HaiBunda

PARENTING

Suruh Anak Jalan 7 Km ke Sekolah Sebagai Hukuman, Yes or No?

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 02 Apr 2018 16:09 WIB
Suruh Anak Jalan 7 Km ke Sekolah Sebagai Hukuman, Yes or No?/ Foto: Facebook
Harrow, Ontario - Setiap orang tua ingin anaknya memiliki sopan santun. Nah, ibu asal Harrow, Ontario ini terpaksa menghukum anaknya karena berlaku kasar terhadap sopir bus sekolah. Alhasil si ibu membiarkan kedua anaknya berjalan kaki ke sekolah.

Jarak ke sekolah bukan cuma satu atau dua km aja lho, Bun, tapi tujuh km. Hmm, jarak ini seperti lintasan lari maraton. Ibu itu memposting foto anaknya di Facebook. Saat dihukum, kedua anak laki-lakinya membawa kardus dan ditulisi 'Kami buruk dan kasar pada sopir bus kami. Ibu menyuruh kami berjalan'.

Namun, si ibu menemani kedua anaknya berjalan kaki hingga sampai di sekolah. Sampai sekarang, postingan si ibu sudah dibagikan lebih dari 38.000 kali.


"Pagi ini kami berjalan sejauh 7 km untuk menunjukkan kepada mereka apa yang akan terjadi setiap hari bagi mereka ketika mereka diusir keluar dari bus. Dua jam kemudian mereka berhasil!" tulis sang ibu di Facebook dikutip dari CBS News.



Dalam postingan Facebook-nya, ibu itu menulis dia mengambil tindakan setelah mendapat telepon dari sekolah putranya tentang perilaku buruk mereka. Banyak warganet yang memuji aksi ibu yang satu ini. "Kau benar-benar melakukan tugas ibu dengan baik". "Awesome job, Mom!" tambah yang lain.

Namun, banyak juga yang memberi kritik dan bahkan mengancam untuk memanggil lembaga bantuan anak setempat, Children's Aid Society (CAS). Akhirnya, sang ibu menelepon ke CAS untuk menjelaskan ceritanya.

Menanggapi hal itu, Tina Gatt, manajer penjangkauan masyarakat di kantor CAS Windsor-Essex, bilang bahwa memang logis alasan si ibu untuk membuat anaknya jera dengan berjalan kaki ke sekolah. Namun, di sisi lain apa yang dilakukan ibu itu bisa mempermalukan kedua anak tersebut.

"Mempermalukan mereka di media sosial tidak konstruktif. Perlu dipertimbangkan ketika kita akan memposting sesuatu apalagi menyangkut anak-anak di media sosial," kata Tina dikutip dari Daily Mail.

Tina menambahkan mempermalukan nggak mengubah anak-anak menjadi lebih baik. Tina bilang mempermalukan malah jarang berhasil dan nggak akan memotivasi anak untuk menjadi lebih baik. Soal menghukum anak di depan publik, ahli pendidikan dari Universitas Terbuka, Prof Udin S Winataputra bilang hukuman itu harus memiliki sifat mengubah perilaku.

"Kemudian hukuman harus diterima tulus dan nggak boleh diberikan di depan publik. Jadi niatnya bukan menyakiti tapi memperbaiki kesalahan," kata Prof Udin dikutip dari detikNews.

Kalau menurut Bunda, hukuman berjalan sejauh 7 km ke sekolah pada anak yang ketahuan berlaku kasar pada sopir bus sekolah ini gimana, setuju atau nggak, Bun?

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Lindsay Lohan Bagikan Momen Ulang Tahun Suami Keturunan Arab, Beri Ucapan Manis

Mom's Life Amira Salsabila

15 Nama Artis & Selebgram Indonesia Berawalan U dan Artinya, Bagus Penuh Makna

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Lebih Sensitif, Ini Penyebab Bumil Mudah Menangis

Kehamilan Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Chaca Thakya Dihadiahi Perhiasan dari ASI, Bentuk Ungkapan Cinta Ricky Perdana

Menyusui Annisa Karnesyia

Angka Kelahiran di Jepang Meningkat sejak Diberlakukannya Asuransi Perawatan Kesuburan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sarah Sechan Ungkap Penyebab Rahang Bergeser, Ternyata Karena Satu Kebiasaan Ini

Dokter Sebut Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Alasannya

15 Nama Artis & Selebgram Indonesia Berawalan U dan Artinya, Bagus Penuh Makna

Lebih Sensitif, Ini Penyebab Bumil Mudah Menangis

Lindsay Lohan Bagikan Momen Ulang Tahun Suami Keturunan Arab, Beri Ucapan Manis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK