parenting

Anak Selesaikan Sendiri Proyek Sainsnya, Kenapa Nggak?

Asri Ediyati Senin, 12 Feb 2018 09:05 WIB
Anak Selesaikan Sendiri Proyek Sainsnya, Kenapa Nggak?
Jakarta - Untuk anak usia sekolah dasar, melakukan eksperimen sains perlu pendampingan dari orang tua. Namun, hal ini nggak dilakukan ibu sekaligus blogger, Gail.

Ya, Gail justru malah membiarkan anaknya, Samantha, melakukan eksperimen sainsnya sendiri, bahkan sampai membuat poster ilmiahnya sendiri. Hal ini ia ungkapkan melalui postingannya di Facebook baru-baru ini. Anak laki-lakinya yang berusia lima tahun melakukan eksperimen sains tanpa adanya masukan darinya. Sang ibu juga menjelaskan mengapa dia membiarkan si kecil melakukan eksperimen tersebut untuk diikutkan di pameran sains.

"Ketika tiba waktunya untuk mengumpulkan ke para juri, saya melangkah mundur dan membiarkan anak saya mengerjakan sebagian dari pekerjaan itu. Tapi, saya memang membantu menulis beberapa kata dalam posternya dan itu pun sangat sedikit," tulis Gail di laman Facebook-nya, dikutip dari Pop Sugar.


Meski membiarkan anaknya melakukan sebagian besar proyek sainsnya, Gail mengaku masih agak gelisah di hari-hari menjelang pengumpulan karya.

"Saat hari H, tidak ada keraguan pada dewan juri bahwa karya sains diciptakan oleh anak berusia lima tahun, dan saya bangga dengan anak saya karena melakukan pekerjaannya sendiri," katanya.



Namun, saat malam sains atau malam presentasi tiba, Gail semakin cemas. Gail seakan melihat dewan jurinya dan membayangkan beberapa presentasi lainnya.

Ia mengaku gelisah karena membandingkan dirinya dengan semua orang tua partisipan lainnya yang tentunya tidak diragukan lagi kemampuannya. Dan mungkin aja para orang tua lain nggak seperti dirinya yang membiarkan anaknya mengerjakan sendiri proyek sainsnya.

"Saya sangat khawatir dihakimi, tentang anak saya yang tidak cukup baik dan saya yang juga tidak cukup baik dalam melakukan proyek sains," tutur Gail.

Untungnya si kecil berhasil. Samantha menjelaskan bahwa walaupun ada banyak anak, poster, dan orang tua yang memadati lorong sekolah, semua siswa merasa senang. Dan mengejutkannya, nggak banyak kreasi sains yang mengacu pada NASA. Ya, soalnya eksperimen Samantha mengacu pada NASA, Bun.

"Saya sadar saat ini betapa salahnya saya meragukan anak saya dan meragukan diri saya sendiri. Ketika saya berhenti mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain. Saya bisa melihat anak saya, dapat melihat kecerdasan dan keingintahuannya yang luar biasa. Saya juga dapat melihat bagaimana saya membantu membentuknya," tulis Gail.

Setelah pameran sains usai, tiba saatnya pengumuman pemenang. Ternyata si kecil mendapatkan posisi keempat dari semua partisipan. Ia juga mendapatkan hadiah. Yeay!

Soal belajar pengetahuan alam, Elvina Lim Kusumo atau Vina, founder indonesiamontessori.com mendorong banget bisa banget kita lakukan bersama si kecil yang masih dalam kategori usia dini. Soalnya dengan belajar pengetahuan alam, anak akan lebih peka dengan sekelilingnya dan bisa mengasah rasa ingin tahunya, lho.

Namun, pastikan anak benar-benar tertarik dengan sains, Bun. Kata Vina, kalau kita memaksakan si kecil berkegiatan dengan hal lain yang belum menarik perhatiannya, berdasarkan pengalamannya, anak biasanya nggak akan banyak tanya, Bun. Apalagi kalau hal itu memang belum pernah dilihat dan dirasakan si kecil, umumnya nggak terlalu semangat dan antusias untuk melakukan berbagai percobaan.


(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi