parenting

Cara Ajarkan Keberagaman pada Anak Sejak Dini

Niken Widya Yunita Sabtu, 02 Jun 2018 08:11 WIB
Cara Ajarkan Keberagaman pada Anak Sejak Dini
Jakarta - Indonesia memang kaya ya, Bun. Ada banyak suku dan agama yang dianut masyarakatnya. Nah, tapi anak-anak kita perlu memahami nih bahwa keberagaman yang ada bukanlah alasan untuk nggak bisa hidup rukun.

Lalu bagaimana cara mengajarkan keberagaman pada anak? Kuncinya kita perlu berkomunikasi pada anak tentang keberagaman sejak dini, Bun.

Nah, komunikasinya seperti apa ya? Menurut psikolog anak, Feka Angge Pramita, caranya dengan menjelaskan ke anak bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang heterogen. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan sebagainya.


Anak-anak, lanjut Feka, harus diperkenalkan dengan perbedaan itu dan menanamkan sikap saling menghormati, menghargai, dan mencintai perbedaan yang ada.

"Jadi jangan langsung melarang anak untuk berteman dengan anak yang berbeda suku, agama, dan ras," kata Feka dalam diskusi tentang keberagaman dalam rangka menyambut Hari Lahirnya Pancasila dan Hari Susu Dunia yang disponsori Frisian Flag, di Gedung Filateli, Pasar Baroe, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).



Menurut Feka, untuk diskusi keberagaman di rumah, sebaiknya kita mencari waktu yang tepat. Diskusi tersebut untuk menggali emosi positif bersama keluarga dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.

"Kita bangun kompetisi anak-anak agar peka dalam menghormati dan mencintai perbedaan, membantu mereka bersosialisasi dengan sekitarnya sebagai bekal mereka bermasyarakat kelak," tutur Feka.

Sementara itu, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F Saputro mengatakan pihaknya percaya pondasi membangun bangsa yang kuat terletak di keluarga yang kuat, yang mewariskan pesan-pesan kebaikan. Termasuk mencintai dan menghargai keberagaman kebaikan bangsanya.

Dalam merayakan Hari Susu Sedunia, Feka dan Andrew sepakat orang tua berperan menanamkan kebiasaan baik seperti makan makanan bergizi termasuk minum susu. Minum susu bukan lagi dinilai sebagai kewajiban tetapi kebutuhan karena banyak manfaatnya.

"Ayo kita minum susu dan bergerak aktif menjadi generasi tangguh dari ancaman perpecahan," kata Andrew.
(rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi