parenting

Hiks! Ucapan Menyentuh Pangeran William Saat Orang Tuanya Bercerai

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 25 Jan 2018 07:15 WIB
Hiks! Ucapan Menyentuh Pangeran William Saat Orang Tuanya Bercerai
London, Inggris - Semua anak bisa merasa sedih ketika menghadapi perceraian orang tuanya. Ini pula yang pernah dialami putra sulung Pangeran Charles dan Putri Diana, Pangeran William. Saat sang bunda resmi bercerai dengan ayahnya, Pangeran William mengucapkan kata-kata yang bisa dibilang amat menyentuh, Bun.

Di Agustus tahun 1996, Pangeran Charles dan Putri Diana akhirnya resmi bercerai. Nah, saat itu dilaporkan kalau Queen Elizabeth II ingin tetap Putri Diana menyandang gelar kehormatan Inggris. Tapi, Pangeran Charles nggak menyetujuinya meski ia tetap memberi gelar Princess of Wales kepada Putri Diana.

Saat orang tuanya bercerai, Pangeran William berumur 14 tahun. Ya, layaknya remaja lain, Bun, Pangeran William juga merasa sedih mendapati kenyataan kalau kedua orang tuanya bercerai. Nah, setelah sang bunda kehilangan gelar kehormatannya, ada sebuah kalimat yang diucapkan Pangeran William ke Putri Diana.


"Jangan khawatir ibu, nanti aku akan mengembalikan gelar itu kepada ibu setelah aku menjadi raja," ujar Pangeran William seperti dilansir Pop Sugar. Hiks. Hati ibu mana ya, Bun, yang nggak terenyuh mendengar ucapan putranya kayak gitu. Saya aja bayangin kalau anak saya ngomong kayak gitu ketika saya berada di posisi Putri Diana pasti bakal terharu dan sedih bahkan sekaligus bangga.



Sayangnya, nggak beberapa lama kemudian Putri Diana meninggal setelah mengalami kecelakaan mobil. Sampai saat ini, seperti kita tahu Pangeran William dan Pangeran Harry sering membagikan kenangan manis mereka bersama mendiang bundanya. Bahkan charity sering dilakukan kakak beradik itu sebagai bentuk penghormatan mereka kepada sang bunda.

Mengetahui ucapan Pangeran William kepada sang bunda, saya sempat berpikir pastinya Pangeran William sayang banget pada sang ibu. Tapi, apa mungkin Pangeran William lebih sayang ke Putri Diana ya? Nah, soal anak yang lebih sayang ke salah satu orang tua, kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi ini bisa aja terjadi, Bun. Anak sama-sama sayang ke ayah dan bundanya tapi bisa aja mereka lebih condong ke salah satu pihak.

Ini bisa terjadi ketika anak merasa lebih nyaman dengan salah satu orang tua. Misalnya, kalau anak ngobrol sama bundanya pasti disahutin ala kadarnya tapi kalau ngobrol sama ayah, respons excited ditunjukkan ayahnya, maka anak bisa lebih nyaman ngobrol sama ayahnya. Makanya, Ratih menekankan penting banget buat para orang tua membuat anak-anak merasa nyaman ketika berinteraksi dengan mereka.

"Jadilah pendengar yang baik, perhatikan ketika anak ngomong dan kita nggak sibuk sendiri. Karena, anak ngeh lho kalau dia dicueki. Kalau dia tiap ngomong dicueki ya wajar aja jadi malas ngomong dan nggak nyaman sama salah satu orang tuanya," kata Ratih.

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi