HaiBunda

PARENTING

Bun, Coba Dengarkan Anak Dulu Saat Ia Lakukan Kesalahan

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Sabtu, 02 Jun 2018 11:48 WIB
Bun, Coba Dengarkan Anak Dulu Saat Ia Lakukan Kesalahan/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika anak melakukan suatu kesalahan, baiknya Jangan langsung memarahi anak ya, Bun. Memang menyebalkan sih dan kadang bikin emosi. Tapi ada baiknya kita dengarkan anak dulu yuk.

"Hal negatif itu akan membuat dia mundur dan terekam di alam bawah sadarnya seperti, 'Oh saya tidak baik, kata mama saya malas kata papa saya jelek'. Akhirnya kalau itu diserap tiap hari bikin dia nggak percaya diri," kata Melly Kiong, praktisi 'mindful parenting' di sela-sela talk show yang diadakan oleh SiDU, 'Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis' di Morrissey Hotel Residences, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Dibanding langsung menghakimi anak, Melly menyarankan lebih baik terapkan mindful parenting ke anak dengan mendengarkan anak sepenuh hati dan bicara penuh empati. Kemudian, nggak menghakimi, berusaha mengendalikan emosi diri, adil dan bijak serta lebih welas asih.




Dengan begini, kualitas hubungan orang tua dan anak akan lebih baik. Ya, karena akan tercipta dialog dengan anak dan kita terbiasa mendengarkan anak serta anak terbiasa menyampaikan argumennya. Dengan menerapkan mindful parenting waktu yang dimiliki dengan anak juga berkualitas meskipun kadang kuantitas alias dilihat dari segi durasinya nggak terlalu banyak.

"Tapi, saya akan bicara berdasarkan pengalaman saya. Saya tidak punya kuantitas tapi di sini saya harus munculkan kualitas. Ada juga kok mereka yang punya waktu banyak sama anak tapi nggak ada kualitasnya," tutur Melly.

Sebisa mungkin, miliki waktu bersama anak yang banyak dari segi kuantitas tapi baik juga dari sisi kualitas. Kalau waktu yang dimiliki sedikit, usahakan ciptakan waktu tersebut berkualitas. Soal ketika anak melakukan kesalahan, psikolog anak Fathya Artha Utami dari Tiga Generasi bilang memang baiknya orang tua nggak langsung marah-marah.

Fathya menyarankan, dengarkan dulu alasan anak melakukan itu. Kemudian, baru anak dinasihati. Membicarakan kesalahan yang dilakukan anak melatih dia supaya terbuka dan jujur pada orang tuanya. Memang kadang kejujuran itu terasa menyakitkan ya, Bun. Misalkan kita tahu anak udah nyontek pas ulangan.

"Tapi bagusnya anak nanti terbiasa jujur sama kita. Nggak perlu langsung marah, tapi nasihati anak dan tegas tetap diperlukan. Kalau udah ngomong jujur kita langsung marah sama anak, anak jadi malas jujur sama orang tuanya," tutur Fathya.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

13 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menimbun Barang di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

4 Nama Anak Jennifer dan Irfan Bachdim Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya

Nama Bayi Indah Ramadhani

7 Ciri Kepribadian Orang dengan Empati Tinggi, Apakah Kamu Salah Satunya?

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Curhat Hillary Duff Kenang Masa Menyusui, Menyesal Dulu Terlalu Perfeksionis

Menyusui Amrikh Palupi

9 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Jakarta dan Fasilitas Lengkapnya

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Orang dengan Empati Tinggi, Apakah Kamu Salah Satunya?

Meninggal Dunia, Vidi Aldiano Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Hari Ini

Perkembangan Bayi 12 Bulan Menuju Toddler, Bunda Perlu Tahu

4 Nama Anak Jennifer dan Irfan Bachdim Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya

13 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menimbun Barang di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK