HaiBunda

PARENTING

Bayi Enam Bulan Bisa Baca Emosi Orang Tua, Lho

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 13 Apr 2018 11:03 WIB
Bayi Enam Bulan Bisa Baca Emosi Orang Tua, Lho/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Jenewa, Swiss - Semua orang tua pasti tahu setiap anak itu cerdas. Dari sebelum lahir, bayi sudah mendengar suara, merasakan sentuhan. Menjelang persalinan, ia mencari jalan keluar dari rahim ibunya. Hebat ya, Bun?

Nah, baru-baru ini ada penelitian dari University of Geneva, Swiss yang menyatakan bahwa bayi usia enam bulan sudah bisa baca emosi orang tua, lho.

Bayi bisa tahu, Bun, apakah orang tua mereka bahagia atau marah. Menurut para peneliti, bayi akan melihat wajah orang marah lebih lama jika bayi telah mendengar suara yang mengekspresikan kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bayi dapat membedakan emosi yang berbeda bahkan sebelum mereka belajar berbicara.


"Berdasarkan penelitian ini kita dapat menyimpulkan bayi berusia enam bulan mampu mengenali emosi kebahagiaan terlepas dari karakteristik fisik pendengaran atau visual. Bayi mengekspresikan emosi untuk mengkomunikasikan kebutuhan mereka kepada pengasuh mereka, seperti menangis untuk menunjukkan bahwa mereka perlu diberi makan atau digendong," tutur penulis studi, Amaya Palama, dari University of Geneva, dikutip dari Daily Mail.



Dalam studi juga memaparkan bahwa bayi fokus pada mulut orang yang marah. Hasil lebih lanjut menunjukkan bayi nggak memiliki preferensi untuk wajah bahagia atau marah setelah mendengar suara netral. Para peneliti menganalisis 24 bayi berusia enam bulan yang ikut dalam studi Geneva BabyLab.

Bayi-bayi ditempatkan menghadap layar hitam di mana mereka mendengarkan suara netral, bahagia atau marah selama 20 detik. Mereka kemudian duduk di depan wajah-wajah yang mengekspresikan salah satu dari dua emosi ini selama 10 detik.

Teknologi eye-tracking digunakan untuk mengukur garis penglihatan bayi. Mereka berasumsi, bayi yang melihat satu wajah lebih lama dapat membedakan emosi bahagia dan marah. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.

Terkait itu, riset dari University of Georgia's Department of Child and Family Development (CFD), dikutip dari Parents, emosi seperti empati, kebahagiaan, harapan, dan kesedihan dibentuk oleh bagaimana bayi dipelihara. Hal ini juga berkaitan erat dengan kecerdasan emosional (EQ). Jika EQ-nya berkembang dengan baik, seseorang cenderung membentuk standar moral yang baik untuk dirinya sendiri. Meskipun kecerdasan emosi terus berkembang melalui masa remaja, tapi pengalaman awal bayi bisa menjadi dasar untuk seumur hidupnya.

Untuk itu, sebagai orang tua kita perlu sediakan lingkungan yang aman dan konsisten untuk bayi. Sering tersenyum, akui dan ungkapkan emosi yang dirasakan bayi, tunjukkan empati ketika bayi kesal, Bun.

(aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Parenting Annisa Karnesyia

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Mom's Life Amira Salsabila

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK