HaiBunda

PARENTING

Lucu Nih, Bocah 9 Tahun Tulis Surat Peringatan untuk Peri Gigi

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 26 Jun 2018 14:28 WIB
Lucu Nih, Bocah 9 Tahun Tulis Surat Peringatan untuk Peri Gigi/ Foto: Istimewa
Vermont, AS - Anak-anak itu cenderung jujur, mereka sama sekali nggak keberatan untuk memberi tahu orang-orang semua hal yang dilakukan. Mereka cenderung meluapkan perasaannya begitu saja. Seperti seorang gadis berusia sembilan tahun asal Vermont, Jennifer, yang menulis kekesalannya lewat surat peringatan yang ditujukan kepada peri gigi.

Kenapa peri gigi? Jadi di kebudayaan Barat, peri gigi itu salah satu trik yang dipakai orang tua agar anaknya berani ketika gigi susunya dicabut. Jika mereka memberikan gigi kepada peri gigi di bawah bantal sebelum tidur, maka keesokan harinya gigi yang tanggal tersebut akan diganti dengan uang atau hadiah.

Jennifer sendiri, sudah dua kali cabut gigi tapi belum ada hadiahnya. Alhasil dia kesal dan akhirnya menulis surat. Dalam suratnya Jennifer menulis, 'Kepada yang nggak terlalu aku sayangi, Peri Gigi. Ini adalah kedua kalinya kamu melakukan ini. Kamu melupakanku. Jadi jika kamu nggak akan datang lagi, maka aku akan menjaga gigiku sendiri. Kamu akan mengumpulkan gigi yang lain saja. Dari Jennifer yang mulai sekarang akan menjaga giginya sendiri. Dengan secara tidak tulus, Jennifer E. Demikian dikutip dari Babble.




Di akhir suratnya Jennifer menyisipkan pesan kepada peri gigi supaya tetap mengambil gigi saudaranya, Mike. Jennifer juga meminta kepada peri gigi supaya jangan repot-repot untuk membalas suratnya.

Dilansir Fatherly, surat itu sebenarnya ditulis pada tahun 1991. Tetapi Jennifer baru-baru ini mempostingnya di Reddit, "Ayah saya menemukan surat paling agresif yang pernah saya tulis kepada peri gigi," kata Jennifer.

Jennifer yang sekarang sudah punya dia anak mengatakan dia ingat dulu dirinya berpikir ada sesuatu yang mencurigakan tentang identitas asli Gigi Peri. Jadi, dia nggak memberi tahu siapa pun tentang giginya yang hilang selama dua hari. Ketika gigi rahasianya tetap aman, saat itulah Jennifer tahu peri gigi nggak nyata.

Ngomong soal iming-iming hadiah seperti Jennifer dengan gigi susunya itu, Menurut psikolog klinis, Christina Tedja, memberi anak hadiah setelah dia mencapai kesepakatan tertentu bukanlah hal buruk untuk dilakukan. Tapi ada hal yang perlu diwaspadai orang tua yaitu rewards yang berlebihan akan menghilangkan makna dari proses usaha itu sendiri.

"Jika rewards yang diberikan berlebihan, maka anak lebih concern ke rewards atau hadiahnya dibandingkan proses belajar atau prestasi yang hendak dicapai," papar psikolog yang akrab disapa Tina ini.

Sependapat dengan Tina, psikolog anak Wikan Putri Larasati MPsi menyarankan, mengiming-imingi anak dengan hadiah sebaiknya dihindari, agar hal ini tidak menjadi kebiasaan yang terbawa hingga anak beranjak dewasa.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang yang Membiarkan Piring Kotor Menumpuk Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Seperti Anak Kembar, 5 Potret Djiwa & Djala Putri Nadine Chandrawinata yang Menggemaskan

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Hal yang Tidak Disukai Gen Z dari Cara Kerja Gen X dan Boomer di Tempat Kerja

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Ashanty & Anang Wisuda Bareng Azriel, Raih Gelar S2 hingga S3

Mom's Life Amira Salsabila

Terobosan Baru IVF, Peneliti Kembangkan Sperma Bermagnet untuk Bantu Pembuahan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Orang yang Membiarkan Piring Kotor Menumpuk Menurut Psikologi

Seperti Anak Kembar, 5 Potret Djiwa & Djala Putri Nadine Chandrawinata yang Menggemaskan

10 Hal yang Tidak Disukai Gen Z dari Cara Kerja Gen X dan Boomer di Tempat Kerja

Terobosan Baru IVF, Peneliti Kembangkan Sperma Bermagnet untuk Bantu Pembuahan

Potret Ashanty & Anang Wisuda Bareng Azriel, Raih Gelar S2 hingga S3

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK