sign up SIGN UP search


parenting

Si Kecil Gampang Sakit? Bisa Jadi Ini Sebabnya Bun

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 30 Jun 2017 08:31 WIB
Duh, kok si kecil perasaan gampang banget sakit ya. Hmm, kenapa ya? caption
Jakarta - Si kecil perasaan gampang banget sakit. Bahkan, bisa dibilang hampir tiap bulan si kecil nggak pernah absen ke dokter. Bunda pernah nggak mengalami itu?

Kalau teman saya pernah Bun. Anaknya yang duduk di bangku Taman Kanak-kanak alias TK sering banget sakit. Kata dia, hampir tiap bulan si anak dibawa ke RS dengan sebab yang ada aja kayak batuk, pilek, radang tenggorokan, terus demam tinggi. Makan cokelat dikit, si anak langsung batuk. Minum es seseruput aja, langsung pilek.

"Pusing saya jadinya. Apalagi ayahnya, kan dia yang nyari uang ya ha ha ha. Tiap bulan nggak cukup Rp 100 ribu buat ngobatin si kecil," kata teman saya. Hmm, kalau anak gampang banget sakit, bisa jadi dia mengalami hidden hunger nih Bun.


Seperti dikutip dari 'Jurnal Program Nutritalk Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal' yang disusun Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK) dan Sari Husada, hidden hunger disebut juga kekurangan zat gizi mikro. Bunda mesti tahu, biarpun zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tapi perannya penting banget lho Bun.

Sayangnya, kondisi hidden hunger yang dialami anak nggak kasat mata alias nggak bisa dilihat dengan jelas. Padahal, dampaknya nggak main-main lho Bun, mulai dari gampang sakit sampai gagal tumbuh. Nah, zat gizi mikro ini adalah vitamin dan mineral yang berperan penting untuk membantu pertumbuhan, pencernaan dan metabolisme, pembentukan imunitas, tekanan darah dan cairan tubuh, kemudian pengendalian saraf.

Kekurangan zat gizi mikro yang paling sering terjadi itu Bun defisiensi vitamin B12, C, D, asam folat, mineral kalsium, besi, sama zinc. Kekurangan zat gizi mikro ini biasanya gara-gara pola makan yang miskin sumber pangan hewani, buah, sama sayur . Untuk memenuhi asupan zat gizi mikro anak, Bunda perlu tahu nih, zat gizi mikro tadi banyak terkandung di mana aja ya? Nah, ini dia Bun daftarnya.

1. Vitamin B12

Vitamin B12 bisa mudah ditemukan di makanan yang sumbernya hewani Bun. Contohnya, daging, hati, telur, unggas, sama susu. Di serealia sama biji-bijian juga banyak terkandung vitamin B12 lho.

2. Vitamin C dan D

Buah-buahan terutama jambu biji, pepaya dan jeruk kaya banget vitamin C. Nggak cuma itu, sayuran hijau tua yang juga kaya akan zat besi sama asam folat juga mengandung vitamin C tinggi. Misalnya, bayam, kangkung, sawi, brokoli.

Kalau vitamin D banyak ditemui di minyak hati ikan, ikan tuna, sardin, susu, dan keju.

3. Asam folat

Sayuran hijau kayak bayam dan brokoli, terus buah-buahan kayak jeruk, semangka, stroberi, nanas, dan alpukat kaya akan asam folat nih Bun. Tapi jangan salah ya Bun, daging sapi, gandum, sama kacang-kacangan juga jadi sumber asam folat lho.

4. Kalsium

Bukan rahasia lagi kalau susu dan produk turunannya kaya akan kalsium. Sayuran berdaun hijau, kedelai, dan semua jenis ikan yang tulangnya bisa dimakan kayak teri atau sardin juga bisa jadi sumber kalsium.

5. Zat besi (Fe) dan Seng (Zinc)

Zat besi bisa Bunda dapatkan dengan memberi si kecil ASI, daging merah, hati, ikan, kuning telur, buah aprikot kering, kacang polong, kacang merah, juga sayuran hijau. Sementara, kalau zinc itu banyak terkandung di ASI, daging merah, unggas, seafood, gandum utuh, biji-bijian, dan kacang-kacangan Bun.

Nah, mulai sekarang jangan lupa untuk juga memenuhi kebutuhan zat gizi mikro si kecil ya Bun. Dengan begitu, tumbuh kembang anak bisa optimal dan imunitasnya baik. Alhasil, si kecil bisa jadi nggak gampang sakit ya Bun.

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi