HaiBunda

PARENTING

Mumpung Ada Waktu, Yuk Ciptakan Memori Positif Anak yang Banyak

Niken Widya Yunita   |   HaiBunda

Jumat, 01 Jun 2018 13:01 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pekerjaan dan kesibukan yang lain terkadang membuat kita memiliki waktu yang nggak banyak bersama anak. Rutinitas membuat waktu seakan cepat berlalu, si kecil yang dulu masih digendong-gendong, sekarang sudah begitu besar.

Meski kita punya segudang aktivitas, yuk sempatkan waktu untuk bermain dan beraktivitas bareng anak, Bun. Dengan bermain dan beraktivitas bersama, kita akan banyak berinteraksi dengan mereka. Nah, hal itu akan menjadi kenangan indah bagi mereka lho.

"Buatlah memori positif dengan anak yang akan mempengaruhi perkembangan anak nantinya," ujar psikolog anak, Feka Angge Pramita, di sela-sela diskusi bersama Frisian Flag, di Restoran alaRitus, Pasar Baroe, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).




Feka mengatakan, memori yang akan kita tinggalkan hanya sampai anak kita SD saja, Bun. Selebihnya anak akan banyak berinteraksi dengan sekolah dan teman-temannya.

Hmm, memang benar ya, Bun, saat anak-anak lebih besar maunya bermain bersama teman-temannya. Sehingga bagi mereka bermain bersama orang tua bukan lagi sesuatu yang paling menyenangkan.

Bicara interaksi, anak-anak 'jaman now' lebih mementingkan banyak berinteraksi secara langsung. Bahkan pelajaran yang berorientasi teori akan susah diingat anak. Anak akan lebih mengingat pelajaran praktik.

"Contohnya apa yang kita ingat saat SMP dan SMA? Yang diingat biasanya pelajaran praktik seperti bermain bola. Sedangkan pelajaran teori diingat tapi nggak banyak," sambung Feka.

Selain bermain apa yang bisa kita lakukan saat berinteraksi bersama anak? Bisa dengan bermain tebak-tebakan atau menceritakan hal lucu bersama anak. Pokoknya anak tidak ditinggalkan bermain sendiri.

Dengan mendampingi anak menciptakan memori positif, anak akan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.



Psikolog Najelaa Shihab, penggagas yayasan Keluarga Kita, beberapa waktu yang lalu bilang kualitas hubungan tidak akan tercapai tanpa kuantitas yang cukup. Karena itu, kita sebagai orang tua memang harus benar-benar meluangkan waktu buat anak.

Soal banyak sedikitnya waktu memang relatif, tapi yang paling penting adalah saat bersama anak, kita hadir sepenuh hati dan sepenuh tubuh. "Mungkin sering ya, kita di ruangan yang sama dengan anak. Tapi kita nonton TV semua. Perhatian kita ke layar, nggak ada interaksi, nggak ada sentuhan fisik. Itu belum berkualitas, meskipun secara fisik, kita ada di dekat anak," papar perempuan yang akrab disapa Ela ini. (nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Hal yang Bikin Orang Introvert Cepat Lelah dan Kehabisan Energi

Mom's Life Elia Amaliana

Sibling Goals! Potret Kompak Xarena & Xandraya Anak Siti Badriah yang Curi Perhatian

Parenting Annisa Karnesyia

10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Kelinci, Ada Peluang Bawa Kesuksesan

Mom's Life Arina Yulistara

15 Th Wedding Anniversary, Daniel Mananta dan Viola Bagikan Refleksi Pernikahan

Mom's Life Amira Salsabila

9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Disgrafia pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

10 Drama Korea Berlatar Tahun 1800-an Akhir dan Awal 1900-an, Ada 100 Days Of Deception

10 Hal yang Bikin Orang Introvert Cepat Lelah dan Kehabisan Energi

Sibling Goals! Potret Kompak Xarena & Xandraya Anak Siti Badriah yang Curi Perhatian

10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Kelinci, Ada Peluang Bawa Kesuksesan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK