MOM'S LIFE
Kenapa Harus Pakai Masker saat Ada Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 07 Sep 2026 11:35 WIBErupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026) menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Masyarakat di area terdampak pun perlu mewaspadai paparan abu yang dapat membahayakan saluran pernapasan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama paparan abu vulkanik masih tinggi. Namun, jika harus beraktivitas keluar, penggunaan masker dan kacamata menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan, Bunda.
“Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata,” ujar Menkes Budi, dikutip dari laman Kemenkes RI, Senin (7/9/2026).
Efek menghirup abu vulkanik bagi kesehatan
Debu vulkanik adalah partikel sangat halus dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang terlontar saat terjadi erupsi. Ukurannya yang sangat kecil, yaitu PM10 dan PM2.5, sangat mudah terhirup hingga masuk ke saluran napas dalam.
Dilansir Instagram @pdpi.jakarta, Dokter Spesialis Paru, dr. Ibrahim Dharmawan, SpP, menjelaskan bahwa paparan debu vulkanik dapat menyebabkan beberapa keluhan. Berikut di antaranya:
- Tenggorokan terasa tidak nyaman
- Batuk
- Sesak napas
- Iritasi mata dan hidung
Meski tidak semua orang akan mengalami keluhan berat, Ibrahim mengingatkan tetap perlu waspada, terutama kelompok dengan risiko lebih tinggi, seperti orang dengan asma, PPOK, penyakit paru lainnya, anak-anak, lansia, dan mereka yang terpapar debu dalam jumlah besar.
Bagaimana debu vulkanik bisa mencapai bagian terdalam paru?
Bunda, partikel debu vulkanik yang sangat kecil bisa lolos dari saringan alami saluran napas bagian atas dan mencapai bagian terdalam paru.
Ibrahim menjelaskan bahwa makrofag (sel pertahanan paru) akan mencoba memfagositosis partikel tersebut.
Namun, partikel mineral yang tidak mudah larut dapat bertahan lebih lama dan memicu respons peradangan, terutama jika paparannya tinggi atau terjadi secara berulang kali.
Bedanya abu vulkanik dan debu biasa
Abu vulkanik sering dianggap sama dengan debu biasa. Padahal, keduanya memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda. Berikut perbedaan abu vulkanik dan debu biasa yang perlu Bunda ketahui:
Abu vulkanik:
- Komposisi sangat bervariasi campuran berbagai bahan di lingkungan, seperti serbuk tanaman, serat tekstil, tanah, jelaga (polusi kendaraan), dan kulit mati.
- Bentuk partikel beragam dan sebagian relatif lebih lunak.
- Ukurannya sangat bervariasi.
Debu biasa:
- Komposisi utama dari pecahan sangat kecil batuan, mineral, dan material vulkanik yang terlontar saat erupsi.
- Partikel cenderung keras, bersudut tajam, dan abrasif.
- Bisa mengandung mineral seperti silika (kandungan bervariasi tergantung gunungnya).
“Jadi, debu vulkanik bukan ‘abu pembakaran’ melainkan pecahan batuan yang sangat kecil akibat aktivitas gunung berapi. Memahami perbedaannya membantu kita lebih siap melindungi kesehatan paru,” tutur Ibrahim.
Cara mencegah debu vulkanik masuk ke saluran pernapasan
Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah debu vulkanik masuk ke saluran pernapasan. Berikut di antaranya:
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
- Gunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari paparan abu vulkanik.
- Batasi aktivitas luar ruangan, terutama saat kualitas udara buruk.
- Tutup pintu dan jendela rumah, gunakan penyaring udara (air purifier) jika tersedia.
- Bersihkan tubuh, wajah, dan hidung setelah di luar ruangan.
- Cuci pakaian yang terkena debu secara terpisah dari pakaian yang lain.
Tips memilih masker yang tepat untuk menghindari abu vulkanik
Dilansir detikcom, abu vulkanik mengandung partikel yang dapat tersebar di udara. Ketika terhirup, partikel tersebut berpotensi mengiritasi saluran pernapasan.
Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan ketika masyarakat harus berada di luar ruangan.
Tidak sembarangan, Bunda juga perlu memperhatikan pemilihan masker. Profesor paru dari RSUP Persahabatan, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengatakan masker yang ideal digunakan untuk meminimalkan paparan abu vulkanik adalah jenis respirator.
Masker tersebut memiliki kemampuan untuk memfiltrasi partikel-partikel halus atau particulate matter yang terdapat di udara.
“Yang ideal yaitu masker yang kita sebut respirator, yang bisa memfiltrasi partikel particulate matter seperti contohnya masker N95 atau KN95,” ujar Prof. Agus.
Namun, Prof. Agus mengatakan masyarakat juga dapat menggunakan masker jenis respirator lain selama memiliki kemampuan untuk menyaring partikel.
“Atau bisa juga respirator lain yang memiliki kemampuan memfiltrasi particulate matter, itu bisa dilihat juga dari bahan yang dipakai apakah ada kemampuan memfiltrasi,” ujarnya.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
David Beckham Buktikan Asma Bukan Penghalang Jadi Atlet Dunia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
TERPOPULER
Ciri-ciri Orang yang Pendiam tapi Sebenarnya Cerdas, Apakah Kamu Salah Satunya?
Kenapa Harus Pakai Masker saat Ada Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru
200 Nama Bayi yang Cocok untuk Anak Kelahiran September
Mendikbud Putuskan Sekolah PJJ Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Utamakan Keselamatan & Kesehatan Siswa
Rambut Kering tapi Kulit Kepala Berminyak, Kok Bisa?
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Viral Masker Dibasahi untuk Cegah Abu Vulkanik, Dokter Paru Ungkap Tak Ada Dasar Ilmiah
Rambut Kering tapi Kulit Kepala Berminyak, Kok Bisa?
Ciri-ciri Orang yang Pendiam tapi Sebenarnya Cerdas, Apakah Kamu Salah Satunya?
Kenapa Harus Pakai Masker saat Ada Abu Vulkanik? Ini Penjelasan Dokter Paru
Mendikbud Putuskan Sekolah PJJ Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Utamakan Keselamatan & Kesehatan Siswa
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Hari Batik Nasional Sebentar Lagi, Sudah Siap Tampil Beda dengan Batik Kerja?
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Orang Diam-Diam Iri dari Kalimat yang Diucapkan
-
Female Daily
Siap Bertemu Gong Yoo? Fan Meeting ‘LONG TAKE’ Hadir di Jakarta!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tragis, Influencer Meninggal Usai Jalani Prosedur Pembesaran Alat Vital
-
Mommies Daily
7 Sneakers untuk ke Kantor yang Nyaman untuk Commuter dan Tetap Stylish