parenting

Kisah Bocah 10 Tahun Jahit Boneka untuk Anak yang Jalani Operasi

Amelia Sewaka Jumat, 27 Jul 2018 07:50 WIB
Kisah Bocah 10 Tahun Jahit Boneka untuk Anak yang Jalani Operasi
Arizona, AS - Lumrah banget kalau anak usia 10 tahun senang bermain. Tapi berbeda dengan Charlotte Gould nih, Bun. Di usia yang terbilang muda, Charlotte udah jadi 'kid-preuner' dan pendiri 'Stitches', usaha boneka buatan tangan.

Hingga saat ini, Charlotte sudah menjahit lebih dari 150 boneka buatan tangan dan dengan murah hati semua boneka ini ia sumbangkan pada anak-anak yang membutuhkan operasi di seluruh dunia. Harapan Charlotte, boneka-boneka lembut yang ramah anak ini memberikan kenyamanan pada anak-anak karena mereka telah menghadapi prosedur medis yang menakutkan. Karena faktanya, Charlotte pun dulu pernah merasakan ketakutan tersebut.

Charlotte lahir dengan bibir sumbing di langit-langit mulutnya yang mengharuskan dia menjalani beberapa operasi saat bayi. Ingatan akan operasi pun membekas di benak Charlotte.
Kisah Bocah 10 Tahun Jahit Boneka untuk Anak yang Jalani OperasiCharlotte dengan mesin jahitnya. Foto: Istimewa




"Charlotte jelas mengingat ketakutan dan ketidakpastian saat melakukan operasi. Dan saat ketakutan itu ia punya sesuatu yang lembut untuk dipegang yang bisa menormalkan ketakutannya yang cukup selaras dengan Charlotte," ungkap sang ibu, Nicole kepada Babble.

Charlotte berharap anak-anak yang menjalani operasi bisa seperti dirinya, punya boneka yang membuatnya nyaman. Makanya, Charlotte semangat banget menjalankan proyek ini. Charlotte mulai menjahit boneka 2 tahun lalu setelah sang nenek memberinya kado Natal berupa mesin jahit. Boneka pertama buatan Charlotte mirip dirinya, punya bekas luka di bibirnya, seperti bekas luka operasi.

Kisah Bocah 10 Tahun Jahit Boneka untuk Anak yang Jalani OperasiHasil boneka jahitan Charlotte. Foto: Istimewa

"Boneka buatan Charlotte mendapat banyak pujian. Makanya dia membuat lagi boneka untuk anak lain dibantu neneknya. Charlotte juga belajar pola dasar membuat boneka. Pola boneka kain begitu menarik minatnya, Charlotte tahu bahwa ia tak bisa hanya membuat satu boneka," ungkap Nicole.

Saat ini, Charlotte udah punya ruangan menjahit yang dia sebut kantor. Hi-hi-hi. Di sana Charlotte menyimpan sketsa boneka, perlengkapan dan tampilan semua karyanya yang luar biasa. Ke depannya, Charlotte ingin meneruskan usahanya dan memberi lebih banyak boneka untuk anak-anak di luar sana yang hendak menjalani operasi.

"Dalam waktu dekat, Charlotte berharap memiliki sederetan boneka yang dirancang khusus untuk anak yang membutuhkan saat mereka operasi, yang tersedia di situs webnya dan di toko hadiah rumah sakit anak," jelas Nicole.



Boneka buatan Charlotte juga ada yang dilengkapi dengan jarum, benang, dan instruksi sederhana supaya boneka bisa dipersonalisasi sesuai kondisi si anak. Sebagai ibu, Nicole bangga banget karena Charlotte udah mau melakukan kebaikan pada sesama. Bicara soal bakat anak, menurut Dr Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), orang tua adalah psikolog terbaik di dunia karena psikolog bisa mengenal suatu potensi atau bakat seseorang dari observasi, wawancara dan tes.

"Dalam tahap observasi, orang tua sudah observasi anak dari bayi bahkan dari perut kalau dari sisi ibunya hingga remaja. Nah, kalau wawancara apalagi sudah dilakukan, karena pastinya orang tua banyak bertanya dan ngobrol dong sama anak," ungkap psikolog yang akrab disapa Kak Seto ini.

Sedangkan dalam tahap tes, lanjut Kak Seto, adalah sesuatu yang dirangkum dari pergaulan sehari-hari, jadi kalau semuanya itu dilakukan secara efektif maka orang tua juga akan memahami dan mengenali potensi atau bakat putra putrinya. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi