MOM'S LIFE
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur untuk Menyuburkan Tanaman
Arina Yulistara | HaiBunda
Sabtu, 24 Oct 2026 21:30 WIBSisa potongan sayuran setelah masak sebaiknya jangan langsung dibuang. Yuk coba cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur yang bisa menyuburkan tanaman.
Sisa potongan sayuran, kulit buah, hingga bahan makanan yang sudah membusuk sering kali berakhir di tempat sampah. Padahal limbah dapur tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna, salah satunya pupuk organik cair (POC).
Dengan pengolahan sederhana di rumah, sampah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi nutrisi tambahan untuk membantu menyuburkan tanaman. Pupuk cair juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendukung kegiatan berkebun yang lebih ramah lingkungan.
Bahan-bahannya relatif mudah ditemukan dan proses pembuatannya tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal. Bunda bisa memanfaatkan pupuk ini untuk merawat tanaman hias, bunga, sayuran, maupun tanaman buah yang tumbuh di pekarangan rumah.
Kebiasaan mengolah sampah organik penting untuk dibangun karena sisa makanan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2024, sampah sisa makanan dari rumah tangga secara nasional mencapai 39,27 persen dari total timbulan sampah.
Jika tidak ditangani dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, dan menjadi tempat berkembangnya organisme pembawa penyakit. Jadi, bagaimana cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur?
Cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur
Mari simak bahan, langkah pembuatan, hingga petunjuk penggunaannya berikut ini.
Bahan dan alat untuk membuat pupuk organik cair
Mengutip informasi dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, pembuatan pupuk organik cair dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis limbah dapur organik. Proses fermentasi dibantu oleh EM4, yaitu produk yang mengandung mikroorganisme untuk mendukung penguraian bahan organik.
Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
- Sampah sayuran, seperti sayuran busuk dan sisa potongan sayur.
- Limbah buah, termasuk kulit buah dan buah yang sudah membusuk.
- Gula merah.
- EM4.
- Air secukupnya.
Sementara itu, peralatan yang dibutuhkan meliputi ember atau drum bertutup, jerigen atau botol untuk menyimpan pupuk, gayung, pisau atau parang, talenan, serta plastik untuk menutup wadah jika diperlukan.
Pastikan wadah yang digunakan bersih dan dapat ditutup dengan baik. Pilih pula sampah organik yang sesuai, tanpa tercampur plastik, logam, minyak goreng, detergen, atau bahan kimia rumah tangga lainnya.
Cara membuatnya
Pembuatan POC membutuhkan waktu fermentasi sekitar satu hingga dua bulan. Agar proses pengolahan berjalan lebih teratur, ikuti tahapan berikut.
1. Potong sampah dapur menjadi bagian kecil
Siapkan sisa sayuran, kulit buah, dan limbah organik lain yang akan digunakan sebagai bahan baku. Potong atau rajang bahan-bahan tersebut menjadi ukuran kecil menggunakan pisau dan talenan.
Ukuran yang lebih kecil membantu memperluas permukaan bahan sehingga proses penguraian dapat berlangsung lebih merata. Setelah itu, masukkan seluruh potongan sampah organik ke dalam ember atau drum, lalu aduk hingga tercampur.
2. Masukkan bahan ke dalam wadah fermentasi
Pindahkan campuran sampah dapur ke dalam wadah bertutup. Tambahkan air secukupnya sampai seluruh bahan terendam.
Sebagai gambaran skala pembuatan yang dicantumkan dalam bahan sumber, 50 kg limbah dapur dapat dipadukan dengan 150 liter air. Jika ingin membuat pupuk dalam jumlah lebih sedikit, sesuaikan takaran bahan dan gunakan wadah yang memadai.
Jangan mengisi wadah hingga terlalu penuh karena proses fermentasi dapat menghasilkan gas. Sediakan ruang kosong di bagian atas wadah agar proses pengolahan lebih aman.
3. Tambahkan larutan gula merah dan EM4
Larutkan gula merah dan EM4 ke dalam air, kemudian aduk hingga tercampur rata. Setelah larutan siap, tuangkan ke dalam wadah yang sudah berisi sampah dapur dan air.
Gula merah berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme. Sementara mikroorganisme dalam EM4 membantu proses fermentasi bahan organik. Aduk campuran secara merata agar larutan tersebar di antara bahan-bahan yang difermentasi.
Untuk takaran gula merah dan EM4, ikuti petunjuk pada kemasan produk yang digunakan. Bahan sumber tidak mencantumkan jumlah pasti kedua bahan tersebut sehingga takarannya tidak perlu diperkirakan secara sembarangan.
4. Tutup wadah dan lakukan fermentasi
Tutup wadah dengan rapat secukupnya untuk membatasi masuknya kotoran dan serangga. Namun karena fermentasi dapat menghasilkan gas, wadah tidak boleh dibiarkan menumpuk tekanan tanpa jalan keluar.
Wadah juga perlu diperiksa secara berkala, sekitar tujuh hari sekali, untuk melepaskan gas yang terbentuk. Lakukan dengan hati-hati dan jangan mengarahkan bukaan wadah ke wajah.
Jika menggunakan wadah kedap udara, pastikan sistem pelepasan gasnya aman. Simpan wadah di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Proses fermentasi berlangsung sekitar satu hingga dua bulan. Jauhkan wadah dari jangkauan anak-anak serta area penyimpanan makanan.
5. Saring dan simpan pupuk cair
Setelah fermentasi selesai, saring campuran menggunakan kain untuk memisahkan cairan dari ampasnya. Cairan hasil penyaringan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, sedangkan ampasnya bisa diolah lebih lanjut menjadi kompos atau pupuk organik padat setelah diproses dengan benar.
Masukkan cairan ke dalam jerigen atau botol yang bersih, lalu tutup dengan baik. Beri label berisi tanggal pembuatan agar masa penyimpanannya mudah dipantau.
Bahan sumber menyebutkan bahwa POC yang dikemas dan disimpan dengan baik dapat digunakan hingga enam bulan. Namun lama penyimpanan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada bahan, proses fermentasi, dan kondisi penyimpanan.
Jangan gunakan pupuk jika wadah menggembung secara tidak wajar, muncul kontaminasi yang mencurigakan, atau kondisinya menunjukkan pembusukan yang tidak terkendali.
Cara menggunakan POC pada tanaman
Pupuk organik cair yang sudah jadi perlu diencerkan sebelum digunakan. Satu liter POC dicampurkan dengan 20 liter air.
Larutan tersebut dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Namun konsentrasi yang tepat bisa berbeda menurut bahan pupuk, tingkat kematangan fermentasi, serta jenis tanaman.
Untuk itu, sebaiknya uji terlebih dahulu pada beberapa tanaman dan hindari penggunaan larutan pekat secara langsung. Frekuensi pemakaian dalam bahan sumber disarankan sekitar satu minggu sekali pada musim kemarau dan tiga hari sekali pada musim hujan.
Jadwal tersebut sebaiknya tidak diterapkan secara kaku untuk semua tanaman. Perhatikan kondisi tanaman, kelembapan media, dan respons setelah pemupukan.
Penggunaan terlalu sering atau larutan yang terlalu pekat justru berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk tanaman sayur dan buah yang akan dikonsumsi, gunakan pupuk yang telah melalui proses pengolahan dengan baik.
Hindari menyemprotkan cairan fermentasi yang belum matang langsung ke bagian tanaman yang dimakan dan tetap cuci hasil panen sebelum dikonsumsi.
Manfaat POC dari sampah dapur
Berikut deretan manfaat POC dari sampah dapur.
1. Bantu memperbaiki kondisi tanah
Bahan organik dapat mendukung perbaikan struktur tanah, terutama jika digunakan bersama kompos atau bahan organik padat. Tanah yang strukturnya lebih baik cenderung tidak mudah memadat sehingga akar tanaman memiliki ruang yang lebih memadai untuk tumbuh.
Meski demikian, pengaruh POC terhadap struktur tanah tidak selalu besar karena sebagian besar bahan padat telah dipisahkan saat penyaringan. Untuk memperbaiki tanah yang keras atau padat, penambahan kompos matang dan pengelolaan media tanam tetap diperlukan.
2. Mendukung ketersediaan unsur hara
POC dapat mengandung unsur hara hasil penguraian bahan organik. Kandungan dan jumlahnya bergantung pada jenis sampah dapur serta proses fermentasi yang dilakukan.
Dengan penggunaan yang sesuai, POC dapat menjadi salah satu sumber nutrisi tambahan bagi tanaman. Namun kandungan unsur hara pupuk buatan sendiri tidak selalu konsisten sehingga tak bisa langsung dianggap mampu memenuhi seluruh kebutuhan tanaman.
3. Bantu menjaga kelembapan media tanam
Bahan organik berperan dalam mendukung kemampuan tanah menyimpan air. Akan tetapi, manfaat tersebut lebih berkaitan dengan penambahan bahan organik padat ke dalam tanah dibandingkan penggunaan pupuk cair dalam jumlah kecil.
Untuk itu, Bunda dapat memanfaatkan ampas hasil penyaringan yang sudah diolah dengan benar sebagai kompos untuk membantu meningkatkan kualitas media tanam.
4. Mendukung aktivitas mikroorganisme tanah
Tanah yang sehat menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme yang berperan dalam proses penguraian bahan organik dan siklus unsur hara. Penambahan bahan organik dapat mendukung aktivitas organisme, bergantung pada kondisi tanah dan kualitas bahan yang digunakan.
Meski demikian, keberadaan EM4 dalam pupuk tidak otomatis menjamin semua mikroorganisme akan bertahan atau memberikan manfaat yang sama setelah diaplikasikan ke tanah.
5. Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
POC dapat digunakan sebagai pelengkap dalam pemeliharaan tanaman sehingga membantu mengurangi sebagian kebutuhan pupuk anorganik dalam kondisi tertentu. Selain memanfaatkan limbah rumah tangga, cara ini juga dapat menekan pengeluaran untuk perawatan kebun.
Perlu diingat, kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda. Jika tanaman membutuhkan unsur hara tertentu dalam jumlah besar, penggunaan pupuk organik saja belum tentu mencukupi. Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi tanah, dan tahap pertumbuhannya.
Pada akhirnya, sampah dapur tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan. Dengan memilah sisa makanan dan mengolahnya menjadi pupuk organik cair, Bunda bisa mulai mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memanfaatkan bahan yang tersedia untuk merawat tanaman di rumah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Abu Vulkanik Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Benarkah?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Pupuk untuk Tanaman Hias Indoor, Bunda Perlu Tahu
5 Tanaman yang Cocok untuk Sistem Akuaponik, Bisa Dipanen untuk Masak
5 Tanaman Hias Tahan Panas & Mudah Dirawat, Bikin Rumah Bunda Makin Cantik
5 Tanaman yang Cocok Menghiasi Taman Minimalis di Rumah
TERPOPULER
Pernah Diselingkuhi Eks Suami 11 Kali, Akhirnya Penyanyi Ini Bahagia Dinikahi Mantan Menpora
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur untuk Menyuburkan Tanaman
9 Kebiasaan Orang yang Sering Mengasihani Diri Sendiri, Bisa Bikin Hidup Susah
5 Cerita Dongeng Pendek untuk Dibacakan kepada Bayi 2 Bulan
Tak Cuma Jadi Negara Paling Bahagia, Finlandia juga Jadi Tempat Terbaik untuk Melahirkan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Pernah Diselingkuhi Eks Suami 11 Kali, Akhirnya Penyanyi Ini Bahagia Dinikahi Mantan Menpora
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur untuk Menyuburkan Tanaman
5 Cerita Dongeng Pendek untuk Dibacakan kepada Bayi 2 Bulan
9 Kebiasaan Orang yang Sering Mengasihani Diri Sendiri, Bisa Bikin Hidup Susah
Mengenal Stimulasi Taktil pada Anak: Manfaat dan Ide Stimulasinya agar Tumbuh Kembang Optimal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Suka Bikin Sarapan Praktis? Ini 3 Pilihan Selai Kacang untuk Menu Harian
-
Beautynesia
7 Ucapan Orang Penuh Kepalsuan dalam Kehidupan Sehari-hari
-
Female Daily
Ming Xi Comeback di Victoria’s Secret 2026, Perjalanan Supermodel Dari China yang Kembali Mencuri Perhatian!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Penampilan Terbaru Janet Jackson di Usia 60, Disebut Bak Kembali Muda
-
Mommies Daily
Ada Hantu dari Pisang! 7 Resep Camilan Halloween yang Mudah Dibuat Bersama Anak