parenting

Tyna Kanna Mirdad Yakin Anak Belajar Banyak dari Jatuh dan Luka

Nurvita Indarini Kamis, 06 Sep 2018 14:08 WIB
Tyna Kanna Mirdad Yakin Anak Belajar Banyak dari Jatuh dan Luka
Jakarta - Namanya anak-anak nggak heran jika mereka aktif banget ya, Bun. Berlari, melompat, memanjat. Nggak heran mereka sering jatuh dan luka atau lecet karenanya. Seperti dialami anak-anak Tyna Kanna Mirdad.

Meski kedua anaknya perempuan, Tyna Kanna Mirdad nggak pernah membatasi anak-anaknya yang ingin bebas bergerak. Bahkan saat anaknya jatuh dan terluka, Tyna Kanna Mirdad yakin anaknya bisa belajar banyak hal.

"Anakku lagi masa aktif-aktifnya. Mereka nggak bisa jalan, maunya lari. Aku nggak pernah melarang. Dia akan merasakan sendiri sakitnya. Jadi pelajarannya boleh lari tapi hati-hati," tutur Tyna Kanna Mirdad.


Hal itu disampaikan dia di dalam bincang-bincang 'Semakin Perih, Semakin Bagus Mitos atau Fakta?' sekaligus launching Hansaplast Spray Antiseptik di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue, Ciputra World, Jl Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2018).



Tyna Kanna Mirdad nggak khawatir kaki anaknya berkali-kali luka karena jatuh. Area yang paling sering luka, kata dia, adalah lutut. "Nggak apa-apa, jatuh sih jatuh aja. Mereka punya pelajaran berharga ketika mengalami itu," imbuhnya.

Tyna memang nggak mau terlalu memudahkan anaknya dengan secepat kilat memberikan bantuan saat anaknya punya masalah. Misalnya nih, Tyna membiarkan anaknya belajar dari pengalaman terlambat sekolah. Karena dari situ anaknya akan sadar bahwa nggak baik berangkat sekolah mepet jam masuk yang jadinya bikin terlambat.

"Jadi ibu itu harus kuat dan konsisten. Kadang kita harus tega membiarkan anak merasakan malunya saat telat masuk kelas. Anak aku cerita kalau misal telat, pas buka pintu dilihatin seisi kelas itu nggak enak. Nah, sekarang dia jadi ngerti itu, makanya datang ke sekolahnya juga lebih cepat," papar Tyna Kanna Mirdad.



Dr Randy Cale, seorang pakar parenting, penulis buku, pembicara, dan psikolog berlisensi mengatakan memudahkan anak-anak untuk memiliki semua yang mereka inginkan, itu adalah pelajaran yang salah. Ini karena mudah memberi bantuan pada anak tidak bisa memotivasi anak untuk berperilaku positif.

Sebaliknya, sebagai orang tua kita perlu mengelola sistem untuk bisa memotivasi anak dengan membantu menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Nah, dengan begini, anak akan belajar membuat pilihan yang bertanggung jawab. Demikian dikutip dari Troyrecord. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi