sign up SIGN UP search


parenting

Tanda-tanda Anak Kekurangan Zat Besi

Radian Nyi Sukmasari Minggu, 29 Oct 2017 12:00 WIB
Zat besi penting untuk perkembangan otak anak. Ketika anak kekurangan zat besi, apa sih tanda-tandanya? caption
Jakarta - Zat besi penting untuk perkembangan otak anak. Nah, ketika ternyata kebutuhan zat besi si kecil nggak tercukupi alias anak kekurangan zat besi, apa sih tanda-tanda yang bisa terlihat?

Menurut dr Caessar Pronocitro MSc, SpA dari RSPI Bintaro, pada anak umur di bawah 2 tahun, tanda-tanda kekurangan zat besi memang sulit kelihatan secara kasat mata. Sehingga, perlu dilakukan cek darah guna mengetahui kadar hemoglobin dan besi di dalam darahnya.

"Tapi kalau anak sudah agak besar, ciri-cirinya dia pucat, lemah, mudah lelah, kurang bersemangat, dan ada tendensi makan makanan tertentu yang nggak biasa misalnya ngunyah es batu, makan rambut, makan tanah, kadang ada gejala kayak gitu," kata dr Caessar ditemui usai Cerita Bunda yang digelar HaiBunda bersama Morinaga Platinum di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2017).


dr Caessar bilang, biasanya gejala yang cenderung dialami anak ketika kekurangan zat besi yang paling gampang terlihat adalah wajahnya pucat, Bun. Nah, pucat nggaknya si kecil juga bisa kita lihat dengan membandingkan tangan kita dengannya. Jadi, kalau telapak tangan kelihatan lebih pucat, nggak ada salahnya kita ajak anak cek ke dokter.

Baca juga: Pisang untuk MPASI Pertama Anak, Bagaimana Kecukupan Zat Besinya?

Dokter yang juga berpraktik di RS Sari Asih Ciputat ini mengingatkan, untuk tahu kadar zat besi dalam tubuh pastinya harus melalui pemeriksaan laboratorium. Tapi, karena angka kejadian kekurangan zat besi pada anak di bawah 2 tahun di Indonesia cukup tinggi, Ikatan Dokter Anak Indoesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplemen zat besi setiap hari sampai anak usia 2 tahun. usisa 2 tahun di bawah pengawasan dokter.

"Apalagi ketika anak dirasa jarang mengasup makan kaya zat besi kayak daging atau hati, boleh dikasih suplemen zat besi," kata dr Caessar.

Bunda perlu tahu, sumber zat besi bisa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu heme dan non heme. Heme adalah sumber zat besi yang ada di sumber hewani kayak daging sapi, hati ayam, daging ayam, dan ikan. Penyerapan zat besi heme sekitar 10-25 persen.

Sedangkan, zat besi non heme adalah sumber zat bes yang berasal dari sumber nabati kayak sayuran hijau (bayam), kacang-kacangan, dan telur. Penyerapan zat besi non heme sekitar 1-8 persen. Nah, untuk meningkatkan penyerapan zat besi, salah satunya bisa dengan memberi si kecil sumber vitamin C, Bun.

Baca juga: Daftar Asupan yang Bisa Jadi ASI Booster Ibu Menyusui (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi