Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang dengan Kecerdasan di Bawah Rata-rata

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 06 Jul 2026 14:25 WIB

Ilustrasi Perempuan Kerja
7 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang dengan Kecerdasan di Bawah Rata-rata/ Foto: Getty Images/Wasana Kunpol
Daftar Isi
Jakarta -

Orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata biasanya memiliki kemampuan intelektual lebih rendah dibandingkan rata-rata, Bunda. Orang-orang ini sering mengalami kesulitan dalam memahami informasi dan menyelesaikan masalah.

Ketika berkomunikasi, orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata juga kerap menganggap beberapa ide bagus, meski pada kenyataan tidak. Dalam beberapa kasus, orang-orang ini sulit mengembangkan potensi lantaran salah langkah.

Kebiasaan orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata

Orang yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata biasanya dapat dikenali dari kebiasaannya dalam bersikap dan berkomunikasi dengan orang lain. Melansir dari laman Your Tango, berikut 7 kebiasaan yang sering dilakukan orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Terlalu banyak menjadwalkan kegiatan untuk diri sendiri

Orang cerdas lebih menyukai waktu sendirian, sehingga mereka cenderung memiliki lingkaran pertemanan yang lebih kecil namun menjalin hubungan yang mendalam. Mereka nyaman dengan kesendirian, sehingga mereka juga sengaja menolak ajakan bersosialisasi dan menciptakan ruang untuk menyendiri.

Sebaliknya, orang dengan Intelligence Quotient (IQ) rendah membutuhkan validasi eksternal dan perhatian orang lain untuk merasa aman. Untuk mendapatkan semua itu, mereka suka membuat banyak jadwal karena punya lingkaran pertemanan yang luas, namun tidak dekat.

2. Suka berjuang sendiri alih-alih meminta bantuan

Orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata suka mengumbar janji tapi tidak memenuhinya. Hal itu dilakukan karena mereka sering menolak untuk meminta bantuan.

Mereka melebih-lebihkan kemampuan dan keterampilan untuk mengatasi perasaan tidak aman di dalam diri atau ego yang sangat rapuh. Mereka membutuhkan semua orang untuk berpikir bahwa mereka lebih pintar atau lebih penting daripada yang sebenarnya.

3. Suka membuat asumsi

Seseorang yang cenderung membuat asumsi biasanya memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, Bunda. Mereka tidak bisa berpikir sendiri, sehingga berasumsi bahwa sesuatu yang ingin mereka percayai itu benar.

Asumsi ini biasanya muncul karena mereka tidak ingin melakukan analisis kritis sendiri. Mereka adalah pribadi yang tidak memiliki apresiasi terhadap pemikiran kritis.

4. Suka mempertahankan pendapat

Orang yang kesulitan berpikir kritis seringkali melihat perbedaan pendapat sebagai serangan pribadi. Mereka tidak melihatnya sebagai kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru.

Mereka secara naluriah suka membela pendapat sendiri begitu pendapat tersebut ditentang, bahkan sebelum mempertimbangkan apakah orang lain memiliki argumen yang valid. Dalam banyak kasus, percakapan dengan cepat seringkali berubah menjadi fokus untuk melindungi ego diri sendiri daripada mengeksplorasi masalah tersebut.

5. Sering bertindak impulsif

Banyak orang dengan IQ rendah lebih bahagia karena mereka pada dasarnya tidak pesimis. Mereka sering bertindak impulsif karena tidak suka berpikir dan mengkhawatirkan hal-hal yang dianggap salah, Bunda.

Bagi orang yang kurang pintar, kesulitan mereka berasal dari perilaku impulsif seperti pemborosan dan penundaan. Hal itu terjadi karena kebutuhan mereka akan validasi terus-menerus meningkat dan seringkali berakibat buruk.

6. Suka berpura-pura pintar

Orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata biasanya suka melebih-lebihkan kemampuan mereka. Tak hanya itu, mereka sering berjanji dan jarang memenuhi janji tersebut, Bunda.

Berpura-pura lebih pintar dari yang sebenarnya membuat orang-orang ini merasa lebih baik dan nyaman daripada meminta bantuan atau belajar. Namun seiring waktu, tanpa disadari hal itu akan merugikan reputasi mereka sendiri.

7. Sulit menekan emosi

Seseorang dengan kecerdasan di bawah rata-rata biasanya tidak mampu merenungkan emosi atau perasaannya. Mereka bahkan kesulitan melakukan apa pun selain menekan perasaan tersebut ketika muncul. Orang-orang ini seringkali hanya berasumsi bahwa tidak ada pilihan lain yang bisa diambil untuk menekan emosi.

Kesulitan menekan emosi bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak cukup mampu untuk menggali lebih dalam atau menggunakan pemikiran kritis secara objektif untuk mengakui perasaannya dan mengatasi akar penyebabnya secara langsung.

Demikian 7 kebiasaan yang sering dilakukan orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda