HaiBunda

PARENTING

Kompor Gas Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Anak Kena Asma, Bun

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 17 Apr 2018 11:01 WIB
Kompor Gas Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Anak Kena Asma, Bun/ Foto: Thinkstock
Queensland, Australia - Penyakit asma disebabkan oleh banyak faktor. Tapi bagaimana pun faktor yang paling mendukung adalah lingkungan. Nah, di Australia, para ahli sudah memperingatkan bahwa lingkungan rumah yang lembap ditambah penggunaan kompor gas bisa meningkatkan risiko anak kena asma, lho.

Hal ini diteliti dalam riset yang diterbitkan di Medical Journal of Australia. Riset ini menyelidiki hubungan antara paparan dalam ruangan dan asma pada anak-anak.

"Kami menemukan bahwa 12 persen asma anak-anak disebabkan oleh paparan kompor gas yang digunakan untuk memasak, dan delapan persen terkait dengan kelembapan rumah," kata Dr Luke Knibbs, dari Pusat Pencemaran Udara, Energi dan Penelitian Kesehatan dari Queensland University, dikutip dari Brisbane Times.




Knibss mengatakan memasak dengan kompor gas melepaskan bahan kimia seperti nitrogen dioksida dan formaldehida, yang menyebabkan peradangan pada saluran udara dan memperburuk asma.

"Sebanyak 38 persen rumah Australia menggunakan kompor gas untuk memasak, ini adalah masalah umum. Tinggal di rumah lembap juga cukup umum di Australia dan juga dapat memengaruhi kesehatan paru-paru anak-anak," papar Knibbs.

Studi ini juga mengidentifikasi adanya kelembapan sebanyak 26 persen rumah di Australia. Tingkat asma masa kanak-kanak di Australia juga cukup tinggi di dunia. Karena itu para peneliti menyerukan kesadaran yang lebih besar dari bahaya ini.

"Kebanyakan orang tua dari anak-anak dengan asma menyadari cara-cara seperti meminimalkan paparan tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan melalui debu dan mengganti karpet dengan lantai keras. Tetapi dalam penggunaan kompor gas, sebagian besar dari mereka belum tahu," kata Dr Knibbs.

Untuk itu, disarankan orang tua yang memakai kompor gas, dilengkapi tudung exhaust agar meminimalkan penyebaran gas dan bahan kimia lainnya. Dan yang paling penting adalah ventilasi yang baik agar sirkulasi udara di ruangan menjadi lancar.

"Selain itu cara sederhana untuk mengurangi kelembapan termasuk ventilasi rumah yang lebih baik dengan udara segar yakni menggunakan jendela terbuka ketika kondisi memungkinkan, menggunakan penurun kelembapan ruangan (dehumidifier) dan membatasi penggunaan pengering pakaian di dalam ruangan," tutup Knibbs dikutip dari News AU.
(Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Vika Kolesnaya Istri Billy Syahputra usai Jadi Bunda, Dipuji Makin Cantik

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bacaan Doa Niat Puasa Ganti Ramadhan Karena Haid

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Momen Lucu Nikita Willy Naik Angkot

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ibu Baru Melahirkan, Masih Perlukah Minum Vitamin Prenatal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Nita Vior Ungkap Alami Baby Blues, Jujur Sempat Takut Menyusui Putri Kecilnya

Menyusui Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ide Stimulasi Bayi Duduk, Bisa Dilatih Mulai Usia 4 Bulan

Nita Vior Ungkap Alami Baby Blues, Jujur Sempat Takut Menyusui Putri Kecilnya

Ibu Baru Melahirkan, Masih Perlukah Minum Vitamin Prenatal?

7 Aktor Korea Jebolan Produce 101 Season 2, Ada Hwang Min Hyun hingga Park Ji Hoon

Bacaan Doa Niat Puasa Ganti Ramadhan Karena Haid

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK