MOM'S LIFE
Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya Makan Cepat Menurut Psikologi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 12 Jul 2026 12:00 WIBKebiasaan makan seseorang ternyata bisa mengungkap kepribadiannya, Bunda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan juga dapat mencerminkan beberapa aspek kepribadian, mulai dari cara mengambil keputusan hingga kebiasaan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Salah satu yang dikaitkan dengan kepribadian adalah kecepatan makan seseorang. Melansir dari laman Times of India, psikolog mengatakan bahwa kecepatan makan terkadang dapat memberikan petunjuk kecil tentang cara seseorang berpikir, berperilaku, dan merespons dunia.
Meskipun tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat mendefinisikan kepribadian seseorang, penelitian telah mengidentifikasi hubungan menarik antara kecepatan orang makan dan ciri-ciri psikologis tertentu. Lantas, apa saja ciri kepribadian orang yang suka makan cepat?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya.
Cara mengenali orang dari kebiasaan makan cepat
Berikut 6 cara mengenali orang dari kebiasaan makan cepat menurut psikologi:
1. Mereka memiliki motivasi tinggi dan berorientasi pada tujuan
Orang yang makan dengan cepat sering kali fokus untuk mencapai garis finish. Pola pikir yang sama dapat muncul di bidang kehidupan lainnya.
Mereka mungkin menikmati waktu saat mengerjakan tugas, bekerja secara efisien, dan beralih ke tantangan berikutnya daripada berlama-lama pada satu aktivitas. Psikolog mencatat bahwa orang dengan orientasi pencapaian yang lebih kuat sering kali lebih menyukai kecepatan dan efisiensi dalam rutinitas sehari-hari, termasuk makan.
Bagi orang-orang ini, makan menjadi tugas lain yang harus diselesaikan daripada pengalaman yang dinikmati. Penelitian di Research Square tahun 2021 menemukan adanya hubungan antara kecepatan makan dan karakteristik kepribadian yang lebih luas, meskipun hubungan ini bersifat moderat dan bukan definitif.
2. Mereka lebih tidak sabar dibandingkan kebanyakan orang
Orang yang makan cepat sering kali tidak suka menunggu, seperti mengantre, mengikuti rapat yang membosankan, atau menunggu makanan datang. Mereka secara alami lebih menyukai tempo yang lebih cepat.
Kecenderungan tersebut dapat terbawa ke waktu makan, di mana memperlambat tempo terasa tidak nyaman atau tidak perlu bagi orang-orang ini. Psikolog percaya bahwa kebiasaan sehari-hari sering kali mencerminkan tempo hidup yang kita sukai.
Seseorang yang selalu merasa terburu-buru mungkin secara tidak sadar akan mempercepat waktu makan meskipun tidak ada tenggat waktu yang nyata. Studi yang sama menunjukkan bahwa perilaku makan dibentuk oleh faktor psikologis dan lingkungan.
3. Mereka cenderung memprioritaskan produktivitas daripada momen yang terjadi saat ini
Bagi banyak orang yang makan cepat, kebiasaan ini adalah sesuatu yang harus diselipkan di antara tanggung jawab lain, bukan aktivitas yang layak mendapat perhatian penuh. Mereka mungkin membalas email sambil makan, menggulir layar ponsel, atau tengah mempersiapkan diri secara mental untuk rapat berikutnya.
Psikolog menggambarkan hal tersebut sebagai gaya berpikir yang lebih berfokus pada tugas. Alih-alih sepenuhnya terlibat dengan apa yang terjadi saat ini, perhatian orang-orang yang makan cepat sering diarahkan pada apa yang akan terjadi selanjutnya.
4. Mereka mungkin kesulitan menyadari sinyal kenyang
Salah satu temuan paling konsisten dalam psikologi makan adalah kebiasaan makan dengan cepat dapat mengurangi waktu bagi sinyal kenyang tubuh mencapai otak. Akibatnya, orang yang makan cepat mungkin terus makan melebihi kebutuhan sebenarnya sebelum menyadari bahwa mereka sudah kenyang.
Kondisi tersebut bukan berarti mereka kurang pengendalian diri. Sebaliknya, pengaturan nafsu makan alami tubuh mereka sudah kesulitan mengimbangi kecepatan makan. Para ahli sering merekomendasikan untuk makan lebih lambat karena hal itu memungkinkan sinyal lapar dan kenyang untuk sampai ke otak.
5. Mereka biasanya cepat berkembang di lingkungan yang serba cepat
Orang yang secara alami makan dengan cepat sering merasa nyaman dalam jadwal yang sibuk, tempat kerja yang menuntut, atau lingkungan di mana keputusan cepat dihargai. Mereka mungkin menjadi gelisah ketika kehidupan berjalan dengan lambat.
Psikolog memperingatkan bahwa kebiasaan yang dikembangkan di bawah tekanan waktu yang konstan pada akhirnya dapat menjadi sesuatu yang otomatis. Apalagi, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian dan gaya hidup sama-sama berkontribusi pada perilaku makan.
6. Mereka kurang memperhatikan menu yang disantap
Makan dengan penuh kesadaran melibatkan cara kita memperhatikan rasa, tekstur, rasa lapar, dan rasa kenyang tanpa gangguan. Orang yang makan cepat sering kali memiliki lebih sedikit kesempatan untuk memperhatikan isyarat-isyarat ini karena makanannya sudah habis sebelum mereka sepenuhnya merasakannya.
Para psikolog memandang makan dengan penuh kesadaran sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Memperlambat tempo makan mendorong kesadaran yang lebih besar tentang apa yang kita makan dan mengapa kita memakannya, daripada makan tanpa sadar secara otomatis.
Beberapa hal di atas memang bisa menjadi ciri orang makan cepat. Tapi, makan cepat tidak boleh dianggap sebagai tes kepribadian ya, Bunda.
Kecepatan makan seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kebiasaan masa kecil, rutinitas keluarga, jadwal kerja, budaya, tingkat stres, dan bahkan jenis makanan di piring. Seseorang mungkin makan cepat karena mereka memiliki anak kecil yang harus diasuh, waktu istirahat makan siang yang singkat, atau kebiasaan bertahun-tahun, bukan karena mereka memiliki kepribadian tertentu.
Demikian cara mengenali orang dari kebiasaannya makan cepat. Semoga informasi ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Pamer, Ini 7 Ciri Perempuan Berkelas yang Terlihat Elegan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Mengenali Orang dari Kebiasannya Santap Makanan Paling Enak di Suapan Terakhir
Bunda Tim Bubur Diaduk atau Tidak? Ternyata Ini Gambaran Kepribadiannya Menurut Psikologi
10 Kebiasaan Makan Orang Korea dari yang Sehat sampai Unik
7 Kebiasaan Makan yang Salah, Justru Memicu Penyakit Lho Bun
TERPOPULER
9 Ciri Orang yang Takut Gagal, Bahkan Sebelum Mencoba
Kemenkes Ungkap Hampir 10% Anak RI Alami Masalah Kesehatan Mental, Kenali Tanda Cemas & Depresi
BBM Langka di Bali, WFH dan Sekolah Daring Diberlakukan Selama 3 Hari
Bikin Pangling! Intip Transformasi Sekolah Jakarta
Melahirkan Kembar 3 Th Lalu, Hillary Swank Kini Hamil Anak Ketiga di Usia 52 Th
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Kesalahan Berpakaian ke Kantor, Salah Satunya Terlalu Sering Pakai Baju Hitam
BBM Langka di Bali, WFH dan Sekolah Daring Diberlakukan Selama 3 Hari
9 Ciri Orang yang Takut Gagal, Bahkan Sebelum Mencoba
Kemenkes Ungkap Hampir 10% Anak RI Alami Masalah Kesehatan Mental, Kenali Tanda Cemas & Depresi
62.400 Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Tercatat di 7 Provinsi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baju Berbulu Tampak Baru setelah Pakai Alat Ini, Begini Cara Memakainya
-
Beautynesia
Masjid-Masjid Terbesar di Dunia yang Siap Membuatmu Terpana
-
Female Daily
MEOVV Comeback dengan ‘GO HARD’, Ini Makna Lagu dan Pesan di Baliknya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aijing A2O LITE Viral Debut di Usia 13 Tahun, Visualnya Imut Mirip BoA
-
Mommies Daily
Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil