HaiBunda

PARENTING

Yuk, Maksimalkan Perkembangan Otak Anak dengan Olahraga

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 08 Jan 2018 09:08 WIB
Yuk, Maksimalkan Perkembangan Otak Anak dengan Olahraga/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Kita semua tahu kurangnya olahraga membuat anak-anak berisiko mengalami masalah yang juga dialami oleh orang dewasa, seperti obesitas dan diabetes. Nah, baru-baru ini ada penelitian yang menghubungkan olahraga dengan perkembangan kognitif dan prestasi anak di sekolah.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Monographs of Society for Research in Child Development, ternyata aktivitas fisik memberi kebutuhan otak anak. Anak-anak yang aktif di kelas dan melakukan olahraga memiliki volume otak yang lebih besar.

"Hal ini terkait dengan fungsi memori dan pemikiran, seperti perilaku dan pengambilan keputusan. Anak-anak yang aktif juga tampak memiliki konsentrasi yang lebih baik dan rentang perhatian yang lebih panjang, yang membantu mereka tetap fokus untuk menyelesaikan tugas," lapor Charles H Hillman sang peneliti, dikutip dari WebMD.


Kata Charles, tak hanya untuk anak normal tapi hasil penelitian ini juga bisa diaplikasikan pada anak-anak dengan kebutuhan khusus juga. Aktivitas fisik atau olahraga dapat memberi manfaat bagi anak-anak dengan ADHD atau hiperaktif atau bisa juga anak dengan autisme.

The Physical Activity Guidelines for Americans juga merekomendasikan anak untuk olahraga selama 60 menit dan setidaknya dilakukan lima hari setiap minggu. Namun, ditambah dengan tuntutan pekerjaan sekolah dan pekerjaan rumah, olahraga ini akan sulit dilakukan tanpa bantuan Bunda dan Ayah.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk bekerja sama dengan anak untuk menemukan jenis aktivitas yang paling dia sukai ya, Bun. Misalnya saja bergabung dengan klub renang atau tim olahraga lain. Bisa juga aktivitas yang lebih santai seperti bersepeda, lompat tali, atau sekadar bersenang-senang di taman dekat rumah bersama teman-teman sebelum memulai pekerjaan rumah.

Nggak bisa dikatakan cukup bahwa anak-anak meniru perilaku orang tua mereka. Jika mereka melihat kita bersenang-senang dengan olahra, maka anak juga akan cenderung menjadikan olahraga sebagai kebiasaan gaya hidupnya. Oleh karena itu perlu ditanamkan dalam pikiran, kalau kita berolahraga bukan cuma untuk anak, tapi untuk diri sendiri. (aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

Parenting Tiara Jasmine & Khaerul Anwar Mujtaba

Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya

Kehamilan Melly Febrida

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam

Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

Serunya Belajar Dapat Cuan dari Affiliate di Gathering Sister at Home

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK