Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Menanam Kimpul Sendiri di Rumah, Mudah untuk Pemula

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 29 Aug 2026 21:30 WIB

Malanga three tubers on a green grass, Xanthosoma sagittifolium or Colocasia esculenta. Malanga popular food in Cuba
Ilustrasi Xanthosoma sagitifolium atau kimpul / Foto: Getty Images/author
Daftar Isi

Bunda ingin mencoba menanam kimpul atau talas di rumah? Mari simak cara menanam kimpul di rumah yang mudah untuk pemula.

Cara menanam kimpul sendiri di rumah bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman pangan. Kimpul atau talas putih (Xanthosoma sagittifolium) dikenal sebagai tanaman umbi yang dapat tumbuh di wilayah tropis dan menghasilkan umbi yang kaya karbohidrat.

Tanaman ini juga relatif cepat tumbuh selama mendapatkan cukup cahaya, tanah subur, kelembapan yang sesuai, serta suhu hangat. Mengutip buku Teknologi Pengolahan Talas dan Aplikasinya karya Islamil Sulaiman dan Santi Noviasari, kimpul disebut memiliki kandungan karbohidrat sekitar 70,73 persen dan dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti getuk, keripik, hingga perkedel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kimpul tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi mentah karena mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Oleh sebab itu, selain mengetahui cara menanamnya, penting pula memahami cara merawat dan mengolah kimpul dengan benar.

Mengenal kimpul sebelum menanamnya

Kimpul putih atau Xanthosoma sagittifolium merupakan tanaman dari famili Araceae dengan genus Xanthosoma. Tanaman ini memiliki daun berbentuk menyerupai anak panah yang tumbuh tegak dan dapat mencapai tinggi hingga sekitar dua meter.

Bagian umbinya berkembang di dalam tanah dan menjadi bagian yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat. Dibandingkan sekadar tanaman hias, kimpul juga berpotensi menjadi tanaman pangan rumahan.

Dengan tanah yang subur, air yang cukup tapi tidak berlebihan, sinar matahari memadai, serta suhu hangat, tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat. Namun pastikan pengolahan umbinya dilakukan secara menyeluruh sebelum dikonsumsi karena kimpul mentah mengandung kalsium oksalat.

Cara menanam kimpul sendiri di rumah

Berikut menanam tanaman kimpul sendiri di rumah.

1. Siapkan umbi kimpul untuk bibit

Kimpul dapat diperbanyak menggunakan umbi utuh maupun umbi anakan atau cormel yang tumbuh di sekitar umbi utama. Bagian pucuk dari umbi utama juga dapat digunakan untuk menghasilkan tanaman baru.

Pilih bibit yang sehat, tidak busuk, tak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda serangan penyakit agar pertumbuhannya lebih optimal. Penanaman sebaiknya dilakukan ketika kondisi lingkungan cukup hangat.

Setelah mendapatkan bibit, tanam bagian umbi atau cormel pada media yang lembap dan subur. Kimpul termasuk tanaman yang pertumbuhannya cepat dalam satu musim sehingga bibit yang sehat akan lebih mudah berkembang menjadi tanaman dengan daun berukuran besar.

2. Gunakan tanah yang subur dan memiliki drainase baik

Kimpul menyukai tanah yang dalam, subur, gembur, serta kaya bahan organik. Campuran tanah dengan kompos atau bahan organik yang cukup dapat membantu menyediakan nutrisi sekaligus membuat media tidak mudah pada

Kondisi tanah yang baik juga penting karena umbi kimpul berkembang di dalam tanah. Hal yang perlu diperhatikan juga jangan menanam kimpul di tanah yang selalu tergenang.

Berbeda dengan beberapa jenis talas yang lebih tahan terhadap kondisi basah, kimpul lebih menyukai tanah lembap tapi tetap memiliki drainase baik. Jika ditanam dalam pot, gunakan wadah yang memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan menyebabkan umbi membusuk.

3. Pilih lokasi dengan cahaya matahari cukup

Kimpul membutuhkan cahaya matahari agar dapat tumbuh dengan baik. Usahakan tanaman mendapatkan sekitar 4 sampai 6 jam cahaya matahari langsung setiap hari.

Paparan cahaya selama enam jam atau lebih dapat membantu tanaman menghasilkan umbi yang lebih besar, meski kimpul masih mampu beradaptasi dengan kondisi teduh sebagian. Jika menanam kimpul di dalam rumah, letakkan tanaman di dekat jendela yang mendapatkan cahaya terang.

Untuk penanaman dalam jangka panjang, area luar ruangan dengan sinar matahari yang cukup biasanya lebih ideal karena kimpul merupakan tanaman tropis membutuhkan kehangatan untuk berkembang.

4. Siram secara rutin, namun jangan sampai tergenang

Penyiraman menjadi salah satu bagian penting dalam cara menanam kimpul. Tanaman ini membutuhkan tanah yang konsisten lembap selama masa pertumbuhan.

Penyiraman secara mendalam sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu dapat dilakukan, kemudian frekuensinya disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tingkat kekeringan tanah. Hindari kebiasaan hanya menyiram sedikit air setiap hari.

Penyiraman dalam jumlah cukup membuat air dapat mencapai area perakaran yang lebih dalam. Pada cuaca sangat panas, tanaman mungkin membutuhkan air lebih sering. Sebaliknya, ketika tanah masih lembap, penyiraman dapat dikurangi agar umbi tidak mengalami pembusukan.

5. Pastikan suhu dan kelembapan sesuai

Sebagai tanaman tropis, kimpul tumbuh optimal pada kondisi hangat dan lembap. Suhu sekitar 20 sampai 30 derajat Celsius cocok untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Kelembapan udara sekitar 60 hingga 85 persen juga membantu menjaga daun besar kimpul tetap sehat.

Daun kimpul yang berukuran besar dan relatif tipis dapat mengalami bagian tepi yang kecokelatan atau robek apabila tanaman berada dalam kondisi terlalu kering, terkena angin kencang, atau kekurangan air. Oleh sebab itu, pilih lokasi yang terlindung dari angin berlebihan dan pertahankan kelembapan tanah secara konsisten.

6. Berikan pupuk secara berkala

Kimpul termasuk tanaman yang membutuhkan cukup banyak nutrisi selama masa pertumbuhan. Pupuk seimbang dapat diberikan sekitar tiga hingga empat minggu sekali untuk membantu menunjang perkembangan tanaman.

Pemberian pupuk juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kesuburan media tanam. Ketika umbi mulai berkembang, pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi dapat dipertimbangkan untuk mendukung pembentukan dan penyimpanan pati pada umbi.

Jangan langsung memberikan pupuk pada tanaman yang baru dipindahkan, sedang layu, atau mengalami stres. Tunggu sampai tanaman menunjukkan pertumbuhan baru yang sehat.

7. Beri ruang tumbuh yang cukup

Salah satu kesalahan dalam menanam kimpul adalah menggunakan media yang terlalu dangkal atau padat. Kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan umbi kurang maksimal bahkan menghasilkan umbi berukuran kecil atau bercabang.

Jika ditanam di pot, pilih wadah yang cukup dalam sehingga akar dan umbi memiliki ruang untuk berkembang. Untuk penanaman di tanah, gemburkan media terlebih dahulu dan campurkan kompos agar struktur tanah menjadi lebih longgar. Tanah yang dalam dan subur akan memberikan ruang bagi umbi untuk berkembang selama musim pertumbuhan.

8. Waspadai masalah yang sering muncul

Kimpul dapat mengalami beberapa masalah selama proses budidaya. Salah satunya busuk umbi akibat terlalu banyak air. Kondisi ini biasanya terjadi ketika tanaman ditanam pada media yang tergenang atau penyiraman dilakukan secara berlebihan.

Untuk itu, prinsipnya menjaga tanah tetap lembap, bukan basah dan tergenang. Daun yang terbakar atau robek juga dapat menjadi tanda tanaman mengalami kekeringan, udara terlalu kering, atau terlalu banyak terkena angin.

Sementara itu, umbi yang kecil dapat disebabkan oleh tanah yang padat, dangkal, kurang subur, atau masa pertumbuhan yang terlalu singkat. Perbaikan media tanam dan pemberian air serta nutrisi yang konsisten dapat membantu mengatasinya.

9. Perhatikan keamanan kimpul sebelum dikonsumsi

Meski umbi kimpul dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, seluruh bagian tanaman dalam kondisi mentah mengandung kalsium oksalat. Senyawa tersebut dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi sehingga kimpul harus dimasak secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Pengolahan kimpul secara tepat menjadi bagian penting setelah berhasil memanennya. Umbi dapat dimanfaatkan untuk berbagai olahan makanan setelah dimasak dengan benar. Dalam bahan yang ditampilkan pada gambar, kimpul juga disebut telah lama dimanfaatkan masyarakat dan dapat diolah menjadi makanan seperti getuk, keripik, serta berbagai produk berbahan dasar pati.

10. Jauhkan dari hewan peliharaan

Selain perlu diperhatikan untuk konsumsi manusia, kimpul juga sebaiknya ditempatkan jauh dari jangkauan hewan peliharaan. Bahan yang diberikan menyebutkan bahwa Xanthosoma sagittifolium beracun bagi kucing dan anjing karena kandungan kalsium oksalat tidak larut.

Paparan tanaman tersebut dapat menyebabkan iritasi pada mulut, rasa terbakar pada mulut, lidah dan bibir, air liur berlebihan, muntah, hingga kesulitan menelan. Karena itu, jika kimpul ditanam di rumah yang memiliki hewan peliharaan atau anak kecil, pilih lokasi yang aman dan tidak mudah dijangkau.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda