sign up SIGN UP search


parenting

Kejujuran Bocah 8 Tahun Ini Patut Ditiru Lho

Amelia Sewaka Jumat, 04 May 2018 16:02 WIB
Kejujuran itu mahal harganya... caption
Louisiana, AS - Pernah nggak sih berpikir, Bun, apakah anak kita udah cukup jujur sama kita? Lalu apakah selama ini kita cukup mengajarkan arti kejujuran pada si kecil? Kejujuran penting lho diajarin sejak dini karena bisa banget memengaruhi bagaimana anak menghadapi lingkungan luar.

Kasus kejujuran gampang banget kita temuin, sesederhana yang dialami seorang bocah baru-baru ini. Si bocah dilaporkan menemukan uang 100 USD di jalan. Menemukan uang di jalan bisa tes sederhana untuk melihat integritasnya apalagi jika uang tersebut berjumlah besar. Untuk ukuran bocah usia delapan tahun dari Louisiana, uang 100 USD pastinya bukan jumlah yang kecil kan, Bun.

Jadi ceritanya bocah bernama Jaron Johnson ini menemukan uang tersebut ketika sedang berbelanja di Walmart bersama sang ibu, Jodie.


"Putra saya hanya beberapa langkah di belakang saat di toko kelontong dan segera mendatangi saya setelah ia menemukan uang itu. Jaron sangat kaget tapi ia tetap ingin melakukan hal yang benar," kata Jodie kepada Babble.

Nah, ternyata uang itu adalah milik pria berusia 86 tahun bernama James Grice yang hidup dengan penghasilan tetap dan nggak bisa belanja kebutuhannya karena uangnya yang hilang. Namun, James innggak lantas bersedih lho, Bun. Dia malah punya sikap yang luar biasa menghadapi kehilangannya.

"Ketika saya keluar toko saya mengatakan, 'Ya Tuhan, biarkan seseorang yang membutuhkan uang tersebut yang menemukan'. Ketika saya menyerahkan semua ke Tuhan, saya tidak cemas lagi," kata James pada KWTX News.

Beruntungnya kakek ini. Ya, yang menemukan uangnya adalah bocah laki-laki berhati besar dan mau mengembalikan uang yang dia temukan. Jodie awalnya mau nyerahin uang tersebut ke petugas Walmart, Bun, tapi karena ia curiga jadi ia dan anaknya pun membawa uang tersebut ke rumah. Besoknya, Jaron sendriri mengingatkan ibunya untuk bertanya ke Walmart apakah ada customer yang kehilangan uang. Karena pihak Walmart bilang nggak ada, Jodie memberikan kontaknya pada toko tersebut.

"Saya menerima telepon sekitar jam 12, putri James yang menelpon dan menjelaskan apa yang terjadi pada ayahnya dan mengonfirmasi bahwa uang tersebut jatuh ketika James mengambil daftar belanjaannya. Jamez tidak sadar hingga ia ke kasir dan tidak bisa membayar belanjaannya," papar Jodie.



Jodie juga mengatakan bahwa putranya sangat senang bisa punya kesempatan untuk mengembalikan uangnya pada kakek James dan pertemuan keduanya berjalan baik.

"James langsung memeluk Jaron begitu melihatnya. Keduanya seperti punya hubungan yang 'nyambung'. Jaron sangat senang mengembalikan uang James, apalagi setelah melihat James yang bersyukur dan emosional, momen itu sangat spesial," ungkap Jodie.

Nggak hanya itu, Bun, kakek James juga memberi apresiasi ke Jaron dengan memberi uang sekitar Rp 200 ribu dan menjanjikan tomat segar yang merupakan makanan favorit Jaron.

"Momen ini spesial untuk saya. Karena untuk tahu kejujuran dan integritas dalam menolong warga lanjut usia yang berpenghasilan tetap menjadi suatu pengalaman yang luar biasa dan berharga bagi Jaron untuk mengasah nilai kemanusiaannya," ungkap Jodie.

Tidak mudah lho buat anak seusia Jaron untuk mengambil suatu keputusan. Jodie mengatakan bahwa ia yakin pasti anaknya yang berusia tiga tahun lebih memilih Xbox daripada mengembalikan uang tersebut. Tapi ibu ini selalu mencoba untuk mengajarkan anak-anaknya melakukan hal yang benar walaupun tidak ada yang melihatnya. Wah, bijak banget ya, Bun, Jodie.

Mengajarkan sifat jujur sama anak memang lebih baik sejak dini, Bun, untuk menanamkan kejujuran pada anak sejak dini, ada nih beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua.

Seperti diungkapkan psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani SPsi MSi, hal pertama yang harus dilakukan jika ingin anak terbiasa berkata jujur adalah membuat anak nyaman saat menyampaikan hal yang jujur. Karena jujur bukan selalu hal yang menyenangkan.

"Ketika anak melakukan kesalahan, misalnya menjatuhkan air ya (emosi) orang tua jangan sampai meledak berlebihan. Karena ketika orang tua marah berlebihan, anak justru akan berpikir 'oh kesalahan itu sebaiknya tidak diakui atau sebaiknya kabur saja dari masalah'," kata wanita yang akrab disapa Nina ini dikutip dari detikHealth.

Nina melanjutkan, sebaiknya orang tua menunjukkan hal seperti 'oh tumpah ya, waduh bisa licin, apa yah yang harus kita lakukan?'. Lalu, ajak anak untuk mencari solusi dan melakukannya seperti 'kamu ambil pel, terus taruh gelasnya di atas meja kemudian cara pelnya gini, coba kamu lakukan'.

Menurut Nina, dengan menunjukkan sikap seperti itu anak akan menerima tanggapan positif dan pembelajaran untuk mencari solusi dari kesalahannya. Sehingga, anak akan lebih nyaman mengatakan kejujuran atau kesalahannya.

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi