HaiBunda

PARENTING

Saran bagi Ortu Saat Anak Menunjukkan Perilaku Menyimpang

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 29 Apr 2018 10:00 WIB
Saran bagi Ortu Saat Anak Menunjukkan Perilaku Menyimpang (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Senang banget melihat anak rajin, pintar, kreatif dan disiplin. Namun, faktanya nggak semua anak seperti itu. Seringkali lingkungannyalah yang membentuk kepribadian anak. Nah, bagaimana kalau si kecil ini sering bermasalah di sekolahnya? Bagaimana kita, peran orang tua saat anak mulai menunjukkan perilaku yang menyimpang dalam hal kriminal?

Menurut psikolog Febria Indra Hastati MPsi Psikolog dari Brawijaya Clinic, biasanya ada beberapa karakteristik individu yang memang disebut juvenile deliquency atau penyimpangan perilaku sebagai anak menuju remaja. Jadi memerlukan perhatian nggak cuma dari orang tua tapi dari pihak sekolah karena kan anak sebagian besar waktu dihabiskan di sekolah.

"Kalau anak sudah menunjukkan tanda-tanda perilaku menyimpang, dia tiba-tiba hari ini berkelahi atau tawuran. Di situ kan sudah bisa kita lihat ada bibit-bibit ini sejak di rumah. Ketika dengan adiknya, tetangga dan semuanya berkonflik artinya kan kita harus lebih waspada memilih sekolah yang bisa lebih banyak pengawasan," tutur Febria kepada HaiBunda.


Kata Febria, kalau orang tuanya sendiri nggak aware dan nggak waspada tentang anaknya yang butuh perhatian khusus ini, nantinya bisa salah memilih sekolah, salah memilih lingkungan, anak menjadi bermasalah, Bun. Tawuran kan hanya salah satu, bisa saja nanti saat remaja merambah ke narkoba dan miras.



"Ketika orang tua punya kesempatan untuk menilai bahwa anak butuh pendekatan dan pengawasan khusus, maka di situ pentingnya dicarikan sekolah yang pengawasan atau aturannya lebih ketat dan disiplin, sistem boarding, inklusi ataupun dijemput sesuai jam pulang sekolah.

Febria bilang, anak-anak yang sering nongkrong atau nggak langsung pulang cepat itulah yang seringkali menjadi bermasalah. Untuk menghindarinya, orang tua bisa membuat anak sibuk dengan kegiatan di luar sekolah. Jangan ikutkan bimbingan belajar lagi, Bun, mungkin bisa kegiatan seni atau olahraga.

"Anak nakal itu sebenarnya anak yang punya tenaga, punya kreativitas namun nggak tersalur dengan baik, di samping tadi yang ada penyimpangan kepribadian. Nah, kalau anak nggak ada penyimpangan kepribadian bisa saja anak itu bosan nggak ada yang bisa ia kerjakan, tugas kita adalah memberikan kegiatan yang bermanfaat supaya anak nggak sempat melakukan hal negatif," ujar Febria.

(aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal

Mom's Life Melly Febrida

150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo

Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless

Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK