parenting

Mengenal RIE, Salah Satu Metode Pengasuhan Anak

Melly Febrida Sabtu, 19 May 2018 18:50 WIB
Mengenal RIE, Salah Satu Metode Pengasuhan Anak
Jakarta - Bunda biasanya meminta izin ke bayi yang baru lahir nggak saat akan melakukan aktivitas lain? Misalnya, saat akan mandi minta izin dulu ke si bayi, meski bayi belum bisa menjawab dan mungkin belum paham.

Jika iya, sama nih dengan yang dilakukan ibu bernama DeAnna Englezos. Ia selalu meminta izin ke bayinya sebelum melakukan kegiatan lain. Menurutnya minta izin ke bayi itu sangat penting. Nah, pola pengasuhan itu dikenal dengan RIE atau Resources for Infant Educarers. Jadi dalam metode pengasuhan ini, orang tua menghormati sang bayi sebagai individu.

"Bahkan ketika dia masih bayi baru lahir, saya merasa anak saya adalah orang yang lengkap," kata DeAnna tentang anak perempuannya yang kini berusia 13 bulan.


DeAnna bilang, wajar saja orang tua mulai berbicara ke bayinya, Bun. Menurutnya, ini tentang melihat bayi yang baru lahir sebagai individu yang mampu, unik, dan untuk membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan respek dari hari pertama kehidupannya.



Metodologi RIE ini berfokus pada anak-anak berusia 18 bulan dan yang lebih muda. Orang tua menghindari berbicara dengan bahasa bayi. Selain itu pola pengasuhan ini juga menganggap ayunan, bouncer, gendongan bayi, dan high chair, nggak perlu diberikan karena merugikan perkembangan anak.

Alat-alat tersebut, menurut metode pengasuhan IRE cocok untuk anak yag berusia di atas 18 bulan. Jika diberikan pada anak di bawah 18 bulan, dikhawatirkan bayi tidak bisa menggunakan tubuh mereka secara penuh. Mainan yang ringan juga tidak dianjurkan diberikan karena menghibur bayi secara pasif sehingga membuatnya tidak aktif mengeksplorasi lingkungannya.

Gaya pengasuhan IRE sebetulnya bukan barang baru, Bun. Gaya pengasuhan inibsudah lama populer. Selebritis seperti Jamie Lee Curtis, Tobey Maguire, Hank Azaria, dan Felicity Huffman membuat gaya pengasuhan RIE menjadi semakin trendi bagi orang tua New York.

Mengenal RIE, Salah Satu Metode Pengasuhan Anak/Mengenal RIE, Salah Satu Metode Pengasuhan Anak/ Foto: thinkstock


Namun kritikus mengatakan gaya pengasuhan ini terlalu banyak meminta bayi. Tapi pendukungnya meyakini RIE bisa membantu bayi menjadi percaya diri, aman, dan mandiri.

Bagi pendukung, mereka memuji kesederhanaan RIE, yang pertama kali dirumuskan di Los Angeles pada tahun 1970-an oleh Magda Gerber, seorang pendidik anak usia dini kelahiran Hungaria. Magda terinspirasi oleh Emmi Pikler, seorang dokter anak yang bekerja di panti asuhan di Budapest Hongaria.

"Saya belum membeli mainan untuk putri saya sejak saya mulai memikirkan tentang RIE," kata Jessica Crystal, seorang perawat dan ibu seorang batita berusia 21 bulan di Hoboken.



RIE memang tidak secara langsung melarang mainan. Tapi, menurut metode ini, bayi yang lebih kecil dari 6 bulan hanya perlu menghibur diri mereka dengani tangan dan kakinya sendiri. Sedangkan bayi yang lebih tua bisa menghibur diri dengan benda-benda sederhana seperti botol air bekas dan bola pantai yang kempes.

"Itu bukan seolah-olah dia tidak punya mainan, tetapi lebih menyadari bahwa untuk bayi, segala sesuatu di sekitar mereka itu menarik," kata Crystal.

Zandy Mangold Lansbury menekankan pendekatan ini tidak hanya baik untuk bayi, tetapi juga sehat untuk bunda dan ayahnya. "Komponen besar RIE adalah perawatan diri untuk orang tua," ucapnya.

Soal berbagai gaya pengasuhan, menurut psikolog Dr. Rose Mini, M.Psi, sebenarnya orang tua penting untuk mengetahui berbagai macam pola asuh anak. Sebab, mengasuh anak nggak cuma merawat anak. Tapi juga memberi kasih sayang, mengasah bakat, dan juga mengajarkan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Mengenal RIE, Salah Satu Metode Pengasuhan Anak/Mengenal RIE, Salah Satu Metode Pengasuhan Anak/ Foto: thinkstock


"Mengetahui pola asuh memudahkan orang tua mengenali pola asuh yang tepat untuk anak sehingga bisa membantu memberi stimulasi pada multiple inteligent anak," kata perempuan yang akrab disapa Bunda Romi seperti ditulis detikHealth beberapa waktu yang lalu. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi