Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Ciri Kepribadian Orang yang Membiarkan Piring Kotor Menumpuk Menurut Psikologi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 22 Jun 2026 22:00 WIB

Ilustrasi Piring Kotor
Ilustrasi Piring Kotor/Foto: Getty Images/iStockphoto/Deagreez
Daftar Isi
Jakarta -

Piring kotor yang dibiarkan menumpuk di wastafel sering kali dianggap sebagai tanda kemalasan atau kurangnya kepedulian terhadap kebersihan. Namun, menurut psikologi, kebiasaan ini bisa saja dipengaruhi oleh banyak faktor, Bunda.

Ya, kebiasaan membiarkan piring kotor menumpuk ternyata bisa mengungkap sisi kepribadian seseorang. Dalam psikologi, perilaku sederhana ini sering dikaitkan dengan pola pikir, kebiasaan, dan kondisi emosional tertentu.

"Kebiasaan sehari-hari kita adalah jendela kecil ke dalam sistem saraf, tingkat stres, dan kapasitas emosional kita," kata psikolog berlisensi di Thriveworks, Dr. Crystal Saidi, Psy.D., dilansir laman Parade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Piring-piring kotor bukan hanya soal kebersihan tetapi sering kali menyangkut kapasitas. Ketika seseorang secara teratur membiarkan piring-piring kotor menumpuk, itu tidak selalu berarti mereka malas. Biasanya itu menunjukkan masalah yang lebih dalam, seperti merasa kewalahan," lanjutnya.

Lantas, apa saja ciri kepribadian orang yang suka menumpuk piring kotor? Simak penjelasan Bubun berikut ini ya!

Ciri kepribadian orang yang membiarkan piring kotor menumpuk

Berikut ciri-ciri kepribadian orang yang punya kebiasaan menumpuk piring kotor:

1. Memiliki beban mental yang berlebihan

Jika Bunda selalu membiarkan piring kotor menumpuk di wastafel, itu mungkin bukan tanda kemalasan. Bunda mungkin sebenarnya sedang sibuk, dan kesibukan itu bisa membuat stres.

"Otak kita mungkin sedang menangani terlalu banyak hal sekaligus," ungkap Saidi.

"Ketika ini terjadi, bahkan tugas-tugas sederhana pun bisa terasa berat karena sistem saraf sudah bekerja maksimal," sambungnya.

2. Kelelahan dalam pengambilan keputusan

Mencuci piring yang menumpuk mungkin terlihat sangat mudah. Namun, di tengah kesibukan, seperti merawat anak atau orang tua yang sakit, bahkan pilihan yang mudah pun bisa terasa mustahil untuk dikerjakan.

"Di penghujung hari, kemampuan kita untuk membuat pilihan sekecil apa pun bisa terasa terkuras," ujar Saidi.

3. Menggunakan penghindaran untuk mengatasi stres

Enggan untuk mencuci piring yang menumpuk bisa jadi merupakan cara kita untuk menghindari stres. Kita merasa tidak sanggup untuk membersihkannya lantaran kesulitan untuk menghadapi stres secara langsung.

"Sekadar melihat piring kotor saja sudah memicu rasa bersalah atau tidak enak hati, seperti 'Seharusnya saya melakukan ini lebih awal'. Sistem saraf kita seperti merespons dengan menghindari tugas tersebut sama sekali,"
kata Saidi.

4. Perfeksionisme

Bagi beberapa orang, tidak membersihkan piring dan peralatan makan bisa terasa seperti kehilangan karakter diri sendiri. Bila muncul pikiran tersebut, Saidi menyarankan untuk mempertimbangkan apakah perfeksionisme adalah faktor yang menghambat kita untuk mencuri piring yang menumpuk.

"Jika kita tidak dapat melakukannya dengan 'sempurna', sekaligus atau dengan cara yang benar, otak akan berkata, 'jangan lakukan sama sekali'. Akibatnya, pekerjaan mencuri piring tidak akan dimulai sama sekali," katanya.

5. Rentan terhadap atau sedang mengalami depresi

Kerentanan terhadap depresi hingga enggan mencuri piring bisa jadi merupakan potensi diagnosis kesehatan mental daripada ciri kepribadian. Menurut Saidi, mengabaikan tugas-tugas rumah tangga adalah potensi tanda depresi, Bunda.

"Orang itu mungkin mengalami depresi, yang terasa seperti beban berat namun terlihat tenang. Energi dan motivasi untuk melakukan sesuatu seperti hilang," ungkap Saidi.

6. Sedang mengalami kelelahan emosional

Ciri kepribadian ini adalah salah satu sifat dan alasan yang paling umum kenapa seseorang enggan mencuri piring yang menumpuk. Mereka mungkin mengalami kelelahan emosional karena pekerjaan di rumah atau di kantor.

"Jika kita menghabiskan sepanjang hari merawat orang lain, seperti anak-anak, pasien, klien, dan lansia, energi internal mungkin akan habis saat sampai di rumah," ujar Saidi.

7. Kecenderungan suka memprioritaskan orang lain terlebih dahulu

Kecenderungan untuk memprioritaskan orang lain terlebih dahulu bisa membuat seseorang mengabaikan pekerjaan rumah, termasuk mencuri piring. Orang-orang ini terlalu sibuk mengurus orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri, Bunda.

"Kebutuhan orang ini seperti selalu berada di urutan terbawah, termasuk soal lingkungan rumah," kata Saidi.

Itulah ciri-ciri kepribadian orang yang membiarkan piring kotor menumpuk. Apa Bunda termasuk salah satu orang yang suka melakukannya?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda