HaiBunda

PARENTING

Saat Anak Bertanya 'Kok Adik Bayi Bisa Ada di Perut Bunda?'

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Jumat, 22 Sep 2017 09:00 WIB
Saat Anak Bertanya 'Kok Adik Bayi Bisa Ada di Perut Bunda?'/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak udah masuk usia sekolah nih, Bun. Senang deh! Apalagi dia bakal jadi kakak. Ketika kita hamil, bukan nggak mungkin anak akan bertanya kenapa dedek bayi bisa ada di perut bunda. Siapa nih Bunda yang pernah mendapat pertanyaan kayak gini dari si kecil. Speechless nggak, Bun?

Ya, kayak bunda dua anak bernama Riris yang jarak usia dua anaknya terpaut 9 tahun. Waktu Riris hamil, putri pertamanya yang saat itu berusia 8 tahun bertanya kok bisa ada dedek bayi di perut sang bunda. Riris nggak nyangka anaknya bertanya kayak gitu. Alhasil, jurus mengalihkan pertanyaan anak pun dia lakukan.

Siapa Bunda di sini yang pernah mengalami hal serupa kayak Bunda Riris? Memang ya, Bun, pertanyaan anak soal kehamilan bisa bikin kita mati kutu. Kalau Bunda berada di situasi kayak gini, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi mengatakan kita nggak perlu menjelaskan ke anak kalau apa sih yang dilakukan bunda dan ayah hingga ada bayi di perut bunda.


"Bisa kita kasih tahu di dalam perut bunda ada telur yang dibuahi oleh sperma. Caranya gimana? Dengan hubungan seksual. Udah, gitu aja nggak usah dijelasin lagi. Itu namanya aktivitas seksual, tapi dilakukannya setelah menikah," kata Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini waktu ngobrol sama HaiBunda.

Baca juga: Saat si Kecil Sedang 'Hobi' Bertanya, Begini Menyikapinya

Kalau anak masih nanya lagi, gimana? Ratih bilang, kita bisa jawab nantinya anak akan tahu kalau mereka sudah menikah. "Udah titik. Jadi anak berpikir harus menikah dulu, baru tahu itu," tambah Ratih.

Nah, dalam keseharian, namanya sama suami, kadang kita boleh dong, Bun mesra-mesraan sama suami. He he he. Cuma, ada kalanya adegan mesra dilihat anak. Hmm, kalau anak menanyakan soal itu, gimana kita menyikapinya?

Ratih bilang, katakan saja apa yang dilakukan bunda dan ayah sebagai bentuk tanda sayang dan itu hanya boleh dilakukan setelah menikah. Nah, Ratih berpesan buat orang tua, kalau memang memungkinkan, ketika anak berumur 3 tahun sebaiknya tidurnya terpisah dari orang tuanya.

Ini mengantisipasi kalau-kalau primary scene orang tua di mana bunda dan ayah berhubungan ranjang dipergoki anak. Kalau si kecil masih bayi, kata Ratih mungkin masih 'aman'. Tapi, ketika anak udah berumur dua tahun lebih, baiknya kita hati-hati lagi ya.

Baca juga: Saat Anak Berbohong, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK