HaiBunda

PARENTING

3 Hal Penting Agar Toilet Training Sukses

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Jumat, 05 Jan 2018 11:03 WIB
3 Hal Penting Agar Toilet Training Sukses. Foto: Thinkstock
Jakarta - Kalau si kecil sudah siap toilet training, kita bisa bisa langsung menerapkannya, Bun. Tapi ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar toilet training sukses.

Nah berikut ini beberapa hal penting terkait toilet training. Yuk simak bersama, Bun.

1. Sabar, Butuh Waktu Nggak Sebentar


Toilet training nggak semudah membalik telapak tangan. Umumnya saat anak sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik, toilet training lebih mudah dilakukan.

Nah, kita harus sabar-sabar, Bun. Menurut psikolog pendidikan, Alfa Mardhika MPsi, biasanya butuh waktu 3 bulan atau lebih bagi anak agar sukses toilet training.

"Kalau proses belajar ini tidak sukses setelah beberapa minggu dijalankan, bisa jadi anak memang belum siap," tutur Alfa dalam kuliah What's App bersama Birth Club January'16 beberapa waktu lalu.

Biasanya memang butuh tunggu beberapa minggu dulu, Bun. Jadi jangan kesal ya kalau si kecil masih mengompol di celana, meski sudah kita beri tahu untuk pipis di kamar mandi.



2. Membuat Kegiatan Rutin

Hal penting lainnya adalah menjadikan pergi ke toilet menjadi kegiatan rutin untuk si kecil. "Contohnya, orang tua dapat mengajak anak duduk di toilet setiap kali bangun pagi atau sekitar 45 menit hingga satu jam setelah ia meminum banyak cairan," kata Alfa.

Jangan lupa, Bun, perhatikan juga waktu-waktu biasa si kecil hendak buang air besar atau kecil. Karena di waktu-waktu tersebutlah orang tua bisa sekaligus mengajak anak untuk toilet training.

3. Ciptakan Suasana Menyenangkan

Saat anak belum siap menggunakan toilet sungguhan, ajari ia untuk buang air kecil dan besar di pispot berbentuk lucu dan memiliki warna kesukaannya. Dengan cara ini dijamin anak akan tertarik banget menuju toilet.

"Supaya anak tidak merasa tegang ketika menggunakan toilet, bisa lho sambil diajak bercerita, menyanyi bersama atau lainnya ketika mengajak ia pergi ke toilet. Jadi dia lupa sama rasa tegangnya," kata psikolog yang minat utamanya pada bidang pendidikan dan pelatihan khususnya tentang parenting ini.

Nggak lupa, kita beri juga pujian pada anak ketika ia berhasil duduk manis di atas toilet dan bisa menggunakan toilet tersebut untuk buang air besar atau buang air kecil.

"Orang tua juga bisa memberi penghargaan berupa hadiah sederhana, seperti stiker yang ditempel di sebuah buku, dan lainnya," tutup Alfa.
(Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Setop Makan Gula dan Tepung 24 Jam, Ini yang Terjadi pada Tubuh

83 Nama Bayi Heroik dari Tokoh Dunia, Penuh Makna Kuat dan Inspiratif

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK