HaiBunda

PARENTING

Tips 'Menjaga' Anak dari Paparan Konten Porno di Gadget

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Minggu, 30 Jul 2017 17:25 WIB
Ilustrasi anak main gadget/ Foto: thinkstock
Jakarta - Di era digital kayak gini, teknologi kayaknya sulit untuk dipisahkan dalam keseharian ya, Bun, termasuk keseharian anak-anak. Tapi, pernah nggak sih Bunda khawatir karena mudahnya informasi diterima dan disebarluaskan, jangan-jangan anak bisa terpapar konten porno padahal dia belum cukup umur?

Wajar aja ya Bun kalau kita punya kekhawatiran kayak gitu. Tapi, sebagai orang tua bukan berarti nggak ada yang bisa kita lakukan untuk 'menjaga' anak dari paparan konten porno. Kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, Bun, bisa banget lho anak dijaga dari paparan konten porno.

Artinya, di dunia milenial atau digital semua akses bisa dipakai anak. Nah, apa aja yang bisa kita lakukan? Ratih bilang, pertama yang penting adalah kita sebagai orang tua harus memberi aturan pengunaan gadget. Kita juga bisa melakukan filter konten di gadget anak atau minimal ada password di gadget yang dipakai anak.


Nggak kalah penting, dampingi anak waktu memainkan gadget-nya ya, Bun. Coba, Bun direnungkan, kan kita nih yang mengenalkan gadget ke anak. Maka dari itu, Ratih bilang kita juga punya tanggung jawab moral jangan sampai anak kita melek gadget tapi nggak kita kasih batasan apa yang boleh dan nggak boleh dilihat. Setuju kan, Bun?

"Kita tanya aja apa yang pengen anak ketahui. Mungkin kita bisa nih diskusi tahu tanpa melihat gambar," kata Ratih yang praktik di RaQQi Humann Development and Learning Centre waktu ngobrol sama HaiBunda.

Untuk melakukan ini, Ratih mengingatkan pentingnya terbentuk trust antara anak dengan bunda dan ayahnya. Kalau dalam lingkungan pergaulan anak, memang agak susah ya Bun menjaga anak dari paparan konten. Sebab, kata Ratih memang kita nggak bisa kontrol lingkungan.

"Tapi, yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah kita tekankan ke anak apapun yang mau dia tahu 'You can ask me as your parents'. Artinya jangan tanya orang lain atau cari info yang nggak akurat. Tapi, anak bisa gunakan bunda dan ayahnya untuk cari info yang mau dia tahu. Untuk bisa melakukan ini, memang trust antara anak dan orang tua penting," tambah Ratih.

Ketika anak percaya sama orang tuanya, misalkan dia melihat konten porno di HP temannya, dia bisa menanyakan hal itu ke bunda atau ayahnya. Jangan lupa, penting banget Bun kita tekankan ke anak bahwa apa yang dia dapatkan di luar belum tentu benar.

"Untuk itu, konsekuensinya kapanpun anak tanya orang tua harus jawab. Jangan ditunda atau malah bilang 'Ngapain sih kamu nanya-nanya gitu'. Kalau begitu, makinlah anak nggak mau cerita sama orang tuanya, nggak ada trust," tutur Ratih. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Romantis Debi Sagita & Marco Ivanos Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama

Kehamilan Annisa Karnesyia

150 Nama Bayi Terinspirasi Laut dan Samudra dan Artinya untuk Laki-laki & Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

ASI Serena Williams Dijuluki 'Super Soldier', Sang Atlet Putuskan Mendonasikannya

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

5 Cara Mengatasi Anak yang Pemalu agar Merasa Nyaman saat Pertama Sekolah

Parenting Kinan

Terpopuler: Cerita Alice Norin soal Sang Ayah Asal Norwegia Pernah Chat Haaland

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ratib Al Haddad: Bacaan Arab, Latin, Arti & Waktu yang Dianjurkan untuk Membacanya

Potret Romantis Debi Sagita & Marco Ivanos Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama

150 Nama Bayi Terinspirasi Laut dan Samudra dan Artinya untuk Laki-laki & Perempuan

Curi Perhatian, 5 Potret Azka Adziman Mahasiswa Oxford Jadi Peserta Clash of Champions Season 3

5 Cara Mengatasi Anak yang Pemalu agar Merasa Nyaman saat Pertama Sekolah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK