parenting

Cara Manis Ayah Semangati Putrinya yang Jalani Kemoterapi

Amelia Sewaka Jumat, 24 Aug 2018 15:14 WIB
Cara Manis Ayah Semangati Putrinya yang Jalani Kemoterapi
Atlanta, AS - Momen sedih dan mengharukan tertangkap kamera ketika seorang ayah memberi kejutan sederhana untuk putrinya yang dirawat di RS. Saat itu, si kecil baru menyelesaikan satu siklus kemoterapinya.

Phoenix yang berusia 2 tahun butuh empat siklus kemoterapi. Orang tuanya, Brett dan Christina Thompson bilang saat lahir Phoenix didiagnosis leukemia atau kanker darah juga penyakit derivatif yang sering membuat Phoenix kesakitan. Untuk mengatasi kondisinya, Phoenix perlu menjalani kemoterapi.

Seperti kita tahu, menjalani kemoterapi bukan hal yang mudah terlebih untuk anak-anak. Tubuh bisa loyo tak berdaya ditambah berbagai efek yang bisa bikin si kecil sedih seperti rontoknya rambut atau sulit beraktivitas seperti biasa. Setelah siklus kemoterapi pertama Phoenix selesai, seorang perawat datang ke ruang rawatnya dengan membawa hadiah misterius.


Perawat tersebut bilang ingin menghadiahi pasien kecilnya yang pemberani. Tak lama, datanglah Brett yang berpakaian rapi, lengkap dengan jas dan dasinya. Phoenix kemudian ganti baju berupa gaun kuning yang menggemaskan. Nggak lama, Phoenix langsung mendekati sang ayah dan melompat ke pelukannya. Lalu, ayah dan anak ini berdansa.




Ya ampun, manis banget ya ayah anak ini. Apa yang diberikan Brett pada anaknya terlihat sangat sederhana, tapi justru dukungan sang ayah yang sederhana ini bisa membuat semangat hidup Phoenix bangkit kembali. Christina mengatakan ia tak bisa memilih pria mana yang lebih baik untuk anak-anaknya dan Brett adalah pemenangnya. Menurut Christina, Bret adalah ayah yang luar biasa.

"Dia membawa bunga dan gaun untuk putrinya dan berharap hadiah tersebut istimewa untuk Phoenix. Brett selalu memastikan anak-anak harus merasa dicintai dan dipuja," kata Christina kepada ABC News.

Salut deh sama Bret, menyemangati Phoenix dengan cara yang berbeda agar putrinya itu tak merasa seperti sedang sakit. Sebagai ayah Brett berusaha menumbuhkan semangat juang putrinya untuk sembuh. Lekas sehat dan semangat terus ya Phoenix.

Saat anak sakit, apalagi sakitnya serius seperti kanker, bukan anak saja yang merasakan sakitnya, tapi juga sang ibu. Bahkan seandainya boleh ditukar, mungkin ibu pun bersedia menukar kesehatannya dengan penyakit anaknya. Psikolog anak dari Tiga Generasi, Marcelina Melisa, yang akrab disapa Lina bilang mengatakan untuk mendukung anak dalam keadaan seperti ini bisa mulai dengan sesuatu yang mendasar yaitu di mana kita harus berpasrah pada Tuhan.

"Untuk orang di sekitar anak perlu banget memperlakukan dia sebisa mungkin seperti biasa. Karena, buat anak ketika mereka sakit yang cukup serius yang mengagetkan adalah reaksi orang sekitar," tutur Lina waktu ngobrol sama HaiBunda.

Misalnya orang-orang di sekitar dia biasanya happy ini semua sedih semua. Waduh, ini akan bikin anak mempertanyakan kenapa reaksi orang di sekitarnya berubah total begitu, apakah yang anak alami sesuatu yang jelek banget sampai orang di sekitarnya berubah begitu.

"Jadi kita orang sekitar biasa aja, ajak ngobrol biasa aja nggak perlu mengasihani berlebihan. Kalau biasa melakukan aktivitas, ajak dia main yang bisa dilakukan. Main kayak biasa aja. Sama kayak anak korban bencana aja setelah luka fisik dia perlu berfungsi lagi seperti orang normal. Anak juga begitu," tutur Lina.

(rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi