HaiBunda

MOM'S LIFE

Apa Itu Diet TKTP, Pola Makan untuk Mendapatkan Berat Ideal dengan Cara Sehat

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 02 Jul 2026 07:40 WIB
Ilustrasi TKTP / Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227
Jakarta -

Bunda pernah mendengar diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP)? Diet ini diklaim bisa membantu kita mendapatkan berat badan ideal dengan cara yang sehat.

Melansir dari laman Drugs, TKTP merupakan diet atau rencana makan dengan asupan kalori dan protein ekstra. Diet ini disebut cocok untuk Bunda yang mengalami penurunan berat badan drastis, kekurangan gizi, atau memiliki masalah kesehatan akibat terlalu kurus.

Seseorang mungkin juga perlu mengikuti diet ini setelah menjalani operasi atau sakit. Kalori ekstra akan membantu dalam menambah berat badan dan menyediakan lebih banyak energi. Sementara itu, protein ekstra akan membantu tubuh pulih dan menjadi lebih kuat.


Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics tahun 2020 menemukan bahwa diet tinggi kalori dan tinggi protein dapat meningkatkan berat badan pada pasien perawatan residensial.

"Diet tinggi kalori dan tinggi protein direkomendasikan bila seseorang tidak cukup makan untuk mempertahankan berat badannya atau mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Diet ini mencakup asupan kalori dan protein yang lebih tinggi daripada diet biasa," kata ahli diet Kierra Brown, dikutip dari The Geriatric Dietitian.

Pola makan diet TKTP

Diet tinggi kalori dan tinggi protein pada dasarnya mencakup makanan dari semua kelompok makanan, Bunda. Namun, kebutuhan kalori dan protein harus disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas seseorang.

Berikut beberapa panduan diet TKTP, seperti dilansir berbagai sumber:

  1. Mengonsumsi semua kelompok makanan tinggi kalori dan tinggi protein yang mudah dicerna.
  2. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak vitamin dan mineral.
  3. Dianjurkan makan lebih sering namun dalam porsi kecil.
  4. Frekuensi makan yang dianjurkan yakni sampai 6 kali dalam sehari, dengan hitungan 3 kali makan berat dan 3 kali camilan.
  5. Makanlah pada waktu yang teratur dan jangan melewatkan waktu makan.
  6. Rasa makanan dapat ditingkatkan dengan pemakaian bermacam-macam bumbu.
  7. Makanan dapat diolah dengan cara digoreng, dipanggang, atau ditumis agar rasanya lebih enak daripada hanya direbus.

Saat menjalani diet TKTP, Bunda juga perlu memerhatikan gaya hidup sehat lainnya, seperti:

  • Melakukan olahraga atau latihan fisik yang cukup dan tidak berlebihan.
  • Istirahat yang cukup, seperti tidur kurang lebih 8 jam.
  • Menghindari segala sesuatu yang dapat memicu stres.

Jenis makanan dalam diet TKTP

Dalam diet ini, Bunda disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori dan protein. Berikut beberapa jenis makanan untuk dikonsumsi dalam diet TKTP:

  • Yoghurt
  • Keju
  • Telur utuh
  • Minyak zaitun
  • Daging sapi atau ayam
  • Ikan berlemak (seperti salmon)
  • Tahu
  • Susu murni atau susu kedelai
  • Bubuk protein atau minuman protein tinggi kalori
  • Milkshake atau smoothie protein homemade
  • Selai Kacang
  • Buah kering
  • Buah-buahan, seperti alpukat
  • Roti gandum utuh, granola, quinoa, havermut, atau ubur gandum
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran
  • Kentang atau ubi jalar
  • Biji-bijian

Berikut contoh menu makan dalam diet TKTP per hari, seperti melansir dari laman UCSF Health:

  • Makan pagi: 1 cangkir sereal, 1 cangkir susu murni, 1 buah, 8 ons jus
  • Makan siang: 4 ons dada ayam, 1 lembar roti gandum utuh, 1/2 buah alpukat, 2 lembar tomat, 1 cangkir susu murni
  • Makan malam: 4 ons salmon panggang, 1 cangkir nasi merah, 1 cangkir sayuran matang

Hal-hal yang diperhatikan saat diet TKTP

Bunda perlu memperhatikan beberapa hal saat menjalani diet TKTP. Selama diet, hindari mengonsumsi asupan yang terlalu manis, gurih, dan berlemak, seperti aneka macam makanan tinggi gula, permen, kue, dekat dengan waktu makan berat.

Sebelum menjalani diet TKTP, Bunda juga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Pastikan diet ini sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatan, terutama bila sedang dalam masa pemulihan pasca operasi atau mengalami kekurangan gizi.

Demikian pola makan dalam diet TKTP, yang diklaim bisa menurunkan berat badan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Diet Mediterania Kembali Jadi Diet Paling Sehat di Dunia, Ini Alasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ucapan Orang Tua yang Bisa Melukai Kondisi Psikologis Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Tanggapan Oki Setiana Dewi Jawab Rumor Poligami & Keretakan Rumah Tangga

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Fobia Hamil Kian Marak, Media Sosial Disebut Jadi Pemicu Utamanya

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Waspada! Zat Kimia yang Masuk Lewat ASI Diduga Ganggu Hormon Bayi sejak Dini

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

Cara Mengenali Orang Bermental Kuat, Pakar Ungkap 21 Tandanya

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tanggapan Oki Setiana Dewi Jawab Rumor Poligami & Keretakan Rumah Tangga

5 Ucapan Orang Tua yang Bisa Melukai Kondisi Psikologis Anak

Waspada! Zat Kimia yang Masuk Lewat ASI Diduga Ganggu Hormon Bayi sejak Dini

Fobia Hamil Kian Marak, Media Sosial Disebut Jadi Pemicu Utamanya

18 Film Bioskop Terbaru Juli 2026 dari Indonesia hingga Hollywood

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK