HaiBunda

PARENTING

Dampak 'Menghukum' Anak dengan Memukul Pantatnya

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Rabu, 08 Nov 2017 07:00 WIB
Dampak 'Menghukum' Anak dengan Memukul Pantatnya/ Foto: thinkstock
Jakarta - Untuk menghukum anak supaya jera, kadang ada orang tua yang memukul pantat anak. Walaupun nggak terlalu kencang, cuma memukul pantat anak ketika mereka berbuat kesalahan bbisa berdampak buruk buat kesehatan mental anak lho, Bun.

Baru-baru ini, studi yang diterbitkan di jurnal El Sevier menganalisis efek jangka panjang terhadap kesehatan dari kekerasan fisik dan emosional terhadap 8.000 orang umur 19-97 tahun. Awalnya, data yang dikumpulkan tim di University of Manitoba di Canada, Emory University Medical School, dan Center for Disease Control di Atlanta ini dipakai menganalisis efek 'Adverse Childhood Experiences' atau ACE.

Saat melihat datanya, ternyata peneliti menemukan memukul pantat yang nggak termasuk dalam ACE juga punya dampak buruk seperti kekerasan yang dialami anak. Di studi ini, responden ditanya selama 18 tahun pertama kehidupannya pernah dipukul pantatnya atau nggak. Kalau mereka nggak pernah mengalami atau hanya maksimal dua kali dipukul pantatnya dalam setahun, itu masuk dalam kategori tidak pernah.


"Tapi kalau mereka dipukul pantatnya lebih dari dua kali setahun, dicatat bahwa mereka mengalaminya. Hasilnya kalau anak yang sering dipukul pantatnya punya risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi yang berujung pada keinginan bunuh diri, jadi peminum berat, dan memakai obat-obatan terlarang," kata tim peneliti dalam laporannya, dikutip dari Men's Health.



Dari studi ini, ditambahkan pula kalau memukul pantat nggak cuma bisa jadi bentuk pelecehan seksual tetai juga kekerasan pada anak, Bun. Maka dari itu, bagi orang tua ditekankan banget untuk nggak lagi memukul pantat anak sebagai bentuk hukuman saat mereka melakukan kesalahan.

Bicara soal memukul pantat anak, ketika kita cuma memukul pantatnya sebagai tanda gemas, itu pun nggak dianjurkan lho. Kata psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Centre Ratih Zulhaqqi, ketika anak terbiasa pantatnya dipukul, saat besar nanti ketika ada orang lain yang nggak dikenal menyentuh termasuk memukul pantatnya, anak merasa itu hal lumrah.

Padahal seperti kita tahu pantat termasuk salah satu area pribadi yang nggak boleh dipegang orang lain kecuali orang tua dan dokter dengan dampingan orang tua. Mengajarkan area pribadi ke anak penting dilakukan sebagai salah satu upaya agar anak terhindari dari pelecehan seksual.

"Makanya kalau gemas sama anak hindari menepuk atau memukul pantatnya. Kalau gemas, kita bisa bilang ke anak 'Bunda gemas banget sama kamu nih. Cubit dikit ya tangan atau pipinya,'" kata Ratih.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Anak Artis yang Wajahnya Sempat Disembunyikan, Terbaru Ada Putri Adiba Khanza

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Ciri Orang yang Tanpa Sadar Punya Kepercayaan Diri Rendah Alias Minder

Mom's Life Annisa Karnesyia

Penampilan Tissa Biani Usai Berhasil Diet Turunkan BB, Makin Langsing dan Bugar

Mom's Life Amira Salsabila

Aturan MPLS SD, SMP, SMA 2026 dari Kemendikdasmen

Parenting Kinan

Hukum Istri Meninggalkan Rumah karena Bertengkar, Bolehkah Menurut Islam?

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Anak Artis yang Wajahnya Sempat Disembunyikan, Terbaru Ada Putri Adiba Khanza

Kenali Bentuk Ari-ari Bayi dan Ilustrasi Gambarnya

10 Ciri Orang yang Tanpa Sadar Punya Kepercayaan Diri Rendah Alias Minder

Aturan MPLS SD, SMP, SMA 2026 dari Kemendikdasmen

Penampilan Tissa Biani Usai Berhasil Diet Turunkan BB, Makin Langsing dan Bugar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK