parenting

Kerepotan Mengasuh Batita Kelak akan Jadi Kenangan Tak Terlupakan

Amelia Sewaka Minggu, 29 Apr 2018 13:01 WIB
Kerepotan Mengasuh Batita Kelak akan Jadi Kenangan Tak Terlupakan
Fife, Skotlandia - Pernah nggak sih, Bun, bertanya-tanya, dari mana sih anak-anak mendapat suatu energi? Kok mereka nggak ada capeknya ya. Kita aja orang dewasa yang jagain udah pegal duluan karena harus ikutin mereka lari sana sini. Anak pun bisa loncat sana sini sampai di waktu mereka tidur.

Anak-anak ingin menaiki dan menyentuh semuanya, membongkar setiap benda dan membongkar setiap gambar atau lemari. Pokoknya, kita mesti punya energi ekstra ketika menjaga anak-anak ya, Bun. He-he.

Nah, seorang ayah mendapat pujian karena mampu 'mewakilkan' semua gambaran hidupnya dengan sang anak yang masih batita dengan cara lucu dan kreatif. Ayah bernama Ian Muir ini mengambil serangkaian foto dari putrinya yang berusia dua tahun, Millie, selama lima menit dan menggabungkannya menjadi satu gambar yang menunjukkan betapa 'kacau'nya hidup dengan batita ini.


Ian yang merupakan fotografer amatir menggunakan tripod untuk menangkap setiap momen yang dilakukan oleh putri kecilnya itu mulai dari memanjat sofa dengan energik, bersembunyi di keranjang cucian, bermain piano dan meninggalkan beberapa bagian kereta mainan di berbagai tempat. Karyanya ini menjadi viral, setelah rekannya Sally Williamson membagikan gambarnya dengan judul, 'Lima Menit dalam Kehidupan Dua Tahun' di halaman Facebook komunitas parenting The Motherload.



"Inilah kekacauan ketika kalian hidup dengan si kecil, sekaligus kegembiraan untuk anak-anak ketika bisa mengeksplorasi semuanya," tulis Sally dilansir Daily Mail.

Jelas, postingannya tersebut menarik perhatian banyak orang tua. Postingan Sally mendapat lebih dari dua ribu likes dan komentar hanya dalam dua jam. Beberapa ibu bingung kenapa ada banyak anak yang sama dalam satu gambar sementara netizen lain ingin tahu bagaimana cara membuat foto seperti itu.

Ian mengatakan kepada The Motherload bahwa Millie adalah 'seikat' energi kecil seperti kebanyakan batita berusia dua tahun. Sang ayah mengambil banyak foto Millie dengan tingkahnya yang bermacam-macam kemudian dijadikan satu.

"Dia bisa berbagai pose ketika bicara dan baru menguasai berbagai kemampuan beberapa bulan lalu. Sekarang ditambah dia bisa berdiri, berjalan, dan lebih aktif. Millie menghabiskan waktunya dengan saya tiap pagi sebelum saya pergi bekerja dan ini berarti saya sudah mampu menangani semua kenakalannya," papar Ian.

Ian juga menjelaskan bagaimana ia bisa membuat foto atau gambar seperti itu agar semua orang tua dapat mencobanya sendiri. Hal terpenting tripod tidak bergerak karena ini memungkinkan kita punya frame yang persis. Kemudian kita perlu mengambil banyak gambar yang berbeda dengan hati-hati agar tidak tumpang tindih dengan posisi kita, Bun.

"Gunakan timer 10 detik atau remot nirkabel untuk jepretan berbahaya seperti di mobil. Saya berdiri di samping siap untuk memfotonya dan jika perlu saya mengedit sendiri," kata Ian dikutip dari The Sun.

Ian menyarankan lakukan jepretan yang sulit dulu dan jika si kecil kehilangan kesabaran paling tidak kita punya gambar yang oke. Salah satu kesulitan yang didapat adalah memastikan cahaya tetap konsisten di seluruh jepretan karena jika kita punya hasil foto dengan yang satu lebih gelap atau lebih terang maka sulit untuk memadukan jadi satu foto.

"Saya memasang lampu di sekitar langit-langit juga dan beberapa spot lain. Masalah yang saya dapat di sini adalah cahaya karena saat itu hari sedang mendung sehingga bisa membuat foto lebih terang atau lebih gelap. Kalau kalian lihat dari dekat, kalian bisa lihat kesalahan tapi saya biarkan," papar Ian.

Gimana, Bun, tertarik untuk mencoba? Punya anak umur 2 tahun memang tantangan yang luar biasa ya karena pada usia tersebut biasanya anak tidak mau diam dan selalu ingin tahu dengan apa yang ada di sekitarnya. Anak belum mengetahui secara tepat apa yang bahaya dan tidak sehingga ia cenderung akan membahayakan diri.

"Sebagai orang tua kita juga tidak dianjurkan untuk terlalu banyak melakukan pelarangan sehingga anak tidak bisa bertindak apapun," ungkap psikolog anak dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi dilansir detikHealth.

Ratih menambahkan, tugas kita adalah memantau setiap kegiatan yang dilakukan dan ketika sudah masuk ke fase bahaya kita bisa membantunya untuk keluar dari situasi bahaya tersebut. Dan nggak perlu cemas, Bun, kalau pertumbuhan anak kita nggak sama dengan anak lain. Ketika anak-anak tumbuh menjadi batita, perbedaan bukan hal yang aneh. Bahkan perbedaannya nggak cuma satu, tapi bisa banyak hal.

Catherine Malley, Educator Bidang Tumbuh Kembang Anak Cooperative Extension Office, University of Connecticut, Amerika Serikat, mengatakan, tumbuh kembang pada tahap toddler sifatnya unik, Bun, karena anak-anak punya kecepatan sendiri. Bunda sah-sah saja mengacu ke berbagai diagram tumbuh kembang dari pakarnya. Tapi, diagram itu hanya menggambarkan capaian rata-rata. Jadi, nggak perlu sama persis pencapaian si kecil Bun.



(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi