HaiBunda

PARENTING

Memahami Anak yang Gemar Cari Perhatian dari Lingkungan Sekitar

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Selasa, 15 Aug 2017 12:06 WIB
Memahami Anak yang Gemar Cari Perhatian dari Lingkungan Sekitar/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Di usia tertentu, biasanya sekitar enam tahun, anak sudah lebih sadar akan lingkungannya. Karena itulah, beberapa anak mulai 'gemar' mencari perhatian dari lingkungan sekitar.

Nah, salah satu caranya dengan self sexualization. Jadi anak ingin tampil dewasa dan mengekspos sisi seksualitasnya agar harga dirinya lebih tinggi, sehingga membuat mereka lebih bangga dan percaya diri.

"Dalam konsep ini lebih ke anak ingin membanggakan dirinya karena ingin menonjol secara fisik, atau punya percaya diri yang tinggi ketika ia memakai pakaian yang terbuka atau seksi," kata psikolog Anastasia Satriyo M.Psi, Psikolog saat ngobrol dengan HaiBunda.


Baca juga: Bisa Dicoba, Aneka Ide Sensory Play untuk Anak

Ketika anak sudah aktif dan ingin mencari perhatian dari lingkungan sekitar, ada beberapa cara dalam menghadapinya. Yuk simak saran dari psikolog yang akrab disapa Anas ini:

1. Mengedukasi Diri Sendiri Sebagai Orang Tua

Mungkin kita sering memuji fisik anak kita sendiri ya, Bun. Misalnya memuji kerupawanan wajah anak kita. Hal ini bisa jadi melekat benar dalam benak anak, sehingga mereka ingin selalu tampil cantik atau ganteng.

Ketika ada anak lain yang dirasa lebih cantik, anak kita jadi nggak terima. Sehingga mereka menjadikan dirinya memenuhi kriteria cantik yang selama ini merupakan bentukan media massa. Bahkan bukan nggak mungkin mereka memilih tampil seksi seperti boneka Barbie agar mendapat pengakuan cantik dari lingkungan sekitar.

"Sebaiknya perbanyak cerita positif ke anak supaya mereka nggak hanya berpikir bahwa dengan berpakaian mini atau terbuka atau berdandan seperti orang dewasa akan membuat terlihat cantik. Masih banyak yang bisa dikembangkan selain 'pembetulan' fisik," saran Anas.

Kalau mendapati anak kita memakai baju terlalu ketat atau terlalu mini, kita juga harus menjaga diri untuk tidak memarahinya di depan umum atau menduga yang tidak-tidak. "Misal jika anak senang memakai baju sempit atau terbuka, ia tidak akan bisa leluasa bermain karena terbatas gerakannya karena bajunya yang terlalu terbuka atau sempit," sambung Anas.

2. Memahami Bahwa Anak Juga Manusia

Kita sebagai orang tua haruslah mengerti bahwa anak juga manusia. Anak butuh proses untuk lebih terarahkan ketika menginjak usia 5 atau 6 tahun ke atas.

Ada baiknya kita juga berkaca pada diri sendiri Bun. Dengan begitu kita lebih bisa mengarahkan anak.

Baca juga: Self Sexualization, Saat Anak Cari Perhatian dengan Pakaian Seksi

3. Konsultasi Jika Diperlukan

Bun, jangan pernah malu untuk konsultasi ke ahlinya seperti ke dokter atau ke psikolog jika perilaku si kecil sudah di luar batas. Jangan sampai, kita nggak tahu masalahnya lalu mencoba menyelesaikannya sendiri. Akan berbahaya jika salah penanganan karena dapat berdampak bagi tumbuh kembang anak ke depannya.

Kita sebagai orang tua hendaknya yang paling paham soal anak kita ketimbang orang lain. Untuk itu penting, Bun, untuk memahami anak lebih dalam, observasi lebih sering dan banyak meluangkan waktu bareng anak. Dengan waktu yang luang bersama anak, kita bisa menciptakan ruang diskusi untuk saling memahami dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi anak.

(Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam

Mom's Life Arina Yulistara

Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak

Parenting Asri Ediyati

Orang dengan Tulisan Tangan Rapi Cenderung Punya Kebiasaan Produktif Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi

Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak

Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam

Women's Active Living Festival 2026, Ada Lebih dari 20 Kelas Wellness & Lifestyle untuk Perempuan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK