MOM'S LIFE
3 Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Jadi Diabetes
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 15 Jun 2026 11:50 WIBTahukah Bunda? Gejala prediabetes pada perempuan sering kali muncul secara halus sehingga kerap tidak disadari.
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar glukosa darah (gula darah) terlalu tinggi untuk dianggap normal, tetapi belum cukup tinggi untuk disebut diabetes. Perbedaan hormonal menyebabkan kondisi ini berbeda antara pria dan perempuan.
Misalnya, perempuan lebih mungkin daripada pria untuk mengembangkan komplikasi terkait diabetes seperti penyakit vaskular.
Dilansir verywell health, lebih dari 80 persen orang dengan diabetes ambang batas, atau prediabetes, tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Gejalanya sering kali ringan dan mudah tidak disadari.
Namun, beberapa tanda awal dan faktor risiko dapat mengindikasikan perlunya skrining. Misalnya, seseorang dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau kelebihan berat badan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan prediabetes.
Gejala prediabetes pada perempuan
Beberapa gejala prediabetes umum terjadi pada pria dan perempuan. Namun, perempuan mungkin mengalami tanda-tanda tambahan, termasuk:
- Infeksi jamur vagina atau infeksi saluran kemih yang sering terjadi.
- Perubahan siklus menstruasi, seperti periode menstruasi yang lebih lama atau lebih berat.
- Penurunan gairah seks, hubungan seksual yang menyakitkan, atau kekeringan vagina
Terdapat pula hubungan yang signifikan antara stres dan prediabetes pada perempuan, karena perempuan yang stres memiliki risiko hampir dua kali lipat mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan dengan perempuan yang tidak stres.
Gejala umum prediabetes
Ada tiga gejala prediabetes yang umum terjadi pada pria dan perempuan, yang meliputi hal-hal berikut:
- Rasa haus yang berlebihan, bahkan setelah minum banyak air.
- Kelelahan yang tidak kunjung hilang meskipun sudah cukup tidur.
- Sering buang air kecil, bahkan tanpa mengonsumsi banyak cairan.
Faktor yang meningkatkan risiko prediabetes
Dilansir UCLA Health, banyak perempuan memiliki kondisi kesehatan tertentu yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi, seperti:
1. Menopause dini
Perempuan yang mengalami menopause sebelum usia 45 tahun biasanya memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
2. Diabetes gestasional
Orang yang didiagnosis menderita diabetes gestasional selama kehamilan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena prediabetes dan diabetes di kemudian hari.
3. Sindrom ovarum metabolik poliendokrin (PCOS)
Banyak penderita PCOS mengalami kesulitan menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin). Akibatnya, lebih dari 50 persen perempuan dengan PCOS mengembangkan diabetes tipe 2 sebelum usia 40 tahun.
Cara mengatasi prediabetes
Prediabetes dapat dicegah sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2 dengan menerapkan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
- Mengelola stres secara teratur
- Menurunkan berat badan
- Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
- Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
Bahkan, perubahan kecil seperti berolahraga selama 30 menit lima hari seminggu dan penurunan berat badan sebesar 7 persen dari berat badan total dapat sangat membantu dalam membalikkan prediabetes dan mencegah diabetes tipe 2.
Selain itu, makanan utama yang harus dihindari penderita prediabetes adalah makanan yang mengandung banyak gula, seperti permen, kue kering, minuman manis, dan roti putih serta biji-bijian olahan.
Diet berbasis tumbuhan telah terbukti dapat menurunkan berat badan serta mencegah dan mengobati diabetes tipe 2.
Nah, itulah beberapa gejala prediabetes pada perempuan yang perlu diperhatikan hingga cara mengatasinya. Hati-hati, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
David Beckham Buktikan Asma Bukan Penghalang Jadi Atlet Dunia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Strategi Cegah Risiko Diabetes, Salah Satunya Kelola Stres dengan Baik
5 Cara Melindungi Diri dari Diabetes, Salah Satunya Pilih Asupan Rendah Gula
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
Fakta tentang Gula Buatan yang Penting Bunda Ketahui
TERPOPULER
Deretan Public Figure dan Mantan Suami Kompak Dampingi Anak di Kelulusan Sekolah
Apakah Perempuan Menopause masih Bisa Hamil? Simak Faktanya
Deretan Kalimat Orang Tua yang Ternyata Menyakitkan bagi Anak
3 Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Jadi Diabetes
Kenali Gejala Awal Kanker yang Terlihat dari Feses
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Ini Janji Justin Hubner untuk Kamari
Deretan Public Figure dan Mantan Suami Kompak Dampingi Anak di Kelulusan Sekolah
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Apakah Perempuan Menopause masih Bisa Hamil? Simak Faktanya
Adakah Tes Calistung untuk Masuk SD 2026/2027? SImak Faktanya!
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Reaksi Ruben Onsu saat Giorgio Antonio Ngaku Jadi Pemilik Rumah Sarwendah
-
Beautynesia
Office Siren Look Viral TikTok, Ini 5 Inspirasi Outfit yang Bold & Sleek
-
Female Daily
Balloon Pants Bisa Jadi Penyegar OOTD, Ini 4 Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Aaliyah Massaid di Ultah Anak, Pancarkan Aura Mahmud Pakai Dress Ombre
-
Mommies Daily
Hati-Hati CAPTCHA Palsu! Ini Cara Membedakannya dari CAPTCHA Asli