MOM'S LIFE
Kenali Fibrelayering, Tren Diet untuk Pencernaan Sehat yang Disebut Lebih Baik dari Fibremaxxing
Arina Yulistara | HaiBunda
Sabtu, 13 Jun 2026 18:00 WIBPernah mendengar tren diet fibrelayering? Tren diet untuk pencernaan sehat yang disebut lebih baik dari fibremaxxing.
Meningkatkan asupan serat kini menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang cukup dapat membantu menurunkan risiko sejumlah penyakit serius, mulai dari kanker usus, penyakit jantung, hingga demensia.
Faktanya, masih banyak orang yang belum memenuhi kebutuhan serat harian yang direkomendasikan. Di tengah meningkatnya kesadaran tersebut, muncul tren baru di media sosial bernama 'fibremaxxing', yakni upaya mengonsumsi serat sebanyak mungkin dalam satu kali makan.
Meski terlihat efektif, para ahli gizi memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut justru dapat memicu gangguan pencernaan. Sebagai alternatif yang lebih ramah bagi tubuh, kini muncul pendekatan baru yang disebut 'fibrelayering'.
Mengutip Huffington Post, mari bahas mengenai tren diet fibrelayering.
Apa itu fibrelayering?
Fibrelayering merupakan metode mengonsumsi serat secara bertahap dan merata sepanjang hari. Berbeda dengan fibremaxxing yang berfokus pada jumlah serat dalam satu waktu.
Fibrelayering menekankan keberagaman sumber serat yang dikonsumsi pada setiap waktu makan. Ahli nutrisi sekaligus Head of Health Mindful Chef, Sasha Watkins, menjelaskan bahwa fibrelayering mengadopsi pendekatan perlahan tapi konsisten.
Menurutnya, serat sebaiknya disebarkan secara merata dalam menu sarapan, makan siang, makan malam, hingga camilan. Pendekatan ini bertujuan mendukung kesehatan mikrobioma usus melalui konsumsi berbagai jenis serat yang memiliki fungsi berbeda di dalam tubuh.
Mengapa tubuh butuh beragam jenis serat?
Serat pangan merupakan jenis karbohidrat yang secara alami terdapat pada tumbuhan. Selain membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, serat juga berperan dalam mengontrol berat badan dan mencegah sembelit.
Pakar diet dan penulis buku Fibre Power, Dr. Emily Leeming, mengatakan bahwa setiap jenis serat memiliki manfaat yang berbeda.
"Sebagian serat membantu memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah, sebagian lainnya membantu menurunkan kolesterol jahat untuk mendukung kesehatan jantung. Ada juga yang menambah volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama," ujar Leeming.
Senada dengan itu, ahli diet terdaftar, Dalia Weinreb, menegaskan bahwa tubuh tidak hanya membutuhkan lebih banyak serat, tapi juga variasi serat yang beragam.
"Kita mendapatkan manfaat dari berbagai jenis serat yang memberi makan mikroba usus yang berbeda dan mendukung berbagai proses fisiologis dalam tubuh," jelas Weinreb.
Menurutnya, konsep fibrelayering lebih sesuai dengan cara kerja sistem pencernaan dibandingkan sekadar mengejar angka konsumsi serat harian.
"Mendorong orang untuk memikirkan keberagaman, bukan hanya jumlah, membantu mengalihkan fokus dari sekadar mengejar target menjadi membangun kebiasaan yang seimbang dan realistis," tambahnya.
Ia pun menyebut bahwa tren nutrisi yang terlalu menekankan kesempurnaan berpotensi menciptakan tekanan psikologis yang justru membuat seseorang menjauhi pola makan sehat.
Cara menerapkan fibrelayering sehari-hari
Weinreb menyarankan pendekatan 'pick and mix' atau mengombinasikan berbagai sumber serat sepanjang hari.
1. Serat larut (Soluble fibre)
Sumber serat larut antara lain oat, chia seed, biji rami, lentil, kacang-kacangan, apel, dan wortel.
"Jenis serat ini membentuk zat menyerupai gel di dalam usus. Manfaatnya antara lain membantu mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol LDL, dan meningkatkan rasa kenyang," ujar Weinreb.
2. Serat tidak larut (Insoluble fibre)
Jenis serat ini banyak ditemukan dalam biji-bijian utuh, beras merah, quinoa, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kulit sayuran. Menurut Weinreb, serat tidak larut berfungsi menambah volume feses sehingga membantu kelancaran buang air besar dan meningkatkan kenyamanan pencernaan.
3. Serat prebiotik
Bawang bombai, bawang putih, daun bawang, asparagus, pisang yang masih agak hijau, dan oat merupakan sumber serat prebiotik yang baik.
"Serat ini secara selektif memberi makan bakteri baik di usus sehingga mendukung keberagaman mikrobioma," kata Weinreb.
4. Pati resisten (Resistant starch)
Pati resisten dapat ditemukan pada kentang atau nasi yang telah dimasak lalu didinginkan, kacang-kacangan, pisang hijau, dan oat. Weinreb menjelaskan bahwa pati resisten memiliki karakteristik yang berada di antara serat larut dan tidak larut serta berperan penting dalam produksi butirat, senyawa yang membantu menjaga kesehatan lapisan usus dan metabolisme tubuh.
Perubahan kecil namun konsisten
Menurut Weinreb, seseorang tidak perlu langsung mengubah pola makan secara drastis untuk mendapatkan manfaat fibrelayering.
Sebagai contoh, sarapan dapat diisi dengan oat dan biji-bijian. Kemudian makan siang dengan kacang-kacangan dan sayuran hijau. Sementara makan malam Bunda bisa mengonsumsi biji-bijian utuh serta aneka sayuran.
"Jika seseorang saat ini masih mengonsumsi sangat sedikit serat, menambahkan satu porsi sayuran atau satu porsi kacang-kacangan setiap hari saja sudah merupakan langkah yang baik," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan bertahap jauh lebih penting dibandingkan mengejar pola konsumsi serat yang dianggap sempurna.
Manfaat fibrelayering untuk kesehatan
Jika dilakukan secara konsisten, fibrelayering berpotensi memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:
- Bantu melancarkan pencernaan.
- Mengurangi kembung setelah usus beradaptasi.
- Menjaga kestabilan gula darah.
- Bantu memperbaiki kadar kolesterol.
- Tingkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol nafsu makan.
- Dukung keberagaman mikrobioma usus.
"Pada akhirnya, jika fibrelayering mendorong masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis tanaman, mengurangi ketergantungan pada produk ultra-proses yang mengklaim tinggi serat serta menerapkan pendekatan yang lebih seimbang terhadap kesehatan usus, maka ini adalah tren yang positif," tutur Weinreb.
Ia merangkum prinsip utama fibrelayering dalam tiga pesan sederhana, yakni mengutamakan variasi dibanding volume, menghargai kemajuan dibanding kesempurnaan, serta memilih makanan utuh dibanding suplemen yang mahal.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa jika peningkatan konsumsi serat justru menimbulkan keluhan pencernaan yang berkepanjangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada gangguan pada saluran cerna yang mendasarinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Diet Mediterania Kembali Jadi Diet Paling Sehat di Dunia, Ini Alasannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ingin Turunkan Berat Badan? Coba 12 Cara Diet Alami Ini, Bun
Tips Diet Ala Instruktur Pound Fit, Bisa Susut Hingga 24 Kg
Tips Sehat Menurunkan Berat Badan Tanpa Konsumsi Pelangsing
7 Langkah Turunkan Berat Badan 10 Kg dalam 2 Bulan, Pakai Aturan 80-20
TERPOPULER
Potret Gracia Indri Bareng Keluarga di Belanda, Sang Anak Dipuji Mirip Ayah Bule Semua
Doa Akhir dan Awal Tahun Islam Beserta Tata Cara & Waktu Membacanya
Potret Anggun Jennifer Coppen dari Siraman, Akad, hingga Resepsi di Bali
Potret Gaya Kamari Anak Jennifer Coppen di Pernikahan Sang Bunda
7 Cara Mengenali Seseorang Tidak Jujur dari Ucapannya saat Ngobrol
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Niat Puasa 1-10 Muharram dan Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin & Artinya
SPMB SMP Bandung 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur
Potret Gracia Indri Bareng Keluarga di Belanda, Sang Anak Dipuji Mirip Ayah Bule Semua
Doa Akhir dan Awal Tahun Islam Beserta Tata Cara & Waktu Membacanya
Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Bikin Heboh Fans, Hong Yi Seol Blak-blakan soal Kedekatan dengan Heo Nam Jun
-
Beautynesia
Teman Belum Bayar Utang Berbulan-bulan? Ini Cara Menagihnya Menurut Ahli Etiket
-
Female Daily
KATSEYE, LE SSERAFIM, dan ILLIT Jawab Para Haters Lewat ‘Iconic by Mistake’
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
1 dari 10 Orang Gagal Kencan karena Aroma Parfum Terlalu Menyengat
-
Mommies Daily
20 Sensory Bag untuk Anak yang Mudah Dibuat di Rumah, Bikin Betah Bermain dan Belajar