HaiBunda

PARENTING

Kenali Sinar yang Membahayakan atau Bermanfaat untuk Mata Anak

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 20 Oct 2017 15:02 WIB
Kenali Sinar yang Membahayakan atau Bermanfaat untuk Mata Anak/ Foto: Istimewa
Jakarta - Ada dua faktor lingkungan yang paling menentukan kesehatan mata anak yakni kebiasaan dan pencahayaan. Nah, dalam faktor pencahayaan ada istilah good light dan bad light, Bun. Apa sih itu?

"Istilah ini sebenarnya istilah untuk memudahkan para orang tua dan anak untuk memahaminya. Good light atau sinar yang baik adalah sinar UV A. Sinar UV A ini hanya bisa didapatkan dari matahari. Sinar ini memang nggak membahayakan mata, tapi kalau terpapar lama maka mata anak akan terasa nyeri," kata dr Scarlett Cacayuran di acara Launching Optik Tunggal Next Generation, Nanny's Pavillion, Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (19/10/2017).

Baca juga: Minus Mata Tinggi, Ibu Hamil Nggak Boleh Melahirkan Normal?


Dokter sekaligus ahli optik asal Filipina yang kerap disapa Candy itu bilang, sebagai orang tua kita perlu membatasi anak bermain di luar rumah yaitu maksimal 40 menit sehari, Bun. Dengan catatan, waktu maksimal itu kalau anak nggak pakai 'pengaman' misalnya kacamata hitam.

Kalau ada kegiatan yang menghabiskan waktu seharian di luar rumah, sebaiknya si kecil dipakaikan topi dan kacamata pelindung, ya.

"Bad light atau sinar yang buruk adalah sinar yang muncul dari layar perangkat elektronik seperti handphone, tablet, komputer dan laptop. Jika terlalu lama terpapar sinarnya, retina si kecil akan rusak dan akhirnya anak berisiko mengalami cacat mata," papar Candy.

Baca juga: Begini Cara Ibu Ini Stimulasi Mata Bayinya yang Kena Katarak

Candy menerangkan memang ada kacamata khusus anti radiasi, Bun. Tapi, ia menegaskan lebih baik orang tua mengatur dan membatasi kebiasaan si kecil pakai gadget agar nggak terlalu lama terpapar bad light.

Menurut American Medical Association (AMA), paparan lampu saat malam hari (termasuk lampu tidur dan sinar dari perangkat elektronik) juga bisa menghambat produksi melatonin yang diproduksi saat anak sedang tidur.

Akibatnya, anak bisa susah tidur. Kemudian, melatonin diyakini juga bisa jadi penghambat pertumbuhan sel kanker. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang EQ Tinggi dari Caranya Menerima Kritik

Mom's Life Elia Amaliana

Voting Pilihan Bunda Awards 2026, Yuk!

Haibunda Squad Tiara Jasmine & Khaerul Anwar Mujtaba

Ciri-Ciri Orang Punya IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Sering Dikira Egois

Mom's Life Amira Salsabila

Perlukah Pakai Kateter Urine setelah Operasi Caesar?

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

DDTK Bayi dan Balita: Aturan Usia, Manfaat Beserta Cara Mendeteksinya

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang EQ Tinggi dari Caranya Menerima Kritik

Perlukah Pakai Kateter Urine setelah Operasi Caesar?

DDTK Bayi dan Balita: Aturan Usia, Manfaat Beserta Cara Mendeteksinya

Voting Pilihan Bunda Awards 2026, Yuk!

5 Ciri Kepribadian yang Menunjukkan Kecemasan Seseorang di Tempat Kerja

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK