MOM'S LIFE
Pakar UGM Ingatkan Bahaya Duduk Berjam-jam Sambil Scrolling Handphone
| HaiBunda
Selasa, 04 Aug 2026 13:10 WIBBunda kekinian pasti punya rutinitas scrolling ponsel di sela-sela rutinitas harian. Meskipun sepele, kebiasaan tersebut bisa bendampak pada kesehatan tubuh lho.
Dosen Fisiologi FK-KMK Universitas Gadjah Masa (UGM), dr Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM, AIFO-K, mengungkap bahwa kunci utama kesehatan otak sebenarnya ada pada kelancaran aliran darah dan pasokan oksigen.
Menurutnya, masalah utama dari maraknya kebiasaan scrolling bukanlah pada aktivitas melihat layar media sosial itu sendiri, melainkan posisi duduk terlalu lama (prolonged sitting) yang menyertainya.
"Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari seluruh oksigen yang digunakan tubuh. Oleh karena itu, kata kunci pertama untuk menjaga kesehatan otak adalah oksigen," ujar dr Zaenal dikutip dari laman resmi UGM.
Ia menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk bipedal (berjalan dengan dua kaki) kerap menghadapi tantangan gravitasi yang memengaruhi sirkulasi darah. Saat seseorang tiba-tiba berdiri dari posisi berbaring, aliran darah ke otak bisa mendadak berkurang hingga 60 persen. Lalu bagaimana cara untuk meminimalisasi risiko tersebut?
Agar sirkulasi darah menuju otak tidak terganggu secara drastis, dr Zaenal menyarankan untuk tidak langsung 'loncat' berdiri dari tempat tidur saat bangun pagi. Ia membagikan tips langkah demi langkah yang aman bagi aliran darah:
- Berbaring miring: Lakukan selama kurang lebih 30 detik setelah terbangun.
- Duduk perlahan: Duduklah sambil berdoa atau menenangkan diri selama 30 detik.
- Berdiri sambil jinjit: Berdiri secara perlahan lalu lakukan gerakan jinjit sekitar 8 kali untuk memompa darah kembali naik ke otak.
Tak hanya saat bangun tidur, kebiasaan duduk berjam-jam saat bekerja atau scrolling HP juga patut diwaspadai. Gravitasi membuat darah menumpuk di area tubuh bagian bawah sehingga suplai ke otak menjadi tidak optimal.
"Masalah utamanya bukan semata-mata aktivitas scrolling, tetapi karena posisi duduk yang terlalu lama membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat gravitasi," tegasnya.
Untuk menyiasatinya, ia mengimbau agar durasi duduk dibatasi maksimal satu jam. Setelah 60 menit duduk, sempatkan berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan selama dua menit.
Melalui konsep Exercise is Medicine, olahraga kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan terapi kesehatan. Tetapi seperti halnya obat, olahraga butuh takaran, dosis, intensitas, frekuensi, hingga durasi yang tepat.
dr Zaenal mengingatkan, olahraga kompetitif seperti futsal, tenis, atau bulu tangkis membutuhkan kesiapan fisik ekstra karena pola geraknya yang naik-turun secara drastis. Ia menyoroti maraknya kasus kematian mendadak saat berolahraga yang kerap dipicu oleh ketidakseimbangan sistem tubuh, salah satunya karena nekat berolahraga sesaat setelah makan.
"Apabila pusat yang mengatur sistem pencernaan terlalu dominan, misalnya karena seseorang berolahraga setelah makan, maka jantung bisa menjadi tidak optimal sehingga meningkatkan risiko gangguan jantung bahkan kematian mendadak," peringatnya.
Aktivitas seperti berenang atau olahraga berat lainnya usai makan juga berisiko tinggi memicu kram hingga gangguan sirkulasi darah.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Daya Ingat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak, Bikin Lemot dan Pikun Bun
5 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan Otak
7 Kebiasaan Pagi Hari yang Baik untuk Kesehatan Otak, Lakukan Mulai Besok Bun!
Hati-Hati Bun! Tanpa Kita Sadari 10 Kebiasaan Ini Bisa Rusak Otak
TERPOPULER
Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh
Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4
Potret Keseruan Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Liburan Bareng Anak-anak di Shanghai
7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas
Suami Memukul Istri, Apa yang Harus Dilakukan?
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Cushion yang Bagus untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh
7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas
Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4
Potret Keseruan Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Liburan Bareng Anak-anak di Shanghai
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi? Ini Faktanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Salah Ukur Dapur, Kitchen Set Tidak Muat? Ini Cara Mengukur Sebelum Checkout
-
Beautynesia
3 Drakor di Netflix yang Mirip 100 Days of Deception dan Dapat Rating Tinggi
-
Female Daily
4 Penyebab Kulit Kepala Bau yang Perlu Kamu Ketahui, Bukan Cuma karena Jarang Keramas!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Bukan Cincin Berlian, Wanita Kini Lebih Pilih Tas Mewah untuk Hadiah Tunangan
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Pokémon RUN 30 Indonesia hingga Laptop Terbaru HP Omnibook 5