Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Hobi Duduk Seharian? Waspada Bun, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Pritadanes   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 15:35 WIB

Asian woman working at home while vacuum cleaner and air purifier are working
Hobi Duduk Seharian? Waspada Bun, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker/Foto: Getty Images/Keeproll
Jakarta -

Bunda suka mager dan bisa duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak? Waspada, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata tidak baik jika dilakukan terus-menerus.

Terlalu lama duduk dan minim aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kita terlalu banyak duduk?

Malas gerak (mager) atau sedentary lifestyle mungkin menjadi gaya hidup sebagian orang. Tidak sedikit dari mereka lebih memilih duduk, daripada aktif bergerak. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu munculnya kanker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Duduk terlalu lama dan risiko kanker

Namun, kanker dan sedentary lifestyle ini keduanya tidak secara langsung berhubungan. Hal ini, karena penyebab kanker itu sendiri multifaktoral, sehingga tidak bisa hanya mengacu kepada satu penyebab.

Spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi, dr Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi mengatakan hubungan kanker dan hidup bermalas-malasan berkaitan dengan obesitas.

"Jadi kaitannya dengan obesitas ujungnya. Karena sudah diakui dari penelitian-penelitian yang sudah dipublikasi bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko untuk memicu terjadinya kanker," kata dr Santi saat temu media di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

"Jadi gaya hidup yang seperti ini sudah tentu akan membuat orang itu akan bertambah BMI-nya (Body Mass Index), sehingga massa ototnya menjadi kurang," lanjutnya.

Hubungan antara sedentary lifestyle dan kanker juga didukung oleh penelitian yang terbit tahun 2026 berjudul "Sedentary behaviour and cancer risk: a World Cancer Research Fund International Global Cancer Update Programme (CUP Global) systematic literature review and meta-analysis".

Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa perilaku kurang gerak yang berkepanjangan kemungkinan merupakan penyebab kanker payudara dan kanker usus besar, sementara bukti sugestif terbatas mendukung hubungan positif untuk beberapa pasangan paparan-kanker lainnya, termasuk kanker paru-paru dan kanker ovarium.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda