HaiBunda

PARENTING

Pertimbangan Sebelum Ajak Anak Lihat Penyembelihan Hewan Kurban

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Rabu, 22 Aug 2018 11:00 WIB
Pertimbangan Sebelum Ajak Anak Lihat Penyembelihan Hewan Kurban/ Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Di momen Lebaran Idul Adha, setelah menyantap ketupat dan teman-temannya biasanya ada tradisi penyembelihan hewan kurban. Kadang anak-anak pun tertarik dan penasaran melihat hewan kurban yang disembelih.

Jika orang tua hendak mengajak anak melihat penyembelihan hewan kurban, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan nih. Menurut psikolog klinis, Christina Tedja, pada dasarnya jika berkaitan dengan anak, itu semua adalah genetik dan hasil pembelajaran. Dalam hal ini, apa saja yang dilihat anak bisa menjadi contoh untuk dipelajari dan dilakukan kembali oleh anak.

"Karena itu, perlu banget adanya informasi penjelasan yang melatarbelakangi proses penyembelihan hewan kurban kalau-kalau mau ajak anak lihat hewan-hewan yang disembelih," kata psikolog yang akrab disapa Tina ini saat ngobrol dengan HaiBunda.




Tina menambahkan pada kasus tertentu seperti pada anak yang lebih sensitif atau fobia darah, bisa saja ketika melihat proses penyembelihan hewan kurban dia jadi takut dan menangis. Hal ini bukan nggak mungkin bakal jadi memori yang berkesan buruk bagi anak.

"Jadi kalau ditanya apakah boleh atau tidak melihat proses penyembelihan hewan kurban maka dikembalikan lagi ke orang tuanya. Apakah sudah membekali anak dengan latar belakang proses penyembelihan tersebut?" papar Tina.



Lihat fokus utamanya, apakah orang tua sudah tahu tipe anak seperti apa? Misalnya si kecil termasuk anak tang sensitif atas apa yang dilihat atau merasa baik-baik saja setelah melihat hewan kurban disembelih karena sudah dijelaskan tentang makna penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha. Karena itu, Tina menyarankan, lebih baik pada anak yang sensitif atau punya kondisi khusus lainnya tidak diajak melihat penyembelihan hewan tersebut.

"Namun, pada anak yang sensitif, meski sudah dijelaskan biasanya bisa jadi muncul rasa takut, khawatir, trauma, rasa kasihan yang tak berkesudahan, sedih atau lainnya," ungkap Tina. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Membuat Roti Goreng Empuk dan Mengembang, Anti Gagal Bikin di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Potret Tedak Siten Shazza, Anak Bungsu Via Vallen yang Baru Berusia 7 Bulan

Parenting Annisa Karnesyia

Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya

Mom's Life Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Kebiasaan Orang IQ Rendah saat Berteman Menurut Ilmu Psikologi

Cara Membuat Roti Goreng Empuk dan Mengembang, Anti Gagal Bikin di Rumah

7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil

Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?

Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK