HaiBunda

PARENTING

Ibu Ini Yakin Memukul Efektif Disiplinkan Anak di Bawah 10 Tahun

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 12 Mar 2018 09:07 WIB
Ibu Ini Yakin Memukul Efektif Disiplinkan Anak di Bawah 10 Tahun/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ibu yang satu ini meyakini memukul anak bisa menjadi cara efektif mendisiplinkan si kecil yang berusia kurang dari 10 tahun. Hmm, menurut Bunda gimana?

Meski sudah banyak artikel yang membahas nggak baik memukul anak, tapi ibu bernama Sue Edgerley ini tetap meyakini memukul anak itu terkadang diperlukan sebagai upaya pendisiplinan. Tapi menurut Sue, pukulan yang dimaksud nggak sembarangan memukul.

"Orang tua yang menepuk tangan atau bokong anak dengan tenang dan terkendali tidak menakutkan bagi anak kecil. Mereka tahu apa yang diharapkan, mereka tahu orang tua mereka memegang kendali," kata Sue, dilansir The Sun.




Hmm, jadi maksud Sue, memukulnya bukan membabi buta dengan tujuan anak takut dan kapok melakukan suatu hal yang kita anggap salah atau melanggar aturan. Tapi maksud dia, memukul lembut untuk mengingatkan bahwa si kecil sudah bertindak yang tidak seharusnya.

"Saya pikir memukul harus menjadi garis disiplin pertama ketika berhubungan dengan anak-anak," sambung Sue.

Sue percaya pemukulan efektif mendisiplinkan anak sampai anak maksimal berusia 10 tahun. Jadi, orang tua harus berhenti memukul saat anak-anak mereka berusia 10 tahun, Bun.

Dia mengatakan orang tua seharusnya tidak memukul remaja karena anak-anak yang tumbuh di rumah yang lebih disiplin pasti menghormati otoritasnya. Namun, pakar parenting Julie Green percaya memukul, bagaimanapun caranya, bukanlah bentuk disiplin yang efektif.



"Memukul efektif dalam jangka pendek tapi tidak dalam jangka panjang karena tidak mengajarkan pengendalian diri kepada anak-anak atau bagaimana mengelola perilaku mereka," terang Julie.

Beberapa waktu lalu ada nih penelitian tentang memukul pantat anak, yang mana hal ini nggak cuma bisa jadi bentuk pelecehan seksual tetapi juga kekerasan pada anak, Bun.

"Kalau anak yang sering dipukul pantatnya punya risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi yang berujung pada keinginan bunuh diri, jadi peminum berat, dan memakai obat-obatan terlarang," kata tim peneliti dalam laporannya, dikutip dari Men's Health.

Selain itu, studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics juga menemukan anak yang pantatnya sering dipukul bundanya sejak kecil lebih cenderung tumbuh jadi anak yang agresif dibanding anak yang pantatnya nggak pernah dipukul. Efek negatif juga terjadi ketika pemukulan ini dilakukan ayah. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Parenting Annisa Karnesyia

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Mom's Life Amira Salsabila

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK