Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Diet Biblical, Pola Makan Viral yang Terinspirasi dari Alkitab

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 28 May 2026 07:30 WIB

Ilustrasi Diet
Diet Biblical, Pola Makan Viral yang Terinspirasi dari Alkitab/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Aekprachaya Ayuyuen
Jakarta -

Diet Biblical yang terinspirasi dari Alkitab kini sedang menjadi tren di Amerika Serikat, Bunda. Diet ini menjadi populer berkat gerakan Make America Healthy Again (MAHA), yang diinisiasi oleh pemerintah AS.

Beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump meluncurkan gerakan Make America Healthy Again untuk mengatasi penyakit kronis, meningkatkan nutrisi, dan menurunkan biaya perawatan kesehatan. Semakin populernya gerakan ini, banyak orang Kristen mempertimbangkan kembali pendekatan mereka terhadap makanan.

Apa itu diet Biblical?

Dilansir laman Money Wise, diet Biblical yang dikenal sebagai makan menurut Alkitab ini mungkin terdengar sederhana. Diet ini fokus pada makanan dan bahan-bahan yang disebutkan dalam Alkitab, yakni menekankan bahan-bahan alami utuh yang bersumber dari sedekat mungkin dengan bentuk aslinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hidrasi dan puasa merupakan elemen kunci lainnya dalam rencana diet ini. Diet juga menyarankan seseorang untuk menghilangkan makanan ultra-olahan dari menu makannya.

Para pendukung diet Biblical mengatakan bahwa diet ini merupakan cara untuk makan sehat sambil menghubungkan keyakinan agama dengan pola makan. Diet juga dianggap dapat meningkatkan vitalitas, membuat kehidupan rumah tangga lebih harmonis, serta pekerjaan lebih produktif.

"Diet berdasarkan Alkitab adalah awal dari semua jawaban atas semua pertanyaan yang telah kita ajukan selama 50 tahun terakhir," kata pelatih kesehatan yang berbasis di Virginia yang dikenal sebagai 'Ahli Gizi Alkitabiah', Annette Reeder, kepada Fox News Digital.

Menurut Reeder, setiap orang sebaiknya berhenti untuk menyesuaikan diri dengan gagasan orang lain tentang apa yang seharusnya dimakan. Setiap orang perlu bertanggung jawab atas apa yang mereka masukkan ke dalam tubuhnya.

"Artinya, jangan fokus pada apa yang dipasarkan sebagai 'terbaik' untuk kita dan sengaja menghindari pajangan yang menampilkan makanan olahan siap saji. Sebaliknya, pilihlah makanan segar, sayuran beku, dan makanan yang benar-benar menyehatkan tubuh," ujar Reeder.

Kisah orang-orang yang menjalani diet Biblical

Diet Biblical berdasarkan Alkitab tetap memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, Bunda. Dalam beberapa hal, pola makan berdasarkan ajaran Alkitab justru dapat menghemat uang.

Beberapa versi makan menurut Alkitab mengharuskan kita memasak makanan dari awal di rumah daripada makan di luar. Sebuah studi tahun 2017 di National Institutes of Health menemukan bahwa memasak di rumah jauh lebih murah daripada makan di luar, dapat menghemat makanan, serta biaya transportasi.

Meskipun demikian, ada pula temuan baru yang mengatakan bahwa makanan ultra-olahan cenderung lebih murah daripada makanan utuh yang lebih sehat. Di sisi lain, harga bahan makanan telah berubah drastis sejak tahun 2013.

Namun, Reeder mengatakan bahwa orang-orang yang khawatir tentang keterjangkauan harga dapat mencari sumber makanan dari toko lokal, pasar petani. Rutin mengonsumsi makanan yang kurang diproses secara bertahap dapat mengalihkan kita ke kebiasaan makan yang lebih sehat.

Untuk memulai diet berdasarkan Alkitab, pembicara, podcaster, dan pelatih kehidupan Kristen dari Texas, Linda Goldfarb, menyarankan agar orang-orang mengambil langkah yang mudah dikelola terlebih dahulu. Mulailah dengan hal yang ringan sebelum memulai aktivitas.

"Daripada memulai hari dengan sereal manis atau makanan olahan, mulailah dengan protein," kata Goldfarb.

Goldfarb mengatakan bahwa perubahan bertahap dapat membantu mengurangi keinginan dan meningkatkan kepuasan. Goldfarb yang menjalani diet ini merasakan manfaatnya pada tubuh.

"Setelah menerapkan diet berdasarkan ajaran Alkitab, tubuh mengalami perubahan yang sangat positif," ujar Goldfarb.

Kisah lain dibagikan oleh Chelsie Ingersoll. Bunda empat anak dari Virginia ini telah menjalani diet berdasarkan Alkitab selama 17 tahun. Ia mengatakan diet itu membantunya menurunkan berat badan sebanyak 20 kilogram (kg) setelah melahirkan dan mengubah pola pikirnya tentang makanan.

Dalam menu makan dietnya, Ingersoll memasukkan telur segar, daging, dan sayuran dari kebun keluarga yang dirawatnya. Semua makanan sehat tersebut rutin dikonsumsinya setiap hari.

"Saya sudah terbebas dari kebiasaan makan karena emosi, dan sungguh menyenangkan bisa menjadi tidak egois soal makanan," katanya.

Pakar kebijakan nutrisi Marion Nestle mengatakan kepada The New York Times bahwa mereka yang mengikuti diet berdasarkan Alkitab 'mungkin baik-baik saja' bila mereka mengonsumsi 'berbagai macam makanan yang relatif tidak diolah'. Tapi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dulu ke ahli gizi sebelum menjalani metode diet ini ya. Bunda.

Demikian penjelasan terkait diet Biblical, yang didasarkan pada Alkitab. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda