MOM'S LIFE
Lakukan Langkah Berani Ini bila Bunda Sering Merasa Tak Didengar dan Tak Dihargai
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 17 Aug 2026 14:25 WIBBunda sering merasa tidak didengar dan tidak dihargai ketika berbicara dengan orang lain? Perlakuan seperti itu bisa terasa melelahkan dan bikin hati kesal.
Menurut pakar dari City University of New York (CUNY) School of Public Health, Bruce Y. Lee, M.D., M.B.A, merasa tidak dilihat atau didengar merupakan masalah umum dalam situasi kerja dan sosial, serta dalam kehidupan secara umum. Hal itu bisa menjadi alasan mengapa seseorang tidak bahagia dalam pekerjaan, hubungan, atau kehidupannya.
"Sejak kita lahir, kita semua memiliki kebutuhan yang terus-menerus akan hadirnya untuk memperhatikan kita. Terlepas dari seberapa mandiri kita, rasa percaya diri, identitas, rasa aman, dan kebahagiaan dapat terkait dengan bagaimana orang-orang di sekitar memandang," kata Lee, dilansir Psychology Today.
Langkah yang dilakukan bila sering tak didengar dan tak dihargai
Ada banyak alasan orang enggan mendengar atau menghargai orang lain. Ini biasa karena jenis kelamin atau identifikasi gender, latar belakang ras atau etnis, kepribadian, atau perbedaan tujuan dalam organisasi, komunitas, atau lingkaran sosial.
Bagi para pemimpin, mendapatkan perlakuan 'tidak didengar dan tidak dihargai' bisa menimbulkan masalah besar. Sebaliknya, mereka juga perlu memastikan bahwa setiap orang merasa diperhatikan dan didengarkan, Bunda.
"Dalam sebuah organisasi atau lingkungan sosial, pemimpinlah yang cenderung menentukan suasana. Pemimpin harus mengambil inisiatif untuk secara teratur mengatakan kepada setiap orang, 'Saya ingin mengenal kamu dan mendengar apa yang ingin kamu sampaikan', dan bersungguh-sungguh," ungkap Lee.
"Pemimpin tersebut kemudian dapat mengulangi apa yang telah didengarnya kepada setiap orang untuk memastikan bahwa pesan tersebut telah diterima dengan benar, dan kemudian bertindak positif berdasarkan apa yang telah disampaikan."
Pada kenyataannya, tidak banyak pemimpin yang meluangkan waktu atau upaya untuk melakukan hal tersebut. Bila hal itu dialami oleh Bunda, Lee menyarankan untuk berani bicara.
"Jika kamu merasa tidak didengar atau tidak diperhatikan dalam suatu organisasi atau lingkungan sosial, mulailah dengan berbicara kepada siapa pun yang memimpin keseluruhan organisasi tersebut," ujar Lee.
Menurut Lee, kita dapat menggunakan kata-kata yang spesifik saat mengutarakan kegundahan, seperti, 'Saya merasa tidak didengar atau diperhatikan'. Bersikap langsung dapat membantu menentukan apakah pengabaian terhadap kita adalah kelalaian yang jujur atau tidak.
"Jika pemimpin tersebut peduli, maka ia akan segera menyatakan keprihatinannya dan mulai mendengarkan apa yang ingin kita sampaikan serta bekerja sama untuk memperbaiki situasi tersebut," kata Lee.
"Namun, jika pemimpin tersebut terus berbicara tentang dirinya sendiri lagi, mengklaim bahwa ia memang mendengar dan melihat, atau bahkan menyalahkan kita karena tidak didengar atau dilihat, maka kita sudah mendapatkan jawabannya," lanjutnya.
Sebagian besar hal tersebut juga berlaku untuk situasi pribadi, seperti dengan teman atau pasangan. Perbedaannya adalah ketika kita dan orang lain memiliki kekuatan yang sama, termasuk kesetaraan tanggung jawab untuk saling mendengarkan dan memahami.
"Jadi, bijaksana untuk memulai dengan bahasa yang lebih saling pengertian, seperti, 'Saya merasa tidak diperhatikan atau didengarkan. Apakah saya melakukan sesuatu yang salah? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah ini?'," ungkap Lee.
"Sekali lagi, jika orang lain benar-benar peduli pada kita, maka dia akan dengan sungguh-sungguh mencoba memahami perasaan kita dan bekerja sama untuk memperbaiki situasi tersebut."
Jika Bunda merasa bahwa orang itu tidak memiliki minat yang tulus untuk mengatasi kekhawatiran kita, mungkin sudah saatnya untuk pergi dan mencari situasi yang lebih baik. Ingat, kita bukanlah tumpukan debu yang bisa begitu saja disapu di bawah karpet atau disapu oleh robot penyapu lantai.
Terlalu lama diabaikan dan tidak diperhatikan dapat berdampak negatif secara emosional, psikologis, dan bahkan fisik. Hidup terlalu singkat untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang tidak peduli untuk benar-benar melihat atau mendengar kita, Bunda.
Demikian langkah yang dapat dilakukan bila Bunda merasa tidak didengar atau tidak dihargai. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali 7 Tanda Seseorang yang Terlahir Egois
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Tanda Seseorang Terlahir Baik Hati Menurut Psikologi
Suka Sakit di Area Tubuh? Jangan-jangan Bunda Menyimpan Emosi Negatif Ini
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
Ingin Tahu Bunda Tipe Ibu Seperti Apa? Coba Kuis Ini Yuk
TERPOPULER
Ciri Utama Orang Cerdas Menurut Ahli Saraf, Leonardo da Vinci Juga Melakukannya
Psikolog Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bantu Anak Jadi Tangguh & Pantang Menyerah
5 Cara Membuat Matcha Latte Seenak dan Creamy ala Kafe Terkenal
15 Jurusan Kuliah Tersulit Berdasarkan IPK dan Waktu Belajarnya
Ciri Kepribadian Orang yang Memiliki kebiasaan Menggigit Kuku
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Mirzan Meer Mendadak Lewat saat Live, Pevita Pearce Ungkap Sikap Manis Suami di Belakangnya
Psikolog Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bantu Anak Jadi Tangguh & Pantang Menyerah
5 Cara Membuat Matcha Latte Seenak dan Creamy ala Kafe Terkenal
Ciri Utama Orang Cerdas Menurut Ahli Saraf, Leonardo da Vinci Juga Melakukannya
15 Jurusan Kuliah Tersulit Berdasarkan IPK dan Waktu Belajarnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bisa Gantikan Laptop untuk Tugas Kuliah, Ini 5 Tips Maksimalkan Tablet
-
Beautynesia
L'Oreal Indonesia Hadirkan Kolaborasi Bersama Lie Kuang dalam Peluncuran Buku The Nine Cuts by Lie Kuang
-
Female Daily
Mengenal Re-Nutriv Ultimate Diamond Brilliance Crème, Skincare Mewah dengan Teknologi Age Reversal dari Estée Lauder!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Jang Wonyoung IVE Pamer Bareface, Imut Bak Bayi di Balik Show DIOR
-
Mommies Daily
Anak Susah Makan Sayur? Ini Cara agar Anak Terbiasa Makan Sehat