HaiBunda

PARENTING

Butuh Riset Bertahun-tahun Lho untuk Ciptakan Mainan Edukatif

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 12 Apr 2018 11:00 WIB
Butuh Riset Bertahun-tahun Lho untuk Ciptakan Mainan Edukatif/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Mungkin beberapa dari kita lihat mainan edukatif anak-anak itu terkesan simpel. Hanya boneka yang ditambah pemutar musik atau buah-buahan dari plastik.

Eits, jangan salah, untuk membuat mainan itu ternyata butuh riset yang memakan waktu bertahun-tahun. Kenapa? Karena mainan dibuat untuk bayi dan anak-anak dan mainan edukatif bisa menjadi sarana belajar mereka.

Selain itu mainan untuk anak-anak nggak sembarangan dibuat karena harus aman, tahan lama dan berkualitas tinggi. Belum lagi 'jaman now' anak-anak lebih milih bermain dengan gadget daripada mainan yang ada wujud fisiknya.


Menyadari hal tersebut, sebuah perusahaan produsen mainan anak, Fisher-Price, memiliki fasilitas riset khusus mainan anak namanya Play Lab.

"Play Lab mengusung riset berbasis observasi untuk membuat strategi dalam mendesain mainan. Dalam setahun, sebanyak lebih dari 127 ribu bayi dan anak pra sekolah, serta 1.700 orang tua dilibatkan dalam uji coba mainan," tutur Dr Deborah Weber PhD, director Early Childhood Department Research dari Fisher-Price, di acara Sesi Diskusi 'Persiapkan Kesuksesan Anak Sejak Usia Dini dengan Mainan Edukatif untuk Menstimulasi Pembelajaran Aktif' oleh Fisher-Price, di Mamain, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).



Menurut Deborah, berbagai aspek dalam bermain, seperti ukuran, skala, ergonomi, minat serta kelayakan pengembangan terus dievaluasi secara berkala. Mereka, para periset dan produsen, belajar dari cara anak bermain agar dapat membuat mainan yang disenangi anak-anak.

"Menentukan kelompok usia untuk suatu produk juga penting bagi periset dan produsen mainan. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek fisik, kognitif serta sosial dan emosional, para ahli perkembangan anak dilibatkan untuk mendesain mainan yang sesuai dengan rentang usia anak-anak," tutur Deborah.

Activity Zebra salah satu mainan edukatif anak buatan Fisher-Price/ Foto: Fisher-Price


Menurut Deborah, mendesain mainan edukatif juga dapat menjawab kebutuhan yang berbeda dari setiap tahap perkembangan anak. Ia juga mendorong orang tua untuk terus mengingat bahwa setiap anak memiliki tahapan pertumbuhan yang berbeda-beda, Bun.

Terlepas dari itu semua, Deborah menekankan bahwa tiap orang tua ingin memberikan pendidikan dan pembekalan keterampilan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dan penting bagi orang tua untuk terlibat dalam waktu bermain berkualitas dengan anak. Jangan sampai mainan anak sudah bagus banget tapi anak tetap ditinggal sendirian, jadinya percuma, Bun. Jadi, sembari anak bermain, kita juga ajak diskusi.

Yuk, main bareng anak.

(aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengenal Sosok Putri Dubai Sheikha Mahra, Pernah Talak Suami Lewat IG hingga Tunangan dengan Rapper

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Diet ala Artis Korea Jihyo TWICE, Sukses Turun Berat Badan 10 Kg

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah di Balik Ibu Kerudung Pink Ikut Demo DPR, Sempat Dicari Anak karena Tak Kunjung Pulang

Mom's Life Tim HaiBunda

Thailand Gratiskan 200 Ribu Tiket Pesawat bagi Turis, Catat Syaratnya!

Mom's Life ZAHARA ARRAHMA

Lesung Pipi di Wajah Anak, Benarkah Diwariskan secara Genetik? Cek Fakta Menariknya

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Terungkap Isi Kapsul Waktu yang Dikubur Putri Diana 30 Tahun Lalu

Bulan Maulid Nabi, Ini 3 Niat Puasa Sunah yang Bisa Diamalkan

Mengenal Sosok Putri Dubai Sheikha Mahra, Pernah Talak Suami Lewat IG hingga Tunangan dengan Rapper

Lesung Pipi di Wajah Anak, Benarkah Diwariskan secara Genetik? Cek Fakta Menariknya

Meninggal di Tengah Aksi Unjuk Rasa, Affan Kurniawan Ternyata Tulang Punggung Keluarga

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK