parenting

Tiger Mom dan Pola Asuh yang Diterapkan untuk Anak

Radian Nyi Sukmasari Sabtu, 04 Nov 2017 08:18 WIB
Tiger Mom dan Pola Asuh yang Diterapkan untuk Anak
Jakarta - Bicara soal pengasuhan anak, ada istilah yang disebut 'tiger mom' atau kadang disebut pula 'tiger parenting'. Tiger mom adalah ibu yang menerapkan prinsip 'keras' dan tegas dalam membesarkan anak-anaknya.

Seperti apa sih keras dan tegasnya tiger mom? Nah, Amy Chua adalah seorang tiger mom yang lewat bukunya 'Battle Hymn of the Tiger Mother' menceritakan pengalaman membesarkan dua putrinya, Sophie dan Lulu. Dalam membesarkan putrinya, Amy mengedepankan prinsip tegas dan 'keras'. Dia nggak segan meminta putrinya latihan piano dua jam sehari.

Amy juga mengharuskan anaknya mendapat nilai nggak lebih rendah dari A. Pokoknya, buat Amy nggak ada alasan putrinya nggak bisa berprestasi. Dia pun tanpa segan menyebut anaknya sampah dan berteriak di depan wajah anaknya kalau mereka tidak mendapat hasil yang baik dalam kegiatannya.


Dengan sikap keras dalam pengasuhan, anak diyakini akan terbantu menyadari potensinya. Dengan begitu, anak akan termotivasi untuk mendapat nilai-nilai yang baik dan aneka piagam penghargaan. Berdasarkan studi yang dilakukan di tahun 2013, Asian American Journal of Psychology menyebut tiger mom adalah orang tua yang mempraktikkan strategi mengasuh anak dengan cara positif dan negatif bersamaan.

"Tiger mom memang menerapkan beberapa pola pengasuhan positif. Tapi tidak seperti orang tua yang suportif, tiger mom juga banyak melakukan dimensi negatif dalam pengasuhan. Ini berarti pola pengasuhan positif dilakukan berbarengan dengan pola asuh negatif," kata Su Yeong Kim, dikutip dari situs resmi American Psychological Association.

Tiger mom kata Su berbeda sama orang tua yang kasar karena orang tua yang kasar nggak menerapkan pola asuh positif sama sekali. Ketika kita jadi tiger mom, apa dampak yang bisa dialami anak? Sebuah studi yang dilakukan peneliti di Queen Mary Universitry, London menemukan tiger mom bisa bikin anak-anak merasa stres dan nggak bahagia ketika di rumah.



"Studi yang kami lakukan menemukan ada hubungan antara apa yang dianggap sebagai praktik pengasuhan terbaik dan menjadi ibu yang lebih menyedihkan. Sehingga, timbul pula pertanyaan apakah ketidakbahagiaan ibu yang berpengaruh pada pola asuh yang diterapkan berbahaya bagi anak-anak. Misalnya ketika ibu mengalami depresi pasca melahirkan," kata salah satu peneliti, Almudena Sevilla kepada Times.

Bicara pola asuh yang diterapkan untuk anak-anak, memang ini kembali pada keputusan orang tua. Psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo atau akrab disapa Anas bilang pola asuh yang ideal adalah yang sensitif dan responsif. Pola asuh sensitif artinya kita sensitif sama kebutuhan anak kemudian responsif adalah kita bisa merespons dengan tepat apa yang dialami anak dan yang jadi kebutuhan anak.

Seperti kita tahu, ada empat macam pola asuh yaitu uninvolved atau kurang terlibat (anak cenderung dibebaskan), indulgent atau permisif (mengikuti kemauan anak), authoritarian atau otoriter (anak harus mengikuti apa kata orang tua), dan authoritative atau demokratis (segala sesuatu didiskusikan dengan anak).

Nah, menurut Bunda gimana soal sosok tiger mom dalam mengasuh si kecil?

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi