Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi? Ini Faktanya

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Nov 2026 16:10 WIB

Ilustrasi masakan cumi
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi? Ini Faktanya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Augustcindy
Daftar Isi
Jakarta -

Apakah ibu hamil boleh makan cumi? Pertanyaan ini mungkin muncul saat Bunda ingin menikmati hidangan laut selama kehamilan.

Cumi-cumi memang dikenal memiliki rasa yang lezat dan bisa diolah menjadi berbagai menu, mulai dari cumi goreng tepung, cumi bakar, hingga tumis cumi pedas.  Lantas apakah cumi aman dikonsumsi selama kehamilan? simak faktanya berikut yuk, Bunda. 

Manfaat kesehatan cumi-cumi

Mengutip laman Webmd, Cumi-cumi merupakan salah satu makanan laut yang populer di seluruh dunia. Harganya terjangkau, mudah diolah menjadi berbagai hidangan, dan memiliki cita rasa yang lezat. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cumi-cumi dapat dipanggang, ditumis dengan cepat, direbus, dimasak dengan teknik braising (memasak perlahan dengan sedikit cairan), bahkan dikonsumsi mentah sebagai sashimi.

Dalam satu porsi cumi-cumi mentah sebanyak 4 ons (sekitar 113 gram), terkandung 104 kalori, 18 gram protein, 2 gram lemak, 3 gram karbohidrat. Cumi juga sumber nutrisi mulai dari vitamin C zat besi sampai kalsium.

Manfaat cumi-cumi bagi kesehatan sering dikaitkan dengan kandungan proteinnya yang tinggi. Manfaat lainnya berasal dari kandungan asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids), yang juga dikenal sebagai asam lemak omega-3.

Apakah ibu hamil boleh makan cumi?

Mengutip laman Vinmec, pertanyaan apakah ibu hamil boleh makan cumi? jawabannya boleh ya, Bunda. Cumi cumi dianggap sebagai salah satu pilihan makanan laut yang kaya nutrisi karena mengandung asam lemak omega-3, protein, dan berbagai zat gizi penting. Namun, sebagian besar makanan laut mengandung merkuri dalam kadar tertentu, termasuk cumi-cumi.

Namun khusus pada cumi cumi, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration atau FDA) telah mengukur rata-rata kadar merkuri dalam berbagai jenis makanan laut selama lebih dari 20 tahun. Berdasarkan data FDA, cumi-cumi memiliki kadar merkuri rata-rata sebesar 0,024 PPM (parts per million), yang tergolong sangat rendah. 

Menariknya, calamari atau cumi-cumi termasuk salah satu pilihan makanan laut yang baik bagi ibu hamil maupun perempuan yang sedang merencanakan kehamilan. Kandungan merkurinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan jenis ikan tertentu, seperti hiu, ikan todak (swordfish), tuna, dan marlin.

Karena kandungan merkurinya rendah, ibu hamil pada trimester ketiga atau saat usia kehamilan memasuki bulan ketujuh dapat mengonsumsi cumi-cumi sebanyak dua hingga tiga porsi per minggu. Setiap porsi setara dengan sekitar 4 ons atau 113 gram.

Hal ini menjadikan cumi-cumi sebagai salah satu pilihan makanan laut yang baik selama kehamilan. Selain mengandung merkuri dalam jumlah minimal, cumi-cumi juga menyediakan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Cara memasak cumi yang aman untuk ibu hamil

Meski aman, cumi-cumi hanya aman dikonsumsi ibu hamil jika masih segar atau dibekukan dengan benar dan dimasak hingga matang sempurna. Setelah dimasak dengan benar, cumi-cumi dapat dikonsumsi pada berbagai tahap kehamilan, baik pada trimester pertama maupun trimester berikutnya.

Mengutip laman Healthline, meskipun cumi aman dikonsumsi selama kehamilan, makanan laut ini harus dimasak dengan benar. Ada beberapa cara untuk mengolah cumi, seperti menggoreng, menumis, memanggang dalam oven, atau membakarnya.

Sebaiknya hindari konsumsi cumi dalam kondisi mentah termasuk sushi yang menggunakan bahan cumi atau yang belum matang sempurna. Pasalnya makanan laut mentah dapat mengandung bakteri berbahaya yang berisiko mengganggu kesehatan ibu dan janin.

Makanan laut perlu dimasak hingga mencapai suhu internal sekitar 145°F atau 62,8°C untuk memastikan kematangannya termasuk cumi. Setelah selesai dimasak, sisa makanan sebaiknya segera disimpan di dalam lemari es. Jika dibiarkan pada suhu ruangan, bakteri berbahaya dapat berkembang dalam waktu satu hingga dua jam.

Begitulah penjelasan tentang apakah ibu hamil boleh makan cumi? jawabannya boleh ya, Bunda dengan catatan cara memasaknya harus benar dan matang. 

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda