HaiBunda

PARENTING

Cara Nola Baldy Tanggapi Komentar Haters Anaknya di Medsos

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 11 May 2018 12:07 WIB
Cara Nola Baldy Tanggapi Komentar Haters Anaknya di Medsos/ Foto: Instagram Nola Be3
Jakarta - Menjadi publik figur tentunya harus siap menghadapi berbagai respons dari masyarakat, baik itu positif maupun negatif. Namun, bagaimana kalau publik figur itu masih di bawah umur? Apa mereka sama siapnya dengan mereka yang sudah dewasa?

Soal ini, Nola Baldy berbagi pengalaman tentang anaknya yang terkadang menjadi sasaran 'haters'. Lalu, bagaimana cara Nola tanggapi 'hate comment' pada anaknya di media sosial?

"Dulu Naura (anak pertama), sempat punya pengalaman yang nggak menyenangkan saat promosi film perdananya 'Naura dan Gank Juara'. Banyak yang memuji tapi banyak juga yang menghujat. Waktu itu dia sedih, dia menulis curahan hatinya di caption Instagram. Saya sebagai ibu hanya bilang 'tulis apa yang ingin kamu curahkan, Nak. Nggak apa-apa,'" kata Nola kepada HaiBunda.


Setelahnya, Nola memberikan pengertian, bahwa menjadi orang di atas panggung itu ada yang suka dan nggak suka. Jika memang sekiranya merasa terganggu, Nola akan melakukan pemblokiran pada akun-akun yang menulis ujaran kebencian kepada anaknya.

Mengingat Naura, putri sulungnya menginjak usia remaja, mungkin semakin cuek dengan hal seperti itu, Bun. Lalu, bagaimana dengan adik bungsunya, Neona?

"Kalau Neona karena mungkin masih kecil ya jadi agak baper melihat komentar-komentar negatif. Tapi, untungnya dia mengikuti kakaknya sih, dia langsung blokir akun-akun yang bersangkutan," kata Nola.

Menurut Nola, jika seseorang sudah melontarkan komentar negatif, lebih baik nggak usah menanggapinya. Kalau menanggapinya, malah orang yang bersangkutan merasa diperhatikan.

Yang bikin saya prihatin dan sedih, akun-akun haters-nya anak-anak Naura itu dibuat oleh anak-anak juga, Bun. Memang sih itu hak mereka tapi alangkah baiknya jika melakukan perkerjaan lain yang lebih positif ya.

Menanggapi adanya komen negatif di media sosial anak, Anne Longfield yang merupakan pemerhati masalah anak bilang pentingnya mengajari anak dengan prinsip 'Terus kenapa?'. Dengan begutu anak akan berpikir 'Terus kenapa kalau orang asing nggak suka sama kamu? Terus kenapa kalau seseorang memiliki 10.000 follower dan kamu cuma memiliki 100?'

"Ajarkan anak untuk bersikap lebih baik, kita perlu mendorong anak-anak kita untuk tidak rapuh. Terlepas dari hal lain, ketika generasi ini menjalankan negara, hal itu sama sekali tidak akan berhasil jika mereka lumpuh hanya karena tidak memiliki cukup banyak orang," tutur Anne dikutip dari BBC.



Komentar negatif yang terus-menerus bisa jadi bentuk cyber bullying. Menurut Julie Hertzog, Direktur Pusat Pencegahan Bullying Nasional PACER, cyberbullying lebih dari sekadar masalah media sosial semata, Bun. "Biasanya, bullying di dunia maya dimulai karena anak-anak sudah memiliki akses ke komputer, tablet, atau ponsel," kata Julie, dilansir Babble.

Nah, Julie menyarankan orang tua untuk mendiskusikan cyberbully dan perilaku online yang dapat diterima begitu anak mereka mulai menggunakan jenis teknologi online atau media sosial apapun baik itu game maupun chatting.

Jika bullying terjadi, pastikan untuk mendokumentasikannya jika bisa. Simpan URL tempat terjadinya bullying, cetak email atau halaman situs atau mungkin screenshoot layar.

Minta anak untuk menyimpan teks bullying atau mintalah mereka meneruskannya kepada kita, Bun. Kita juga bisa melaporkan cyberbully tersebut ke situs keselamatan anak dan memblokir orang-orang yang melakukan penindasan maya terhadap anak kita.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika

7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK