Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Studi Ungkap Dampak El Nino: 451 Ribu Kematian Diprediksi Terjadi, 19 Ribu di RI

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Kamis, 24 Sep 2026 13:10 WIB

Thermometer background is blue sky Content on global warming
Ilustrasi El Nino / Foto: Getty Images/Niwat Khongpraphat
Jakarta -

Apakah di tempat tinggal Bunda masih belum turun hujan? Berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim BMKG, sebanyak 556 ZOM yang mencakup 61,91 persen dari luas daratan Indonesia saat ini sedang mengalami musim kemarau.

Bahkan El Nino 2026 menyebabkan terjadinya periode kemarau pada beberapa ZOM dengan tipe hujan sepanjang tahun. Dengan kondisi kering yang masih panjang, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, serta seluruh masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif demi mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah keterbatasan air.

451 ribu orang di dunia berpotensi meninggal akibat panas ekstrem dipicu fenomena El Nino

Sementara itu, laporan Climate Impact Lab memproyeksikan sekitar 451 Ribu orang di dunia berpotensi meninggal akibat panas ekstrem yang dipicu fenomena El Nino hingga Februari 2027. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 ribu kematian diperkirakan terjadi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Prediksi ini dimuat dalam laporan Climate Impact Lab di Universitas Chicago. Perhitungan didasarkan pada hubungan yang teramati antara suhu ekstrem dan peningkatan angka kematian di berbagai wilayah dunia.

Melansir New Scientist, hubungan tersebut membentuk kurva seperti huruf U, dengan jumlah kematian yang melonjak ketika suhu berada pada kondisi sangat dingin maupun sangat panas.

Namun, bentuk kurva tersebut berbeda-beda di setiap wilayah, tergantung pada kemampuan masyarakat dan infrastruktur setempat dalam beradaptasi terhadap suhu ekstrem. Faktor lain yang berpengaruh adalah kemampuan masyarakat untuk menggunakan fasilitas seperti AC.

Dalam studi pada 2022, para peneliti membagi dunia menjadi 24 ribu wilayah dan memperkirakan hubungan antara suhu dan kematian untuk masing-masing wilayah. Perhitungan tersebut didasarkan pada data historis selama beberapa dekade atau perkiraan yang dibuat dengan membandingkan dengan wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.

Tim peneliti dalam laporan terbaru ini kemudian menggabungkan pendekatan tersebut dengan prakiraan cuaca musiman dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts untuk memperkirakan jumlah kematian tambahan yang mungkin terjadi akibat El Nino.

Hasilnya menunjukkan sekitar 240 ribu kematian tambahan akibat panas diperkirakan terjadi selama periode prakiraan enam bulan, dari September 2026 hingga Februari 2027. Jika ditambah dengan perkiraan kematian yang telah terjadi sejak El Nino saat ini dimulai pada Juni, totalnya mencapai sekitar 451 ribu kematian.

Afrika diperkirakan menjadi wilayah paling terdampak. Tim peneliti memperkirakan lebih dari 30.000 kematian tambahan akan terjadi di Nigeria saja dalam enam bulan ke depan. Pada periode yang sama, Indonesia diperkirakan mengalami 19 ribu kematian tambahan, India 16 ribu, dan Brasil 13 ribu.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda