 2026 07:40 WIBJalan kaki merupakan aktivitas fisik yang dapat menjaga kebugaran tubuh. Melalui aktivitas ini, Bunda juga dapat menurunkan berat badan (BB) secara efektif.
Studi terbaru yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan manfaat jalan kaki pada penurunan berat badan. Studi menemukan bahwa jalan kaki 8.500 langkah setiap hari telah terbukti bisa memangkas berat tubuh.
Dalam studi ini, Profesor El Ghosh dan kolega dari Italia dan Lebanon melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap studi-studi sebelumnya yang berfokus pada berjalan kaki dan pengelolaan berat badan. Para peneliti meninjau 18 uji coba terkontrol secara acak. Dari jumlah tersebut, 14 studi yang melibatkan 3.758 orang dewasa dimasukkan dalam meta-analisis akhir.
Peserta studi ini memiliki usia rata-rata 53 tahun dan Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata 31. Peserta studi adalah orang-orang dari beberapa negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.
Lebih lanjut, studi membandingkan 1.987 peserta yang terdaftar dalam program modifikasi gaya hidup dengan 1.771 orang dalam kelompok kontrol yang sedang menjalani diet tanpa dukungan tambahan atau tidak menerima perawatan apa pun. Program modifikasi gaya hidup menggabungkan panduan diet dengan rekomendasi untuk lebih banyak berjalan kaki dan melacak langkah harian.
Para peneliti melakukan pengukuran sebanyak tiga kali, yakni jumlah langkah harian peserta pada awal penelitian, setelah fase penurunan berat badan (durasi rata-rata 7,9 bulan), dan setelah fase pemeliharaan (durasi rata-rata 10,3 bulan).
Jumlah langkah yang tinggi bisa pangkas BB
Pada awal percobaan, kedua kelompok memiliki tingkat aktivitas yang serupa. Peserta dalam program rata-rata melakukan 7.280 langkah per hari, sedangkan peserta dalam kelompok kontrol rata-rata melakukan 7.180 langkah per hari.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas berjalan kaki harian dan tidak mengalami penurunan berat badan selama penelitian. Hasil berbeda didapatkan pada mereka yang menjalani program modifikasi gaya hidup.
Mereka di program ini meningkatkan jumlah langkah harian mereka menjadi rata-rata 8.454 langkah pada akhir fase penurunan berat badan. Selama waktu itu, mereka kehilangan rata-rata 4,39 persen dari berat badan atau sekitar 4 kilogram (kg).
Para peserta ini sebagian besar mempertahankan tingkat aktivitas yang lebih tinggi selama fase pemeliharaan, dengan rata-rata 8.241 langkah per hari pada akhir penelitian. Mereka juga berhasil mempertahankan sebagian besar berat badan yang telah mereka turunkan, dengan penurunan berat badan jangka panjang rata-rata sebesar 3,28 persen atau sekitar 3 kg.
Program modifikasi gaya hidup untuk menurunkan BB
Profesor El Ghosh mengatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa program modifikasi gaya hidup dapat mendukung penurunan berat badan jangka panjang yang signifikan. Program-program ini mencakup perubahan gaya hidup seperti diet dan menambah jumlah langkah dalam rutinitas harian.
"Peserta harus selalu didorong untuk meningkatkan jumlah langkah mereka hingga sekitar 8.500 langkah per hari selama fase penurunan berat badan dan mempertahankan tingkat aktivitas fisik ini selama fase pemeliharaan untuk membantu mencegah mereka mengalami kenaikan berat badan kembali," ungkap Ghosh, dilansir laman Science Daily.
"Meningkatkan jumlah langkah yang ditempuh hingga 8.500 setiap hari adalah strategi sederhana dan terjangkau untuk mencegah kenaikan berat badan kembali," sambungnya.
Dari hasil studi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa pembatasan kalori kemungkinan lebih berdampak selama fase penurunan berat badan, sementara tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi erat kaitannya dengan pemeliharaan penurunan berat badan jangka panjang.
Meski temuan ini menunjukkan hasil positif, para peneliti mencatat bahwa lebih banyak langkah tidak selalu berarti lebih banyak berat badan yang hilang, Bunda. Sebaliknya, faktor lain memainkan peran yang lebih penting, seperti defisit kalori.
Studi juga memiliki beberapa keterbatasan. Pasalnya, analisis hanya mencakup peserta dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas dan bergantung pada data populasi gabungan, yang berarti temuan tersebut menunjukkan korelasi dan bukan sebab akibat langsung.
"Tentu saja, jika kita berencana untuk melakukan program penurunan berat badan, bicarakan dengan dokter tentang apa yang tepat dalam hal gerakan, tujuan secara keseluruhan, dan an kebiasaan sehat saling membangun," kata kontributor medis ABC News, Dr. Tara Narula, dilansir laman ABC News.
"Semakin banyak berat badan yang kita turunkan, semakin kita ingin berolahraga, dan kita merasa lebih baik. Tetapi sangat membantu untuk mengetahui bahwa sedikit peningkatan itu mungkin sudah cukup."
Demikian studi terbaru yang menemukan manfaat jalan 8.500 langkah setiap hari dan kaitannya dengan penurunan berat badan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Diet Mediterania Kembali Jadi Diet Paling Sehat di Dunia, Ini Alasannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Diet Sederhana Turunkan BB 38 Kg dengan Berjalan Kaki
Cara Diet Turunkan BB 38 Kg dengan Metode Jalan Kaki 6-6-6
5 Jenis Lari dan Jalan Kaki Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan yang Efektif
Berapa Jumlah Langkah Kaki Ideal untuk Turunkan BB? Simak Studi Terbaru
TERPOPULER
Pertama di Indonesia, Tim Dokter RSAB Harapan Kita Operasi Janin saat Masih di Kandungan
Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Malas Terima Telepon & Lupa Kirim Pesan Balik
Plot Twist! Anggun dan Agnez Mo Jadi Ibu-Anak di Reacher
Sosok Destry Gubenur BI Perempuan Pertama, Menambah Daftar Bos Bank Sentral Wanita di Dunia Jadi 27
7 Ciri Orang yang Tidak Terbiasa Mandiri Sejak Kecil
REKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus Kecil Stainless Steel Terbaik dengan Tutup Kaca
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Orang yang Sulit Maju dalam Hidup, Masih Terikat pada 8 Hal Ini
Anak Cerdas tapi Sering Menyendiri, Kapan Orang Tua Perlu Khawatir?
Pertama di Indonesia, Tim Dokter RSAB Harapan Kita Operasi Janin saat Masih di Kandungan
Plot Twist! Anggun dan Agnez Mo Jadi Ibu-Anak di Reacher
Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Malas Terima Telepon & Lupa Kirim Pesan Balik
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tak Mau Bawa Tas Besar Setiap Hari? Ini Review Boston Shoulder Bag Christy Ng
-
Beautynesia
Kapan Usia yang Tepat untuk Pakai Skincare Antiaging? Ini Kata Dokter
-
Female Daily
Ada Lip Balm Hingga Blush On Ungu, Intip Prada Wisteria Collection
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pulang dari Indonesia, Kim Soo Hyun Comeback Jadi MC Acara Penghargaan Korea
-
Mommies Daily
10 Kuliner Khas Dieng yang Wajib Dicoba, Ada yang Cocok untuk Anak